Warga Peringati Setahun Raja Wafat

Kompas - - HALAMAN DAPAN - (AP/AFP/LOK)

Warga Thailand memperingati satu tahun wafatnya mendiang Raja Bhumibol Adulyadej dengan berdoa bersama dan mengenakan pakaian hitam, Jumat (13/10). Para biksu memimpin upacara duka di seluruh Thailand.

BANGKOK, JUMAT — Warga Thailand memperingati satu tahun wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej dengan berdoa bersama dan mengenakan pakaian hitam, Jumat (13/10). Para biksu memimpin upacara duka di seluruh Thailand, mengawali prosesi kremasi yang dimulai akhir pekan depan selama lima hari dengan puncaknya pada 26 Oktober. Peringatan wafatnya Raja Bhumibol dilaksanakan di Rumah Sakit Siriraj Bangkok, ibu kota Thailand, tempat mendiang yang bergelar Raja Rama IX itu mengembuskan napas terakhir tepat setahun lalu. Peringatan juga digelar di gedung pemerintah dan istana kerajaan. Ribuan warga Thailand menunjukkan rasa hormat dan belasungkawa di jalan-jalan kota, pasar, dan kuil, mereka berlutut di depan para biksu yang mengenakan kain oranye yang menjalankan ritual Buddha. ”Kita bisa melihat pencapaian beliau di televisi. Namun, kini saat beliau meninggal dunia, kita belajar tentang banyak hal yang telah dilakukan beliau untuk negeri ini,” kata Panicha Nuapho (66), warga Thailand utara yang menempuh perjalanan sejauh 330 kilometer ke Bangkok untuk memberikan penghormatan terakhirnya di RS Siriraj. ”Ini penghormatan terakhir saya,” katanya sambil meneteskan air mata.

Melantunkan doa

Di halaman RS, pelayat berpakaian hitam memberikan sedekah kepada arak-arakan panjang biksu dan ribuan pelayat lainnya bergabung dengan perawat dan dokter dalam doa saat para biksu melantunkan doa melalui pengeras suara. Mangkatnya Raja Bhumibol pada usia 88 tahun setelah tujuh dekade bertakhta membawa duka mendalam. Pemerintah menetapkan satu tahun masa berkabung yang akan berakhir saat upacara kremasi jenazah Raja Bhumibol pada 26 Oktober. Lebih dari 12 juta orang, atau hampir seperlima populasi Thailand, telah mengunjungi Istana Kerajaan Thailand tempat jenazah Raja yang naik takhta pada 1946 ini dibaringkan selama setahun terakhir. Pemerintah junta militer Thailand telah meminta warga Thai untuk mengheningkan cipta selama 89 detik pada Jumat kemarin, pukul 15.52 sore, yang menandai waktu resmi wafatnya Raja Bhumibol, dalam budaya Thailand diartikan sebagai usia Raja yang ke-89. Pada saat yang sama, sembilan gajah putih yang dihias cantik berlutut untuk mengenang Raja Bhumibol di ibu kota kerajaan kuno Ayutthaya yang terletak di luar Bangkok. Putranya, Raja Maha Vajiralongkorn Bodindradebayavarankun, juga berlutut di depan foto Raja Bhumibol dan Ratu Sirikit di Istana Dusit. Raja Vajiralongkorn memimpin upacara mengenang jasa-jasa Raja pada Jumat dan Sabtu ini. Banyak warga berbondong-bondong ke area sekitar istana dan meletakkan bunga di bawah foto Raja Bhumibol berukuran besar.

AFP/ROBERTO SCHMIDT

Gajah putih mengangkat kaki dalam prosesi singkat di tengah kerumunan orang yang berkumpul untuk memberikan penghormatan terhadap mendiang Raja Thailand Bhumibol Adulyadej di kota Ayutthaya, Thailand, Jumat (13/10). Penghormatan diberikan oleh warga dalam upacara peringatan satu tahun wafatnya Raja Bhumibol.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.