Kualitas Udara di Pontianak Turun

Kebakaran Lahan Gambut Picu Kabut Asap

Kompas - - IPTEK LINGKUNGAN & KESEHATAN - (AIK/ITA)

JAKARTA, KOMPAS — Kebakaran hutan dan lahan meluas seiring dengan kekeringan di sejumlah daerah. Setelah Aceh, titik panas paling banyak kini ditemukan di Kalimantan Barat, yakni di 126 lokasi. Banyaknya titik panas yang terdeteksi menyebabkan penurunan kualitas udara di Pontianak. Menurut pantauan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, dari satelit Terra, Aqua, dan SNNP terdeteksi peningkatan jumlah titik panas (hot spot )di sejumlah wilayah Indonesia. Jika pada Kamis (27/7) terdeteksi 173 titik panas, pada Minggu terdeteksi 239 titik panas. Selain di Kalbar, titik panas juga terdapat di Nusa Tenggara Timur di 42 lokasi, Kalimantan Utara (35 lokasi), dan Kalimantan Timur (10 lokasi). Titik panas juga terdeteksi di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Riau, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Kalbar terjadi sejak empat hari lalu. Sebaran titik panas terutama di Kabupaten Sintang sebanyak 40 lokasi, Kapuas Hulu (36 lokasi), Sanggau (26 lokasi), dan Landak (10 lokasi). ”Sebagian besar yang terbakar adalah lahan gambut. Diindikasikan, pembukaan lahan dengan cara membakar masih dilakukan di daerah ini,” kata Sutopo.

Kabut asap

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ramlan mengatakan, sejumlah titik panas di Kalbar menimbulkan kabut asap. Indikasi ini terlihat dari penurunan kualitas udara di Pontianak. Sesuai pantauan BMKG, konsentrasi debu melayang atau particulate matter (PM) 10 di Pontianak pada Minggu pukul 13.00 mencapai 99,47 mikrogram per meter kubik atau dalam kategori sedang. ”Kondisinya belum terlalu buruk, tetapi ada indikasi kabut asap,” katanya. Pantauan satelit Himawari8 dari BMKG menunjukkan, asap tipis sudah menyebar di beberapa daerah di Kalbar. Sabtu sore, kabut asap muncul di Kabupaten Ketapang dan menyebar hingga ke Kabupaten Kayong Utara, Kubu Raya, dan Kota Pontianak. Kabut asap juga menurunkan kualitas udara di Kaltim. Sesuai pantauan BMKG, konsentrasi PM 10 di Samarinda mencapai titik tertinggi pada Minggu pukul 10.00 dengan jumlah 132,6 mikrogram per meter kubik. Ramlan mengatakan, puncak musim kemarau di pesisir timur Sumatera dan Kalimantan akan terjadi pada Agustus. ”Sebulan ke depan, peluang hujan di Kalimantan sangat kecil, tidak sampai tiga hari dalam 30 hari. Karena itu, peluang munculnya titik api di kawasan ini akan terus meningkat,” katanya. Sepekan terakhir, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Jambi lebih banyak dilakukan melalui udara (water bombing). Pemadaman lewat jalur darat kerap terkendala sulitnya akses dan beratnya medan. ”Dua heli rutin beroperasi untuk pemadaman dari udara,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jambi Hamdan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.