Irak-Kurdi Berhadapan

Baghdad Kerahkan Militer untuk Merebut Kirkuk

Kompas - - INTERNASIONAL - (AFP/REUTERS/BEN)

KIRKUK, JUMAT — Ribuan personel militer Irak berhadap-hadapan dengan pasukan Kurdistan Irak di provinsi kaya minyak, Kirkuk, Kamis (12/10), setelah Baghdad melancarkan operasi militer untuk merebut wilayah yang dikuasai Kurdistan Irak. Pemerintah Regional Kurdistan (KRG) menyatakan siap menghadapi ancaman Pemerintah Irak. Wakil Presiden KRG Kosrat Rasul menyatakan, pihaknya mengirim 6.000 anggota pasukan tambahan ke Kirkuk. Pasukan itu memperkuat puluhan ribu anggota militer KRG yang telah berada di Kirkuk dan dalam posisi siap tempur. Memanasnya situasi Kirkuk tidak bisa dilepaskan dari referendum kemerdekaan Kurdistan Irak dan operasi militer Irak merebut kembali wilayahnya dari milisi Negara Islam di Irak dan Suriah. Setelah pasukan Baghdad merebut kota Hawija, mereka berhadapan dengan pasukan Peshmerga Kurdi yang mengontrol Kirkuk. Kirkuk adalah wilayah multietnis yang sama-sama diklaim oleh Pemerintah Irak dan Pemerintah Regional Kurdistan. Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi menyatakan, pihaknya fokus untuk mengambil alih wilayah perbatasan Irak-Suriah. Di perbatasan itu, serangan besar dilakukan dengan bantuan pasukan koalisi. Namun, ia berjanji lebih menahan diri di Kirkuk. ”Kami tidak ingin melakukan agresi atau konfrontasi, tetapi otoritas federal harus hadir di wilayah yang bertikai,” kata Abadi dalam jumpa pers bersama Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris, pekan lalu. Namun, Dewan Keamanan KRG mengeluarkan alarm peringatan bahaya di wilayah Kurdistan Irak, Kamis malam. Mereka menuding, Baghdad dengan bantuan koalisi memasok pasukan dan peralatan militer di selatan Kirkuk, di antaranya tank, artileri, kendaraan lapis baja, dan mortir. KRG mendesak dunia internasional mencegah kondisi di Kirkuk tidak bertambah buruk.

Ulangan 2014

Meski merupakan daerah multietnis yang terpecah-pecah, dalam sejarahnya Kirkuk adalah salah satu dari beberapa wilayah di Irak yang dikuasai milisi Peshmerga Kurdi pada 2014 saat mereka menyisir sisi utara dan barat Irak. Langkah itu dibayang-bayangi upaya Baghdad yang tidak rela melepas Kirkuk yang kaya minyak. Baghdad bersikeras mengambil alih Kirkuk. ”Militer Irak maju untuk mengambil alih kembali posisi militernya yang lepas pada Juni 2014,” kata salah satu jenderal dari pihak KRG yang tidak disebutkan namanya. Militer Irak disebutkan telah mengambil salah satu basis pertahanan KRG di barat Kirkuk tanpa pertempuran, Jumat pagi, setelah milisi Peshmerga menarik pasukannya, Kamis malam. Presiden KRG Masoud Barzani mengatakan, Peshmerga akan bertahan semaksimal mungkin. Pasukan Peshmerga bersenjata lengkap telah berada di posisi sekitar Kirkuk. Situasi wilayah yang dikuasai KRG mencekam sejak ada desas-desus serangan militer Irak. Desas-desus muncul diduga terkait perintah Dewan Pengadilan Tertinggi Irak agar Ketua Komisi Referendum Kurdistan ditangkap. Tentara Kurdistan pun menutup jalan-jalan utama yang menghubungkan wilayah Erbil dan Dohuk dengan Mosul di wilayah Irak selama beberapa jam. Selain serangan militer Irak, pejabat itu juga mengungkapkan kekhawatirannya atas serangan yang mungkin dilakukan pasukan paramiliter pendukung Baghdad. Kemungkinan serangan oleh mereka ke daerah otonom membuat warga setempat kian dilanda kekhawatiran. ”Kami menerima pesan, pasukan paramiliter Hased al-Shaabi dan polisi federal menyiapkan serangan besar dari barat daya Kirkuk dan utara Mosul,” kata pejabat Kurdistan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.