Kontraterorisme

Berangkat dari novel laris, agen operasi kontraterorisme Amerika Serikat, Mitch Rapp, muncul di layar lebar untuk pertama kalinya. Film ”American Assassin” mempertemukan penggemar seri novel karya mendiang Vince Flynn itu dengan si tokoh utama tersebut. S

Kompas - - HIBURAN - OLEH FRANSISCA ROMANA NINIK

Ada 15 novel dalam seri Mitch Rapp yang ditulis Flynn. American Assassin merupakan buku ke-11 yang ditulis Flynn, tetapi merupakan yang pertama dalam urutan ceritanya. Setiap buku dalam seri Mitch Rapp merupakan buku laris menurut New York Times, terjual lebih dari 20 juta kopi di AS dan di seluruh dunia. Tokoh Mitch Rapp disebut-sebut sebagai salah satu tokoh rekaan yang paling digemari. Di antara penggemarnya adalah mantan Presiden AS Bill Clinton dan George W Bush. Novel American Assassin pertama kali diterbitkan tahun 2010. Namun, menjelang penayangan filmnya pada pertengahan September, buku ini diterbitkan ulang dengan sampul baru dari poster film tersebut. Produser film American Assassin Lorenzo di Bonaventura adalah salah satu penggemar berat Mitch Rapp. Dia juga mengenal Flynn sebelum meninggal tahun 2013. Membawa Rapp ke layar lebar telah lama menjadi mimpi Bonaventura. ”Ketika Vince meninggal dunia, kami melipatgandakan usaha kami untuk membuat film ini. Saya berutang kepadanya,” katanya seperti dikutip sejumlah media.

Modifikasi

Beberapa modifikasi dilakukan dalam film American Assassin. Dalam novel dikisahkan Rapp membalas dendam setelah kematian kekasihnya dalam pengeboman Lockerbie tahun 1988. Sementara dalam film, kekasih Rapp tewas dalam penembakan oleh teroris di sebuah pantai di Spanyol pada tahun ini. Ini dilakukan untuk memberi rasa kekinian pada film dan memberi titik pijak baru pada film. Rapp digambarkan masih muda dan bergaya generasi milenial seperti ditampilkan dalam adegan pertama film. Pemerannya pun aktor muda Dylan O’Brien yang dikenal lewat film seri film Teen Wolf dan The Maze Runner, barangkali untuk menarik penonton muda. Tak sedikit kritik yang meragukan kemampuan O’Brien memerankan tokoh rekaan dengan puluhan juta penggemar ini. ”Mungkin orang tidak menganggap saya bisa memerankan (Rapp) dan meyakinkan. Semua memungkinkan dalam pembuatan film, tetapi tidak ada yang tahu dirimu seperti dirimu sendiri,” ujar O’Brien seperti dikutip USA Today. O’Brien rupanya membuktikan diri mampu ”menghidupkan” Rapp yang bertransformasi dari pria romantis menjadi pria penuh dendam. Dikisahkan, Rapp kehilangan kekasihnya akibat serangan brutal teroris di Ibiza. Waktu beralih 18 bulan kemudian, menampilkan sosok Rapp yang terlatih dengan kemampuan olah fisik dan olah senjata hingga level mematikan. Dia berencana menembus sel teroris untuk membalaskan dendamnya. Aksinya menarik perhatian Wakil Direktur CIA Irene Kennedy (Sanaa Lathan) yang ke- mudian merekrut pemuda itu untuk menjadi anggota operasi gelap demi menyelamatkan dunia. Kennedy menugaskan veteran Stan Hurley (Michael Keaton) untuk menjadi mentor dengan pelatihan kelas berat. Hurley menanggap Rapp tidak punya kualifikasi menjadi anggota elite operasi gelap. Operasi demi operasi di sejumlah kota di dunia dijalankan yang rupanya berujung pada sosok misterius dengan nama kode Ghost (Taylor Kitsch). Dengan senjata nuklir sebagai rebutan, perburuan pun dilanjutkan. Seperti genrenya, film ini sarat dengan aksi laga yang berat. Perkelahian, kontak senjata api, dan pertumpahan darah mengisi hampir sepanjang film. Ada beberapa adegan yang bahkan terhitung brutal. Meskipun demikian, ketegangan yang tercipta tidak terlalu intens. Pemutarbalikan cerita pun mudah ditebak. Di samping kepiawaian aktor kawakan seperti Keaton dan aksi aktor muda O’Brien, cerita yang dibawakan cenderung datar, seperti standar film mata-mata dan kontraterorisme. Sejumlah kritikus Barat menilai, film ini gagal menerjemahkan intensitas dan kecerdasan si tokoh dari novel ke layar lebar. Penonton juga barangkali akan membandingkan American Assassin dengan film-film sejenis, seperti seri Bourne atau Jack Reacher. Sutradara Michael Cuesta belum memberi sesuatu yang baru dalam dunia mata-mata dan kontraterorisme ini. Mengingat masih ada belasan buku dalam seri Mitch Rapp, ada kemungkinan untuk membuat sekuelnya. Berdasarkan kronologinya, setelah American Assassin (Mitch Rapp #1) telah menanti Kill Shot (Mitch Rapp #2). Namun, tanpa terobosan dan eksekusi yang lebih menarik, kemungkinan riwayat Rapp di layar lebar bisa berhenti di film pertama.

FOTO-FOTO: IMDB/CBS FILMS

Film ”American Assassin”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.