Makan ”Permen”, Siswa SD Pingsan

Kompas - - NUSANTARA - (DIA)

MALANG, KOMPAS — Kasus penyalahgunaan obat di kalangan anak-anak dan remaja di Kendari juga ditemukan di Kota Malang, Jawa Timur. Hari Sabtu (16/9), seorang anak pingsan dan harus dilarikan ke klinik untuk mendapat perawatan lebih lanjut setelah meminum sejenis ”permen” yang diberikan orang tidak dikenal. Polisi menyelidiki kasus itu. Menteri Kesehatan Nila Djuwita Anfasa Moeloek meminta aparat bertindak tegas, mengungkap merebaknya kasus penyalahgunaan obat belakangan ini. Erik Dekna Septianto (9), siswa kelas II SDN Bakalan Krajan 1 Kota Malang, pingsan setelah memakan sejenis permen pemberian dari orang tak dikenal. Erik pingsan selama dua jam, dan setelah sadar ia dilarikan ke Klinik Apotik 71 Mulyorejo, Kota Malang. ”Saya menerima pasien dengan kondisi pupil matanya mengecil seperti orang keracunan atau terkena zat-zat psikotropika dan kesadarannya menurun. Saat ditanya, ia mengaku makan sejenis permen warna biru yang diberikan orang,” kata Yusak Wibowo Alim, dokter penanggung jawab di klinik itu. Erik menerima pil bundar bergambar boneka dan berwarna biru dari orang yang tidak dikenalnya. ”Dia punya dua pil. Satu diberikan saya dan satu lagi disimpan. Ia pun memberikan air minum kepada saya. Katanya permen itu vitamin,” kata Erik. Erik mengaku menerima permen itu di depan sekolahnya. Turiyono, ayah korban, berharap polisi bertindak tegas mencari pelaku. Pelaksana Tugas Kepala Kepolisian Sektor Sukun Komisaris Toyib Subur menyebutkan, pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.