Bibit Baru Lifter Indonesia

281 Karateka Bersaing di Pekan Olahraga Pelajar Nasional 2017

Kompas - - OLAHRAGA - (KRN/DNA)

SEMARANG, KOMPAS — Penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Nasional di Semarang, Jateng, 12-20 September, memunculkan bibit-bibit baru angkat besi Indonesia. Para lifter itu membutuhkan pembinaan berkesinambungan sesuai parameter perkembangan untuk mencapai puncak prestasi.

Lifter tuan rumah Jateng, Ahmad Imron Hanafi, menggebrak panggung angkat besi pada kelas 85 kilogram di Hotel Semesta, Semarang, Sabtu (16/9). Pelajar SMK Perintis 29 Semarang ini memasang target angkatan snatch pertama di atas enam pesaingnya, yakni 105 kg. Ketika para pesaingnya gagal mengangkat beban pada percobaan pertama atau kedua, Imron dengan penuh percaya diri menuntaskan tiga kali angkatan. Dia sebenarnya sudah unggul ketika menyelesaikan angkatan 108 kg, melebihi angkatan terbaik lawannya, Enggal Pratama asal Jatim (107 kg). Tidak mau cepat puas, Imron meningkatkan angkatan menjadi 112 kg. Imron juga melakukan angkatan yang sempurna pada tiga kali angkatan clean and jerk. Dia mengangkat beban 130 kg, 135 kg, kemudian 140 kg. Imron juara dengan total angkatan 252 kg (snatch 112 kg, clean and jerk 140 kg). Enggal di posisi kedua dengan 247 kg (snatch 107 kg, clean and jerk 140 kg). Medali perunggu diraih Nyoman Art Ismail (Jabar) dengan 230 kg (snatch 101 kg, clean and jerk 129 kg). Imron mengakui baru kali ini bisa mengangkat beban snatch 112 kg. ”Dalam latihan, saya hanya bisa mengangkat beban 105 kg. Saya tidak menyangka dapat mengangkat beban melampaui latihan sehari-hari,” kata Imron dengan mata berkaca-kaca. Penampilan para lifter belia itu ditinjau Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora Washinton Sigalingging. Terkait pembinaan atlet yunior, Washinton menilai, pembinaan atlet yunior di daerah sering tidak memenuhi parameter perkembangan atlet. ”Banyak atlet yang dituntut untuk berprestasi tinggi pada usia muda. Ketika memasuki usia senior, prestasi mereka justru tertinggal,” kata Washinton. Pembinaan lifter muda di sejumlah daerah, misalnya, kurang memperhatikan asupan nutrisi. Beberapa atlet belia juga berlatih menggunakan peralatan orang dewasa. ”Untuk mengatasi hal itu, kami sedang mengevaluasi proses pembinaan atlet, menyusun standardisasi latihan, dan menggerakkan pihak-pihak terkait untuk memenuhi kebutuhan atlet,” kata Washinton.

Karate

Di cabang karate, 281 karateka dari 33 provinsi berjuang menjadi yang terbaik. Karate memper tandingkan 17 kelas perorangan dan beregu pada disiplin kata ( jurus) dan kumite (tarung). Pada hari pertama, Sabtu, Banten untuk sementara memimpin dengan dua medali emas. Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara masing-masing meraih satu emas dan satu perak. Sulawesi Selatan di peringkat kelima dengan dua perak dan dua perunggu.

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA

Atlet angkat besi yunior Jawa Tengah, Ahmad Imron Hanafi, berusaha menyelesaikan angkatan clean and jerk terbaiknya, 140 kg, pada kelas 85 kilogram Pekan Olahraga Pelajar Nasional XIV di Hotel Semesta, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (16/9). Siswa SMK Perintis 29 Semarang ini meraih medali emas dengan total angkatan 252 kg.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.