Isu Dokumen Kependudukan Lama Diklarifikasi

Kompas - - POLITIK & HUKUM - (MHD)

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, ada sejumlah informasi tak akurat yang sedang berkembang di media sosial tentang Formulir Pelaporan Kelahiran Warga Negara Indonesia. Informasi yang salah itu adalah tentang penggunaan formulir lama yang masih mencantumkan penggolongan penduduk berdasarkan keturunan dan agama. ”Informasi itu disebarkan pihak-pihak yang tidak paham tentang administrasi kependudukan,” kata Zudan, Jumat (13/10), di Jakarta. Menurut dia, formulir yang menggolongkan penduduk berdasarkan keturunan dan agama sudah tidak digunakan lagi lebih dari satu dekade lalu, tepatnya dihentikan penggunaannya tahun 2006. Dalam formulir lama yang sudah tidak digunakan lagi, pada kolom keturunan warga negara asing terdapat beberapa pilihan yang harus diisi warga keturunan yang akan melaporkan keberadaannya. ”Sekarang penduduk Indonesia hanya dibedakan antara WNI dan warga negara asing, tanpa ada pembedaan keturunan atau agama,” kata Zudan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.