Menanti Kematangan Strategi ”I Rossoneri”

Kompas - - OLAHRAGA - (AFP/DEN)

Kami berhasil mengalahkan Vienna, tetapi strategi ini bukan sebuah jaminan. Luca Antonelli

MILAN, SABTU — Pelatih AC Milan Vincenzo Montella berhasil membuktikan keampuhan formasi 3-5-2 yang diterapkannya saat menggilas Austria Vienna 5-1 dalam laga Liga Europa, Jumat (15/9). Kini Montella masih harus memastikan jika formasi anyarnya itu memang pas bagi ”I Rossoneri” saat ini. Kesempatan untuk kembali menguji formasi itu akan mereka miliki saat menjamu Udinese di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (17/9). Jika efektif untuk menggilas Vienna, formasi itu kemungkinan juga bisa menjadi modal untuk kembali meraih tiga poin di Serie A. Tim ”Merah dan Hitam” ini sudah kehilangan poin di Serie A saat dikalahkan Lazio 1-4 pekan lalu. Ini merupakan kekalahan pertama dari tiga laga sejak awal musim. Selain Lazio yang merupakan lawan sepadan pertama yang mereka hadapi, Milan masih menggunakan formasi standar 4-3-3. Seperti dilansir Football-Italia, Montella sejak awal kebelet menggunakan formasi 3-5-2. Namun, ia harus menundanya karena sistem baru itu belum diisi pemain yang tepat. Formasi tiga bek itu pernah digunakan pada pertandingan kedua melawan Shkendija di Liga Europa, tetapi Milan hanya menang 1-0. Sebaliknya, pada laga pertama dengan formasi 4-3-3, Milan justru bisa menggilas Shkendija 6-0. Kunci keberhasilan formasi anyar itu, jika melihat hasil laga kontra Vienna, adalah adanya trio Leonardo Bonucci, Alessio Romagnoli, dan Cristian Zapata di lini pertahanan. Montella sempat menunggu kondisi fisik Romagnoli benar-benar pulih untuk memakai strategi ini. Lalu ada Hakan Calhanoglu yang diberi kebebasan di lini tengah. Hasilnya, Calhanoglu bisa mencetak satu gol dan memberikan dua asis, sedangkan striker Andre Silva mencetak tiga gol. Montella dan pasukannya puas dengan irama baru yang mereka temukan itu. Namun, mereka sadar sebuah sistem tidak bisa dipakai di setiap laga. ”Kami berhasil mengalahkan Vienna, tetapi strategi ini bukan sebuah jaminan,” kata gelandang Milan Luca Antonelli. Hal yang sama diungkapkan Montella. Baginya, taktik Milan sedang berevolusi. Ia juga mengklaim mempunyai pemain dengan beragam karakter yang memungkinkannya mengganti sistem saat laga tengah berjalan. ”Anda tidak bisa memenangi laga dengan mengandalkan taktik semata tanpa memiliki determinasi,” kata Montella. Motivasi pemain sangat ia perhatikan. Karena itu, mantan pemain AS Roma dan Sampdoria itu terkadang meragukan susunan pemain yang ia buat pada detik-detik terakhir menjelang laga. Saat ini, motivasi skuad Rossoneri sedang memuncak meski menghadapi ”musibah”, yaitu cederanya bek sayap Andrea Conti Jumat lalu. Conti yang baru saja dibeli dari Atalanta cedera saat latihan sehingga harus menjalani operasi lutut dan bakal absen selama enam bulan ke depan. Bagi Pelatih Udinese Gigi Del Neri, absennya Conti bukan masalah besar bagi Milan yang punya banyak stok pemain bertalenta. ”Melawan Milan tetaplah sulit. Kami akan mengandalkan taktik jitu dan antusiasme,” katanya.

Sempat kesulitan

Pada laga di Stadion Ezio Scida, Crotone, Sabtu (16/9), Inter Milan mengalahkan Crotone 2-0. Dengan hasil ini, Inter masih menjadi salah satu tim yang berhasil memenangi keempat laga yang bergulir sejak awal musim dan mengumpulkan 12 poin. Meski menghadapi tim yang nyaris terdegradasi pada musim lalu itu, Inter sempat kesulitan mencetak gol. Baru pada menit ke-82, bek Milan Skriniar memecah kebuntuan dan kemudian Ivan Perisic menambah gol dua menit setelah waktu normal 90 menit habis.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.