Angkutan Barang Juga Perlu Diperhatikan

Kompas - - EKONOMI - (CAS)

JAKARTA, KOMPAS — Pengelolaan angkutan Lebaran ke depan harus sukses dalam mengangkut penumpang dan barang dengan aman, nyaman, dan lancar. Sinergi pemerintah dan pelaku usaha dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut. Demikian antara lain mengemuka dalam forum diskusi Markplus Center for Automotive and Transportation bertajuk ”Menuju Arus Orang dan Logistik Nyaman pada Masa Lebaran” di Jakarta, akhir pekan lalu. Diskusi menghadirkan perwakilan dari Kementerian Perhubungan, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia, Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia. Ketua Umum ALFI Yukki N Hanafi mengatakan, salah satu rujukan dalam pengelolaan angkutan orang dalam jumlah besar dan barang adalah China. Di China, ada libur sekitar 2 minggu ketika merayakan Tahun Baru China. Di sisi lain, sebanyak 8 pelabuhan dari total 10 pelabuhan terbesar dunia berada di China. Yukki mengatakan, dirinya menanyakan jalan keluar terhadap persoalan tersebut kepada koleganya di China. ”Dia bilang satu bulan sebelum dan sesudah Tahun Baru China kami tetap buka di hari Sabtu dan Minggu,” kata Yukki. Yukki mengatakan, pihak yang sepakat tetap buka di Sabtu dan Minggu tersebut bukan hanya pelaku logistik, perusahaan truk, dan jasa pengiriman kilat, tetapi juga semua bank dan bea cukai. Hal ini untuk mengejar pengiriman sehingga tidak ada penumpukan saat libur. ”Ternyata mereka bisa. Jadi, mereka bisa mengurus pengangkutan 500 juta orang, ditambah memberi makan seluruh penduduk, dan mengelola 8 pelabuhan terbesar dunia. Mereka bisa mengelola dan tidak ada yang protes. Kuncinya komunikasi dalam pengaturan,” kata Yukki.

Kondisi truk

Direktur Angkutan dan Multimoda Kementerian Perhubungan Cucu Mulyana mengatakan, ada pendapat bahwa angkutan Lebaran baru dikatakan sukses apabila angkutan barang tidak dibatasi. ”Hal seperti itu boleh jadi benar. Akan tetapi, kondisi truk di Indonesia mayoritas umurnya di atas 15 tahun sehingga kinerjanya jauh dari harapan. Otomatis dengan kendaraan sebesar itu selain lambat juga pasti menempati ruang signifikan,” kata Cucu. Cucu mengatakan, angkutan barang disadari penting untuk mendorong perekonomian. Terkait hal tersebut, selama masa Lebaran, dilakukan pengelolaan angkutan barang. Pengaturan itu nantinya menyangkut jadwal angkutan barang sebelum dan sesudah Lebaran yang diumumkan jauh-jauh hari sehingga pelaku usaha bisa mengelola lebih awal. Kepastian waktu yang teragendakan akan memudahkan pelaku usaha dalam menjalankan rencana bisnisnya, termasuk di sektor logistik.

Umur truk di Indonesia mayoritas di atas 15 tahun sehingga kinerjanya jauh dari harapan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.