Sekolah Berasrama Jadi Model

Pendidikan Karakter Mengasah Potensi dan Bakat Non-Akademik

Kompas - - PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN - (NSA/JUM)

LUBUK PAKAM, KOMPAS — Sekolah berasrama dinilai layak menjadi salah satu model sekolah yang baik untuk penguatan pendidikan karakter. Bobot pendidikan karakter di asrama dapat mencapai 70 persen. Siswa dapat mengasah bakat kepemimpinan, kewirausahaan, serta seni dan olahraga. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyampaikan hal itu saat meresmikan SMP dan SMA Satu Padu Boarding School Tiga Juhar di kompleks Gereja Roma Katolik Santa Katarina Kuasi Paroki Tiga Juhar, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (30/7). Acara itu dihadiri Uskup Agung Medan Mgr Anicetus B Sinaga OFM Cap, anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Sumatera Utara Parlindungan Purba, dan Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan. Muhadjir menyatakan, saat ini sekolah berasrama terus berkembang. Ada sekolah asrama berbasis keagamaan, pondok pesantren, sekolah ketarunaan, dan sekolah berbasis pendidikan khusus seperti sekolah sepak bola. ”Sekolah berasrama ini menjadi bagian dari pembentukan kepribadian siswa. Keistimewaannya, ada penerapan pendidikan karakter yang dapat dilakukan secara maksimal,” katanya. Sekolah berbasis pendidikan karakter, kata Muhadjir, menjadi tema sentral penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan bobot pendidikan karakter di sekolah hingga mencapai 70 persen, khususnya di SD dan SMP. Ke depan, rapor penilaian siswa tidak lagi hanya rapor akademik, tetapi juga ada rapor kepribadian. Pencapaian siswa dinilai tidak hanya berdasarkan kemampuan akademik, tetapi juga kepribadiannya di sekolah, keluarga, masyarakat, dan keagamaan. Siswa, misalnya, akan dinilai apakah punya bakat dan pengalaman kepemimpinan di sekolah. Rapor akademik dan kepribadian ini akan diintegrasikan dengan data pokok pendidikan di Kemdikbud. Data ini kelak dapat dipakai oleh perusahaan atau lembaga lainnya untuk melihat nilai akademik dan kepribadian siswa. Muhadjir mengingatkan, program sekolah delapan jam sehari tidak bermaksud membuat murid berada di sekolah selama delapan jam. Bersekolah delapan jam termasuk kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilakukan di rumah. Siswa yang membantu orangtua di ladang, ikut kegiatan keagamaan, atau gotong royong di masyarakat juga merupakan kegiatan belajar. Uskup Agung Medan Anicetus B Sinaga mengatakan, generasi muda bangsa Indonesia saat ini digerogoti narkoba, pornografi, dan kekerasan. Sekolah berbasis pendidikan karakter dinilai jadi salah satu jawaban untuk melawan musuh bangsa itu. Dengan sekolah berasrama, kegiatan siswa dapat dikontrol sepanjang hari. Siswa juga didorong mengasah kemampuan tak hanya di bidang akademis, tetapi juga kepribadian dan bakat. Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan mengungkapkan, saat ini pembangunan di daerahnya tidak hanya berbasis pada pembangunan fisik di wilayah, tetapi juga pembangunan masyarakat lewat pendidikan karakter.

Sekolah rujukan

Kepala SMP Negeri 6 Banjarmasin Johanis di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mengatakan, tahun ini sekolahnya menjadi SMP negeri satu-satunya di Kota Banjarmasin yang menerapkan lima hari sekolah pada tahun ajaran 2017 ini. Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam sudah mengikuti bimbingan teknis di Balikpapan, Kalimantan Timur. Mereka dilatih menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berbasis pendidikan karakter. ”Awal tahun ajaran ini, rencananya, setiap Sabtu, kami akan menggelar loka karya untuk melatih guru-guru menyusun RPP berbasis pendidikan karakter. Dengan begitu, pendidikan karakter langsung terintegrasi ke mata pelajaran,” tuturnya. Clarissa Rachel Narang, siswi kelas VIII SMPN 6 Banjarmasin tak keberatan dengan kebijakan lima hari sekolah. ”Pendidikan karakter itu penting untuk menghindari generasi muda seperti kami terjerumus ke hal-hal negatif, seperti narkoba, minuman keras, dan seks bebas,” katanya. Hal sama disampaikan Kayla Nagioti Nasution, siswi kelas VIII, dan Muhammad Ridho Maulana, kakak kelasnya.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Penampilan Pedepokan Wargo Budoyo dari Dusun Gejayan menyemarakkan Festival Lima Gunung XVI di Dusun Gejayan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (30/7). Acara yang mengusung tema ”Mari Goblok Bareng” ini terinspirasi dari fenomena media sosial atau teknologi informasi yang berkembang pesat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.