Wapres: Atasi Pengungsi Sebelum Bahas Isu Politik

Kompas - - INTERNASIONAL -

LONDON, KOMPAS — Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson bertemu dan berbicara mengenai penyelesaian dari krisis Rakhine. Keduanya sepakat bahwa soal kemanusiaan dari pengungsi Rohingya harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum soal politik dan keamanan warga Rohingya diselesaikan. ”Saya sudah bertemu dengan Menlu Inggris saat resepsi 50 tahun ASEAN itu. Kita sepakat bahwa masalah kemanusiaannya dulu yang harus diselesaikan sebelum masuk membahas politik dan keamanan penduduk Rohingya. Soal politik tidak akan selesai jika pengungsinya tidak diselesaikan dahulu,” ujar Kalla, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Suhartono, dari London, Inggris, Kamis (12/10) pagi waktu setempat. Menurut Wapres, soal kemanusiaan harus diatasi dulu bersama-sama, tak hanya oleh Indonesia dan Inggris, tetapi juga oleh dunia internasional. ”Banyak negara sudah membantu kemanusiaan di Myanmar, pemerintah Myanmar pun harus membantu bagaimana solusi agar tidak ada eksodus pengungsi Rakhine. Ini artinya soal politik dalam negeri dan keamanan harus diselesaikan oleh Pemerintah Myanmar sendiri,” kata Kalla. Indonesia dan Inggris, menurut Wapres Kalla, berkomitmen peduli dan membantu penyelesaian pengungsi yang saat ini berada di perbatasan Myanmar dan Banglades. ”Kami sepakat mendorong Myanmar menyelesaikan masalah internalnya juga,” ujar Wapres. Sementara itu, saat berpidato pada acara resepsi 50 tahun ASEAN di Lancaster House, kompleks Istana Kerajaan Inggris di London, Rabu (11/10) malam waktu setempat, Wapres Kalla mengatakan, pendekatan yang selama ini dilakukan Indonesia dengan Pemerintah Myanmar diakuinya berhasil membuka jalur bantuan kemanusiaan. Hingga saat ini semua berjalan dengan baik dan lancar. ”Pemerintah (Inggris dan Indonesia) juga dapat bekerja sama untuk mencari solusi yang terbaik dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di Rakhine,” ujar Wapres. Sebelumnya, Menteri Negara untuk Asia dan Pasifik, dan Kantor Urusan Persemakmuran Mark Field, yang memberikan sambutan sebelum kedatangan Menlu Boris Johnson, mengapresiasi peran aktif Indonesia merespons situasi di Myanmar yang mengedepankan diplomasi dan dialog untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri Myanmar. Field pada September lalu baru berkunjung ke Myanmar untuk menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Myanmar menyelesaikan konflik tersebut.

KOMPAS/SUHARTONO

Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla dan Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson (kedua dari kiri) berada di tengah-tengah para tamu dalam Resepsi 50 Tahun ASEAN di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (11/10) malam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.