Membangun Ikon Wisata Olahraga Baru

Kompas - - OLAHRAGA - (DIM/GRE)

MAGELANG, KOMPAS — Kostum olahraga dan medali Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 diluncurkan pada Minggu (17/9) ini di Balai Ekonomi Desa Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Lomba lari tahunan ini didorong menjadi ikon wisata olahraga, tak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional dan internasional. Borobudur Marathon 2017 akan digelar pada 19 November 2017 dengan tema ”Reborn Harmony”. Ini merupakan lomba lari tahunan sejak 1989 dengan ikon Candi Borobudur. Rute lari akan dimulai dari Taman Lumbini, Kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, melintasi alam pedesaan nan asri di Magelang. Tahun ini, Borobudur Marathon digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berkolaborasi dengan Bank Jateng. Dalam kesempatan gala dinner di Plataran Heritage Hotel Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (16/9), pihak penyelenggara memperkenalkan kostum dan medali lomba. Hadir dalam kesempatan ini antara lain Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng Urip Sihabudin; Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno; Ketua Yayasan Borobudur 10K Liem Chi An, serta Direktur Komunitas Harian Kompas Rusdi Amral. Urip mengungkapkan, Borobudur Marathon 2017 diharapkan berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah, khususnya kompleks Candi Borobudur. Pihaknya akan melihat tingkat kunjungan Candi Borobudur pada rentang Oktober 2017 hingga Januari 2018 sebagai bahan evaluasi. Menurut Urip, setiap daerah mempunyai potensi ikon pariwisata masing-masing. Untuk mempromosikan setiap ikon pariwisata dapat dilakukan beragam cara, termasuk menggunakan ajang olahraga. Ajang ini diharapkan dapat menjadi ikon wisata olahraga di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. ”Puncak kunjungan wisatawan ke Candi Borobudur setiap tahun terjadi pada Juli-Agustus. Jika dari Oktober 2017 sampai Januari 2018 nanti kunjungan wisatawan tetap stabil, artinya potensi ajang ini menjadi ikon wisata olahraga di Jawa Tengah besar,” ujar Urip. Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan, pihaknya mendorong agar Borobudur Marathon rutin terselenggara setiap tahun agar masyarakat lebih mengenal Candi Borobudur sebagai warisan budaya. Liem Chi An optimistis Borobudur Marathon dapat seperti Tokyo Marathon yang tidak sekadar menargetkan kuantitas peserta, tetapi juga kualitas penyelenggaraan. Dia juga berharap ajang ini dapat menjadi sarana publikasi bagi Taman Wisata Candi Borobudur. ”Sejak kecil kita semua dijejali informasi bahwa Borobudur termasuk ke dalam salah satu keajaiban dunia. Namun, faktanya, saat saya ke luar negeri tidak banyak orang tahu Candi Borobudur,” ujar Liem.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.