Pengembalian Dana Lambat

Badan Usaha Jalan Tol Meminjam Talangan dari Pihak Ketiga

Kompas - - EKONOMI - (NAD)

JAKARTA, KOMPAS — Badan usaha jalan tol mengeluhkan pengembalian dana talangan oleh pemerintah yang berjalan lambat. Padahal, dana yang disalurkan sebagai talangan itu merupakan pinjaman badan usaha dari pihak ketiga atau perbankan. Berdasarkan data dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), total penyaluran talangan oleh badan usaha jalan tol (BUJT) untuk pembebasan lahan tol tahun 2016 dan 2017 sebesar Rp 24,28 triliun. Dana sejumlah itu terdiri dari penyaluran 2016 sebesar Rp 15,04 triliun dan penyaluran 2017—sejak awal tahun hingga kini—sebesar Rp 9,24 triliun. ”Setiap ada tagihan ganti rugi (lahan), kami dengan cepat menalangi. Namun, hal itu tidak diimbangi dengan kecepatan pengembalian. Ini ironis,” kata Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto saat dihubungi Kompas, Minggu (30/7), di Jakarta. Menurut catatan BPJT, dari realisasi penyaluran 2016 sebesar Rp 15,04 triliun, yang sudah diverifikasi untuk diganti pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) sebesar Rp 13,87 triliun. Adapun sisanya merupakan talangan untuk ruas-ruas tol yang baru masuk proyek strategis nasional. Penagihan dari badan usaha yang sudah masuk ke LMAN sebesar Rp 12,27 triliun. Namun, menurut catatan BPJT, yang sudah diganti baru Rp 4,61 triliun.

Pinjaman

Herwidiakto mengatakan, pihaknya telah menyalurkan talangan sekitar Rp 8,5 triliun. Dari jumlah itu, yang telah ditagih ke pemerintah untuk diganti Rp 4,8 triliun berupa pokok talangan, belum termasuk kompensasi yang harus dibayar pemerintah sebesar suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Sementara yang sudah diganti baru Rp 265 miliar atau 5,5 persen dari yang ditagihkan. ”Talangan itu kami pinjam dari pihak ketiga dengan suku bunga rata-rata 11 persen. Sementara kompensasi sesuai suku bunga acuan BI sebesar 4,75 persen. Itu berarti kami menanggung selisih sekitar 6 persen. Setiap hari bisa dihitung berapa yang harus kami keluarkan karena mundurnya pengembalian,” ujar Herwidiakto. Herwidiakto mengatakan, jika talangan segera diganti pemerintah melalui LMAN, maka dana itu akan digulirkan kembali untuk menalangi ruas tol lain. Hingga akhir 2017, Waskita Toll Road mesti mengeluarkan sekitar Rp 13 triliun untuk menalangi ruas tol lainnya. Direktur PT Hutama Karya (Persero) I Gusti Ngurah Putra mengatakan, dana talangan mesti digulirkan secepat mungkin. Direktur PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani mengatakan, saat ini pihaknya telah menalangi sekitar Rp 9 triliun. Dari jumlah tersebut, yang telah dikembalikan baru sekitar Rp 1,8 triliun. ”Kami sangat berharap dana talangan segera dikembalikan,” kata Desi. Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna mengatakan, telah menerima keberatan dari BUJT tentang pengembalian talangan yang berjalan lambat. BPJT pun menyadari kemampuan BUJT terbatas karena harus menanggung selisih bunga pinjaman. Direktur LMAN Rahayu Puspasari mengatakan, hingga Minggu kemarin, penggantian talangan yang telah dibayarkan Rp 5,88 triliun. Adapun tagihan yang telah masuk ke LMAN sekitar Rp 12 triliun.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Jalan tol ruas Bawen-Salatiga yang melewati Kecamatan Pabelan, Kota Salatiga, Jawa Tengah, dilihat dari udara, Minggu (30/7). Akses ke jalan tol sepanjang 17,6 kilometer tersebut ditutup selama berlangsungnya pembenahan di sejumlah titik. Selama 16 hari penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran lalu, jalan tol tersebut dilewati 311.884 kendaraan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.