Pendidikan Anak Usia Dini Sudah Menjadi Kebutuhan

Kompas - - PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN - (ELN)

JAKARTA, KOMPAS — Pendidikan anak usia dini tak lagi dipandang sebelah mata. Kebutuhan masyarakat untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara holistik lewat layanan pendidikan anak usia dini semakin meningkat. Pendidikan anak usia dini (PAUD) yang terjangkau menjadi dambaan masyarakat. Salah satunya di Kota Jayapura, akhir pekan lalu, layanan PAUD diberikan institusi gereja untuk melayani jemaat dan masyarakat sekitar. Layanan PAUD juga tumbuh di rumah ibadah lainnya, seperti masjid, posyandu, pos RW, komunitas, dan rumah warga secara individu. Guru PAUD Pengharapan di Kota Jayapura, Palen Wattimury, mengatakan, banyak orangtua, terutama yang punya anak lebih dari satu orang, merasa berat dengan biaya pendidikan di taman kanak-kanak. Biaya daftar saja bisa mencapai lebih dari Rp 3 juta dan harus dibayar lunas. ”Sejak dua tahun lalu, kami buka PAUD di gereja. Meski kelas bukan tempat permanen dan alat permainan terbatas, kami mencoba membantu masyarakat supaya anak-anaknya terlayani pendidikan hingga persiapan masuk SD,” kata Palen yang jadi guru sekolah minggu dan berpendidikan SMA. Dalam Pertemuan Ke-49 Organisasi Menteri-menteri Pendidikan Asia Tenggara (SEAMEO) di Jakarta, pekan lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan, fokus pendidikan saat ini porsinya masih lebih besar untuk pendidikan dasar dan menengah. Anggaran PAUD baru dialokasikan sekitar Rp 3 triliun. ”Namun, kita sudah mulai bergerak juga untuk meningkatkan layanan PAUD. Di usia ini, peran orangtua yang justru sangat penting. Orangtua perlu bekerja sama erat dengan PAUD. Bahkan, bisa mendidik anak usia dini di rumah,” kata Muhadjir. Indonesia menggagas pendirian SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care and Education and Parenting (CECCEP). Riset menunjukkan, anak yang terlibat dalam PAUD berkualitas memberikan keuntungan jangka panjang, ditambah lagi jika didukung oleh keluarga dan komunitas masyarakat. Dampaknya positif bagi perkembangan anak dan kesejahteraan di masa depan. Menteri Pendidikan Thailand Teerakiat Jareonsettasin mengatakan, PAUD, terutama di negara berkembang, masih diabaikan. Padahal, investasi pada PAUD akan memberikan dampak signifikan pada kemajuan bangsa. Menurut Teerakiat, Thailand telah menetapkan PAUD sebagai pendidikan wajib. Negara berjuang untuk mengalokasikan anggaran demi peningkatan akses dan mutu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.