Penembakan karena Masalah Pribadi

Kompas - - INTERNASIONAL - (REUTERS/AP/AFP/WAS)

KONSTANZ, MINGGU — Seorang pria melepaskan sejumlah tembakan di klub malam yang dipadati pengunjung di Konstanz, Jerman, Minggu (30/7) dini hari, menewaskan seorang pengunjung dan melukai empat orang lain. Pelaku akhirnya tewas setelah ditembak polisi. Otoritas keamanan menduga insiden ini dilatari pertengkaran pribadi. Pelaku diidentifikasi sebagai warga negara Irak berusia 34 tahun. ”Pria itu terluka parah dalam baku tembak dengan polisi saat meninggalkan klub malam tersebut dan meninggal akibat luka-lukanya setelah tiba di rumah sakit,” demikian pernyataan polisi. Polisi masih menyelidiki latar belakang dari insiden penembakan tersebut. ”Tampaknya terkait dengan perseteruan dalam kehidupan pribadi pelaku. Belum ada indikasi ini adalah serangan teror,” tambah polisi.

Bukan pencari suaka

Pelaku bukanlah seorang pencari suaka. Dia telah tinggal di Konstanz, yang dibatasi Sungai Rhine dengan wilayah Swiss, 15 tahun terakhir. Polisi menerima panggilan telepon darurat dari pengunjung klub malam Grey sekitar pukul 04.30 waktu setempat. Saat itu, pelaku mulai melepaskan tembakan, menyebabkan kepanikan pada sekitar 200 orang yang memadati klub malam itu. Seorang pengunjung tewas di tempat dan tiga pengunjung lain terluka parah. Pelaku lalu melarikan diri, tetapi terjadi baku tembak dengan polisi. Seorang polisi tertembak sebelum akhirnya pelaku bisa dilumpuhkan. Pasukan khusus dikerahkan untuk mengamankan wilayah tersebut. Helikopter terbang berkeliling mengawasi wilayah Konstanz sebelum akhirnya polisi mengatakan kondisi aman. Klub malam tersebut terletak di kawasan industri yang sibuk dan banyak didatangi para pelancong dari Swiss pada akhir pekan. Polisi mengatakan, saat tembakan terjadi, para pengunjung yang panik berebut keluar ruangan atau bersembunyi. Kepada kantor berita nasional DPA, seorang saksi mata mengatakan, pelaku menembak tanpa arah kepada pengunjung klub malam di sekitarnya. ”Klub itu penuh dengan orang,” kata saksi mata itu yang mengaku langsung berlari meninggalkan lokasi bersama teman-temannya. Pengunjung lainnya, seperti dikutip harian Suedkurier, mengatakan berada di kamar kecil saat seseorang lain masuk dan langsung mengunci pintu. Orang kedua itu mengatakan telah terjadi serangan bersenjata api. ”Saya tak percaya dan keluar. Namun, saya mendengar suara tembakan dan segera berlari kembali ke toilet. Ada penjaga pintu yang tertembak dan ikut berlindung di toilet bersama kami,” ujar saksi mata itu. Dia kemudian keluar setelah bartender membuka pintu darurat. Jerman berada dalam kewaspadaan tinggi setelah serangan teror menggunakan truk yang menabrak para pengunjung pasar Natal di Berlin, Desember 2016, yang menewaskan 12 orang. Terjadi juga sejumlah insiden yang tak terkait terorisme, seperti penembakan di mal di Muenchen yang menewaskan 10 orang. Pelaku adalah pemuda Jerman keturunan Iran berusia 18 tahun.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.