Pemeriksaan Kini Didekati Melalui Nyeri

Kompas - - IPTEK LINGKUNGAN & KESEHATAN - (ODY)

SURABAYA, KOMPAS — Penatalaksanaan keluhan penyakit pasien di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, tiga tahun terakhir mendapat pendekatan baru. Pemeriksaan tidak saja dirujukkan pada klinik penyakit terkait, tetapi juga ke klinik nyeri. Bahkan, poliklinik nyeri sudah beroperasi di RSUD Dr Soetomo sejak 2014 dan diyakini klinik semacam ini akan didirikan melalui regulasi Kementerian Kesehatan di masa depan pada semua layanan di puskesmas hingga rumah sakit. Guru Besar Anestesiologi dan Reanimasi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya, Eddy Rahardjo menjelaskan hal itu, Sabtu (30/7), di sela-sela Bakti Sosial Penanggulangan Nyeri di RS Paru Surabaya, Jawa Timur. Ia menerangkan, sekitar 10 tahun terakhir muncul pendekatan baru dalam penatalaksanaan penyakit seiring kemajuan teknologi terapi (penegakan upaya penyembuhan) dan farmakologi (pengobatan) penanggulangan nyeri. Koordinator Pusat Pengendalian Nyeri RSUD Dr Soetomo, Dedi Susila menyatakan, cara ini ditempuh terutama pada pasienpasien yang penyakitnya menim- bulkan nyeri. Bahkan, epidemiologi nyeri mencapai 91 persen di rumah sakit.

Gejala umum

Masalahnya, orang sering tak tahu harus ke mana jika merasakan nyeri saat tahu sumber penyakitnya, apalagi jika tidak tahu sumber penyakitnya. Padahal, penyakit umumnya senantiasa diiringi gejala utama nyeri. Sebab, memang tidak ada klinik nyeri sebelum ini. Penderita akhirnya menganggap menerima nasib merasakan nyeri. ”Penderita kanker, misalnya, meski sudah mengalami pengobatan kemoterapi atau operasi, kemudian merasakan nyeri menahun, lantas menganggap tak apa-apa nyeri itu. Ya, sudah nyeri diterima saja. Namanya juga sakit kanker. Padahal, dirinya masih memerlukan pengobatan lanjutan, yakni menyembuhkan nyeri,” kata Soni Sunarso dari Panitia Bakti Sosial Penanggulangan Nyeri. Seiring tumbuhnya kesadaran akan penanggulangan nyeri, kini bahkan muncul proses kelahiran tanpa nyeri. Hal ini bisa dilakukan dengan bantuan klinik nyeri, tentu saja disesuaikan dengan kondisi pasien.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.