Iran: Jika AS Tarik Diri, Kekacauan Akan Terjadi

Kompas - - INTERNASIONAL - (AFP/AP/REUTERS/RET)

ST PETERSBURG, JUMAT — Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan, jika Washington menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran, berarti kesepakatan itu berakhir dan akan menimbulkan kekacauan global. Tindakan sepihak ini juga merupakan penghinaan terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa. Larijani mengatakan hal tersebut, Jumat (13/10), di sela-sela kunjungannya ke St Petersburg, Rusia. Menurut dia, sebagaimana dikutip kantor berita TASS, setiap revisi terhadap kesepakatan memberi peluang bagi Iran untuk mengambil tindakan sendiri. Larijani mengingatkan pula bahwa langkah AS akan menciptakan ketidakstabilan internasional. ”Kami akan terus mematuhi kewajiban-kewajiban kami sepanjang pihak-pihak lain memegang kesepakatan,” ucapnya. Kesepakatan yang membatasi pengembangan nuklir oleh Iran melibatkan delapan pihak. Selain Iran dan AS, pihak-pihak yang juga terlibat dalam penyusunan kesepakatan ialah China, Rusia, Perancis, Inggris, Jerman, dan Uni Eropa. Lewat kesepakatan ini, Iran bersedia menghentikan program pengembangan senjata nuklir. Sebagai imbalannya, sanksi ekonomi atas negara itu dicabut. Presiden AS Donald Trump, Jumat tengah malam WIB, dijadwalkan mengumumkan soal kelanjutan kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani pada 2015. Trump yang mulai memerintah pada Januari 2017 menilai perjanjian tersebut sangat buruk dan hanya menguntungkan Iran. Sejak masa kampanye, dia menyatakan akan meninjau kembali kesepakatan nuklir Iran. Namun, keinginan itu tidak mudah dilaksanakan. Trump sejauh ini masih harus menandatangani hasil sertifikasi kepatuhan Iran oleh lembaga internasional setiap tiga bulan. Tanda tangan presiden sama artinya dengan pernyataan bahwa Iran melaksanakan apa yang sudah disepakati. Informasi yang beredar menyebutkan, Trump akan menyatakan bahwa kesepakatan nuklir tidak lagi menjadi kepentingan keamanan nasional. Namun, dia tetap tak akan menarik diri dari kesepakatan nuklir. AS akan fokus soal aktivitas non-nuklir Iran yang justru sangat mengganggu. Trump diperkirakan akan mengumumkan soal korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris internasional. Direktur Badan Intelijen Pusat AS (CIA) Mike Pompeo dalam pidato di Universitas Texas telah menyinggung Garda Revolusi dan menyebut Iran sebagai negara terbesar yang mensponsori teror.

Harapan sekutu

Sekutu-sekutu Amerika mendesak AS untuk mempertahankan perjanjian. Mereka akan mengikuti dengan saksama pidato Trump. Uni Eropa bersama Rusia dan Cina mengesampingkan kemungkinan dibukanya kembali pembahasan kesepakatan. Hanya Perancis yang memberi sinyal bersedia mengatasi masalah-masalah yang belum terpecahkan dengan negosiasi tambahan. Pemerintah Jerman, Jumat, menyatakan akan terus berupaya melanjutkan persatuan apabila Trump tidak menandatangani sertifikasi kepatuhan Iran. Berlin tetap yakin kesepakatan merupakan alat penting untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.