Indonesia dan Vietnam Perkuat Kerja Sama

Kompas - - POLITIK & HUKUM - (DD08/EDN)

JAKARTA, KOMPAS — Indonesia dan Vietnam bersepakat memperkuat kerja sama di bidang pertahanan. Kedua negara juga berusaha menyelesaikan masalah masuknya kapal Vietnam di perairan Natuna, Kepulauan Riau. Pada pertemuan yang diadakan di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (13/10), Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menerima Menteri Pertahanan Republik Sosialis Vietnam Jenderal Ngo Xuan Lich. Pertemuan ini merupakan balasan kunjungan Ryamizard ke Vietnam pada Agustus 2016. ”Kerja sama ini dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pertahanan kedua negara,” kata Ryamizard. Oleh karena itu, kedua negara selalu menjaga komitmen dan prinsip saling menghormati. Ryamizard menjelaskan, kedua negara telah menjalin kerja sama sejak 62 tahun lalu. Pada 30 Desember 1955, kedua negara membangun kerja sama dengan menempatkan konsulat jenderal. Sepuluh tahun kemudian, hubungan tersebut meningkat penuh dengan masing-masing menempatkan duta besar. Kedua pihak sepakat mendukung terselenggaranya dialog strategis pertahanan dalam format Defence Policy Dialogue dan melanjutkan Joint Working Group di tingkat angkatan bersenjata. Forum Defence Policy Dialogue akan dilaksanakan pada 2018 untuk merencanakan program kerja sama pertahanan yang dapat direalisasikan pada masa mendatang. Lich mengapresiasi sambutan dan keterbukaan Indonesia. ”Saya percaya, kami dapat membangun relasi dengan Indonesia untuk mempertahankan kerja sama pertahanan,” kata Lich. Selanjutnya, ia berharap dapat kembali ke Indonesia untuk berdialog membicarakan permasalahan yang saat ini sedang menjadi keprihatinan bersama. Salah satunya terkait dengan masalah keamanan maritim di perairan Kepulauan Sulu, Filipina. Selain itu, kedua negara juga bertukar pandangan mengenai sejumlah isu yang menjadi keprihatinan bersama, seperti stabilitas keamanan di kawasan Laut China Selatan dan permasalahan penangkapan ikan secara ilegal.

Terkait masuknya kapal nelayan berbendera Vietnam di perairan Natuna, saat ini sudah ada pertemuan pimpinan angkatan laut kedua negara untuk menyelesaikannya.

Terkait masuknya kapal nelayan berbendera Vietnam di perairan Natuna, saat ini sudah ada pertemuan pimpinan angkatan laut kedua negara untuk menyelesaikannya. Selanjutnya akan ada pertemuan antarkementerian kelautan. ”Vietnam juga sedang menangani permasalahan ini,” kata Ryamizard. Pemerintah Vietnam memberikan pengertian kepada para nelayannya sehingga permasalahan semacam ini tidak akan terulang lagi. Secara terpisah, Direktur Imparsial Al Araf mengatakan, langkah awal dalam mengatasi ancaman di wilayah perbatasan adalah diplomasi dengan negara tetangga. Selain itu, diperlukan juga stabilitas ekonomi dan politik agar warga Indonesia di perbatasan tetap mendukung ketahanan nasional.

Perkuat penerbangan

Sementara itu, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut memperkuat persenjataan untuk jajaran Penerbangan TNI AL. Satu pesawat Beechcraft King Air serta dua helikopter Panther AS 565 Mbe HS-4203 dan HS-4204 resmi bergabung dalam jajaran Penerbangan TNI AL, Jumat. Kepala Staf TNI AL Laksamana Ade Supandi di Surabaya mengatakan, Penerbangan TNI AL secara bertahap mulai tahun 2015-2019 akan terus mengembangkan persenjataan. Jajaran persenjataan ini terdiri dari pesawat udara antikapal selam, antikapal permukaan, pendaratan lintas helikopter, dukungan logistik taktis, dan pesawat latih.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.