Polisi Tangkap Pelaku Bom London

Kompas - - INTERNASIONAL - (AP/REUTERS/AFP/LOK)

LONDON, SABTU — Polisi Inggris, Sabtu (16/9), menangkap seorang pemuda berusia 18 tahun yang diduga sebagai pelaku peledakan bom kereta bawah tanah London. Pria tersebut ditangkap di pelabuhan feri Dover, Inggris. Insiden ledakan bom rakitan pada Jumat pagi itu mengakibatkan sedikitnya 29 orang cedera dan dirawat di rumah sakit. Ini adalah serangan teror kelima di Inggris dalam enam bulan terakhir. Menurut laporan media, bom rakitan tersebut gagal meledak sempurna saat kereta memasuki stasiun Parson’s Green dan menyebabkan kobaran api. Bola api yang menyambar menyebabkan sejumlah penumpang kereta menderita luka bakar. Sebagian penumpang lain terluka saat berdesakkan keluar dari kereta dan dari stasiun. Polisi di wilayah pelabuhan Dover mengatakan, tersangka telah ditahan dan akan dipindahkan ke London. ”Penangkapan ini akan menyebabkan petugas kami lebih sibuk dan banyak aktivitas,” demikian pernyataan polisi Inggris. Pelaku ditahan di bawah undang-undang antiterorisme. Setelah polisi Inggris menyatakan insiden itu sebagai serangan teror, kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) mengklaim berada di balik serangan tersebut. Klaim tersebut menyebabkan level ancaman nasional meningkat menjadi situasi kritis, artinya serangan lain bisa saja terjadi. Empat serangan teror sebelumnya di London dan Manchester pada tahun ini merenggut nyawa 35 orang. Tiga dari serangan tersebut menggunakan kendaraan yang ditabrakkan pada pejalan kaki. Pada Mei lalu, Pemerintah Inggris mengeluarkan peringatan setelah terjadi serangan bom bunuh diri seusai konser penyanyi Ariana Grande di Manchester Arena, yang juga diklaim oleh NIIS. Pada Jumat malam, Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan, 1.000 tentara keamanan diterjunkan dan akan bertanggung jawab menjaga situs-situs utama di Inggris, termasuk fasilitas nuklir. Ketua Komite Koordinasi Kontraterorisme Kepolisian Inggris Mark Rowley mengatakan, petugas tengah memburu para tersangka. ”Seseorang telah menaruh bom rakitan ini di kereta bawah tanah. Kita harus berpikiran terbuka pada tahap ini mengenai si pelaku dan juga siapa saja yang berpotensi sebagai komplotannya,” kata Rowley. Sejumlah saksi mata menggambarkan kekacauan setelah ledakan. Salah seorang saksi bernama Charlie Craven mengatakan, dia mendengar ledakan besar dan bola api oranye menyelimuti seluruh kereta bawah tanah. Saksi lainnya, Lauren Hubbard, menggambarkannya sebagai ”tembok api”. Pengguna Twitter @Rrigs mengunggah gambar ember putih, yang diduga sebagai tempat bom rakitan, yang terbakar di dalam kereta. Dia juga menulis bagaimana bola api menghantam kereta dan penumpang berlarian ke luar.

Diperiksa

Sisa-sisa bom rakitan itu kini diperiksa oleh ilmuwan forensik, tetapi tidak ada rincian lebih lanjut yang disampaikan pada publik. Media Inggris melaporkan, bom rakitan itu dilengkapi pengatur waktu ledakan, tetapi gagal diledakkan dengan benar. Polisi mengatakan, mereka tidak akan mengeluarkan rincian lebih lanjut mengenai pria yang telah mereka tangkap pada tahap ini dengan ”alasan investigasi yang kuat”. Polisi dikerahkan menjaga jaringan transportasi dan di jalan-jalan di Inggris. Kawasan di sekitar stasiun Parsons Green sangat sibuk karena evakuasi hampir sepanjang hari. Rumah sakit yang merawat korban mengatakan, tidak ada korban yang dalam kondisi serius. Hanya tiga orang yang masih dirawat hingga Sabtu pagi. Louis Hather (21), yang saat itu sedang berangkat ke tempat kerja dan duduk di gerbong yang berjarak tiga gerbong dari tempat ledakan tersebut terjadi menceritakan, bisa mencium bau terbakar. ”Seperti saat Anda membakar plastik,” katanya. Dia terinjak-injak saat penumpang keluar dari stasiun dan kakinya mengalami memar cukup parah.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.