Edukasi Jadi Penentu Perkembangan

Kompas - - EKONOMI - (JOE)

JAKARTA, KOMPAS — Edukasi merupakan salah satu penentu perkembangan industri keuangan, termasuk reksa dana. Dalam rangka mendorong perkembangan industri reksa dana, Otoritas Jasa Keuangan dan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia berkampanye. Kampanye tersebut berupa edukasi kepada masyarakat berbentuk video serta membuat laman dan penyebaran materi-materi edukasi di media sosial. Diharapkan, dengan bantuan materi tersebut, investasi reksa dana menjadi lebih mudah dipahami masyarakat. Pada akhirnya, lebih banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi pada reksa dana. Materi edukasi ini dapat digunakan pelaku industri reksa dana, seperti manajer investasi dan bank distribusi untuk mengedukasi nasabah mereka. ”Kalau melihat Single Investor Identification, jumlahnya 530.614. Jika dibandingkan dengan 2015 ada 247.982. Jadi, ada peningkatan sekitar 114 persen,” kata Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto di Jakarta, akhir pekan lalu. Kendati ada peningkatan yang cukup signifikan, tetapi jumlah investor tersebut masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, yakni hanya 0,2 persennya. Adapun dana kelolaan reksa dana per 25 Juli 2017 sebesar Rp 387 triliun, meningkat 153 persen dari 2010 atau naik 22 persen dari akhir 2016. Head of Wealth Management & Digital Business Bank Commonwealth Ivan Jaya sepakat, edukasi untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang investasi, khususnya reksa dana, merupakan salah satu tantangan pengembangan industri. ”Soal disiplin mengalokasikan uang untuk investasi menjadi kendala. Kebanyakan orang baru berinvestasi jika ada sisa uang,” katanya. Pengetahuan masyarakat tentang investasi pun masih terbatas. Sebagian besar orang masih senang berinvestasi pada aset tradisional, seperti memegang dana tunai, membeli rumah atau tanah, atau membeli emas. ”Padahal, ada kesempatan untuk mendapatkan imbal hasil lebih tinggi, seperti berinvestasi pada reksa dana saham yang dapat menghasilkan imbal hasil sekitar 15 persen per tahun dalam 10 tahun terakhir ini,” kata Ivan. Reksa dana juga bukan produk investasi yang hanya dapat diakses masyarakat yang memiliki penghasilan besar. Minimal investasi pada reksa dana sebesar Rp 100.000, meskipun sebagian besar dapat dimulai dari Rp 250.000. Reksa dana juga dapat dikatakan likuid karena dapat dicairkan kapan saja.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.