Taktik Wenger Jadi Sorotan

Zappacosta Perbanyak Opsi Lini Pemukul Chelsea

Kompas - - OLAHRAGA - (AP/REUTERS/JOY)

LONDON, SABTU — Dalam kariernya sebagai pelatih, satu hal yang paling dibenci oleh Arsene Wenger adalah diragukannya taktik dan strategi permainannya. Situasi itu muncul kembali dalam persiapan Arsenal menghadapi tuan rumah Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (17/9). Rekor yang buruk di Bridge melawan ”The Blues” dan start lemah yang di Premiership, sekali lagi membuat taktik Wenger menjadi sorotan. Memulai musim 2017-2018 dengan menepis isu pemecatan tidak membuat kursi Wenger bertambah nyaman. Pertama kalinya keluar dari ajang paling bergengsi Liga Champions setelah 19 tahun beruntun tanpa absen, adalah beban psikologis pertama yang harus disingkirkan Wenger. Upayanya bisa dibilang gagal, dan ”The Gunners” kalah dua kali dalam tiga laga awal Premiership, termasuk kekalahan memalukan 0-4 dari Liverpool di Anfield. Meski Arsenal kemudian bangkit dengan memenangi dua laga terakhir, termasuk saat melawan Koeln di Liga Europa, strategi permainan Arsenal menjadi bulan-bulanan pertanyaan pakar dan media. Terlebih menjelang laga di markas Chelsea, di mana Arsenal lima kali kalah beruntun dan total skor 15-2. Menjelang akhir musim lalu, Wenger menerapkan formasi tiga bek sentral untuk memperkuat fondasi pertahanan The Gunners. Taktik itu membuahkan hasil dengan memboyong Piala FA setelah mengalahkan Manchester City di semifinal dan Chelsea di final. Meski demikian, formasi tiga bek sentral sepertinya bukan rencana jangka panjang Wenger. Dia beberapa kali mengganti formasi lini pertahanan dalam beberapa laga musim ini. Di awal laga, Wenger memang menempatkan tiga bek sentral ditambah dua bek sayap yang perimeternya lebih banyak di sekitar sektor tengah. Namun, pada babak kedua, seperti ketika menghadapi Koeln, Wenger mengubah formasi belakangnya menjadi empat pemain sejajar, formasi standar dalam metode 4-4-2. Wenger sepertinya ingin memberi keseimbangan yang lebih baik di lini tengah yang kerap kedodoran. Jelang laga di Bridge, Wenger harus memutuskan apakah akan tetap dengan formasi tiga bek sentral atau menambah satu pemain untuk memperkuat struktur pertahanan. Isu ini kembali mencuat mengingat catatan buruk Arsenal pada laga-laga tandang menghadapi tim papan atas sejak Januari 2015. Akan tetapi, Wenger menampik anggapan bahwa Arsenal mendapatkan ekstra beban psikologis dalam laga tandang meski statistik mengatakan demikian. ”Saya tidak percaya hal itu,” ujarnya dalam jumpa media, Jumat lalu. ”Di mana pun, panjang lapangan 105 meter dengan lebar 68 meter. Dan tidak sekalipun dalam hidup, saya sepakat adanya perbedaan antara laga kandang dan tandang. Jauh lebih mendasar adalah berapa besar keinginan Anda untuk menang, dan kami punya kualitas untuk itu,” tegas pelatih asal Perancis itu. Daripada fokus pada catatan buruk di Bridge, Wenger lebih memilih sisi terang Arsenal dan meminta pemainnya mengenang kemenangan terakhir atas tim pasukan Antonio Conte tersebut. ”Chelsea dalam beberapa tahun telah menjadi tim hebat, tetapi rekor kami juga bagus akhirakhir ini. Kami menang dalam final FA Cup dan Community Shield. Karena itu, kami fokus pada kualitas permainan dan tidak terlalu fokus pada strategi kami,” tandas Wenger.

Rotasi ampuh

Jika Wenger puyeng dengan pertanyaan soal taktik, tidak demikian dengan Conte yang strategi rotasinya terbukti ampuh dalam menjalani empat kompetisi sekaligus. Kehadiran Davide Zappacosta di sayap serang saat menghadapi Qarabag di Liga Champions, Selasa lalu, membuat Conte memiliki lebih banyak opsi di lini pemukul. Zappacosta membuktikan, tanpa Eden Hazard dan Alvaro Morata di 11 pemain mula, Chelsea tetap tajam. Tanpa khawatir dengan rekor dan statistik, Conte hanya berharap Chelsea akan melakukan balas dendam manis terhadap Arsenal setelah dua kekalahan beruntun di final Piala FA dan Community Shield. ”Yang penting kami bermain dengan 11 pemain, sampai akhir,” ujar Conte.

Liverpool tertahan

Di laga Sabtu malam, Liverpool ditahan 1-1 oleh Burnleu di Anfield. Ini merupakan hasil buruk mengingat lawan mereka bukanlah tim kuat. Liverpool sebelumnya kalah 0-5 dari Manchester City. Di Liga Champions, mereka ditahan Sevilla 2-2. Hasil Liverpool itu kontras dengan Manchester City yang membenamkan tuan rumah Watford 0-6. Striker Sergio Aguero menceploskan tiga gol dan melepaskan satu asis untuk Gabriel Jesus. Gol lainya dicetak Raheem Sterling dan Nicolas Otamendi.

AFP PHOTO/PAUL ELLIS

Bek Liverpool, Joel Matip, berduel dengan striker Burnley, Chris Wood, pada pertandingan Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu (16/9). Liverpool hanya mampu bermain imbang 1-1 pada laga ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.