Pekan Menguji Hasil Komitmen

Kompas - - OLAHRAGA - (DD03/DD16/JON)

JAKARTA, KOMPAS — Dua tim papan atas Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14, Jakarta Football Academy dan ASIOP Apacinti, bertekad menjaga rekor tidak terkalahkan, sebuah rekor yang menjadi buah dari komitmen berlatih seluruh anggota tim. Hasil komitmen itu akan diuji ketika keduanya berduel pada pekan keenam di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (17/9) ini. Jakarta Football Academy (JFA) saat ini berada di puncak klasemen dengan torehan 13 poin dari lima pertandingan. Sementara ASIOP berada di posisi ketiga dengan 11 poin. Baik JFA maupun ASIOP sama-sama mengutamakan kehadiran para pemainnya saat latihan. Komitmen itu tidak terbentuk atas desakan pelatih, melainkan murni keinginan pemain. Nestor Agung Pambudi, kapten JFA, adalah salah satu pemain yang selalu hadir saat latihan. Pemain yang kedapatan mangkir latihan akan diganjar hukuman berlari mengelilingi lapangan sebanyak dua putaran pada pertemuan berikutnya. ”Saya ingin menang, jadi untuk itu harus rajin berlatih. Latihan membuat saya tetap fokus. Kalau tidak latihan, rasanya seperti ada yang kosong,” kata pemakai nomor punggung 23 itu di sela-sela latihan, Sabtu (16/9). Selain berlatih sesuai jadwal tim, para pemain JFA juga diizinkan berlatih tambahan. Bahkan bagi pemain yang tempat tinggalnya jauh, mereka diizinkan berlatih dengan sekolah sepak bola terdekat. Komitmen berlatih para pemain JFA mendapat perhatian serius dari tim pelatih. Kehadiran rutin saat latihan sangatlah penting karena bisa meningkatkan kekompakan tim. ”Latihan Sabtu biasanya 22 orang, sedangkan Selasa dan Kamis minimal 15 orang pemain hadir,” kata Pelatih JFA Ahma Zulkifli di Halim. Selain itu, kehadiran juga menjadi tolok ukur pelatih untuk melihat perkembangan pemain dan penentuan susunan pemain menjelang laga. Pemain yang sering tidak mengikuti latihan bisa dicoret dari daftar pemain yang akan bertanding. ”Setiap latihan, saya selalu mendata pemain yang hadir maupun yang tidak hadir. Mereka yang tidak hadir harus memberitahukan alasannya lewat Whatsapp. Alasannya harus jelas. Ada dua pemain yang sudah saya coret dari tim akibat tidak pernah latihan,” kata Ketua Komite Orang Tua Pemain JFA U-14 Hernoto Pambudi. Komitmen berlatih juga ditunjukkan pemain ASIOP. Komitmen tinggi itu didasarkan pada niat mereka untuk kembali menjadi tim kuat dalam pergelaran LKG musim ini. Komitmen itu diwujudkan para pemain dengan kehadiran rutin pada setiap sesi latihan. ”Semua pemain kami hadir pada latihan ini,” kata Pelatih ASIOP Apacinti Yayat Supriatna saat ditemui terpisah di Lapangan Wisma Aldiron. Para pemain terlihat begitu serius dalam latihan sore itu. Mereka selalu memperhatikan setiap kali pelatih menjelaskan taktik yang akan dimainkan dalam pertandingan. ”Bukan ASIOP yang butuh saya, tetapi saya yang butuh ASIOP. Kalau tidak berlatih, saya bisa ketinggalan banyak. Kalau terpaksa tidak bisa ikut latihan, saya berlatih sendiri di rumah,” ujar Muhammad Uchida Sudirman, kapten Apacinti, seusai latihan. Menurut Yayat, hadir rutin latihan adalah syarat agar pemain bisa turun di hari pertandingan. ”Skill yang bagus bukan jaminan pemain akan bisa diturunkan. Saya lebih senang dengan pemain yang biasa-biasa saja, tetapi rajin datang latihan. Saya yakin pemain yang biasa itu bisa melampaui pemain yang tadi ber-skill bagus, tetapi sering bolong-bolong latihan,” ujarnya.

Penampilan meroket

Buah komitmen itu meroketkan JFA ke puncak klasemen pekan lalu. Mereka tim tersubur dengan koleksi 18 gol dari lima laga. JFA bahkan menempatkan tiga pemainnya dalam daftar pencetak gol terbanyak, yaitu Muhammad Pandu Mahardika dengan empat gol serta Ramadhan dan Nestor Agung Pambudi yang masing-masing tiga gol. Di lain pihak, Apacinti yang kini ada di peringkat ketiga merupakan salah satu tim dengan pertahanan tersolid. Gawang mereka baru sekali kebobolan sejauh ini. Lini belakang yang digalang Uchida sulit ditembus. Tak ayal, duel kedua tim bakal berlangsung sengit mengingat keduanya mengusung pakem permainan yang kontras. JFA tampil dengan pola permainan andalannya, yaitu menyerang lewat penguasaan bola dan operan-operan pendek dari kaki ke kaki. Sebaliknya, Apacinti bakal lebih mengandalkan taktik serangan balik.

KOMPAS/PRIYOMBODO

Pemain SSB Cibinong Raya, Fadingga Bintang Aprianto (biru), berebut bola dengan pemain SSB Bina Taruna, Alvito Enggartiarso Siswanto, pada laga pekan kelima Liga Kompas Gramedia Panasonic U-14 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (10/9). Bina Taruna dan Cibinong Raya bermain imbang 1-1.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.