Paliatif Masih Kerap Disalahartikan

Kompas - - IPTEK LINGKUNGAN & KESEHATAN - (ADH)

JAKARTA, KOMPAS — Sebagian masyarakat dan tenaga medis masih salah memahami layanan paliatif. Paliatif kerap diartikan sebagai layanan bagi pasien yang berada pada fase terminal. Padahal, layanan paliatif mulai dilakukan sejak diagnosis penyakit ditegakkan. Hal itu diungkapkan ahli onkologi anak dari Rumah Sakit Kanker Dharmais, Edi Setiawan Tehuteru, pada pembukaan instalasi The Living Wall untuk memperingati Hari Asuhan Paliatif Anak Sedunia, Jumat (13/10), di Jakarta. Edi menjelaskan, banyak warga takut dan tak mau anaknya diberi layanan paliatif. Mereka menganggap jika anaknya mendapat layanan paliatif, itu berarti anaknya sudah dekat dengan kematian. Padahal, layanan paliatif diberikan sejak dokter menegakkan diagnosis. Edi mencontohkan, seseorang didiagnosis kanker stadium I. Meski angka kesintasan pasien kanker stadium I bisa sampai 80 persen, tetap ada manajemen nyeri dalam tata laksana penyakitnya. ”Manajemen nyeri adalah bagian dari layanan paliatif. Jika akhirnya pasien itu membaik, selesailah paliatifnya,” ujarnya. Selain masyarakat, tenaga kesehatan juga belum memahami paliatif sepenuhnya. Sebab, selama pendidikan, mereka belum banyak terpapar informasi yang benar tentang paliatif. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), layanan paliatif bertujuan meningkatkan mutu hidup pasien dan keluarganya dalam menghadapi soal terkait kesakitan yang mengancam jiwa dengan mencegah dan mengurangi penderitaan. Manajemen nyeri, dukungan psikososial, dan spiritual jadi bagian dari paliatif. Menurut riset yang diterbitkan di Journal of Pain and Symptom Management, 2 Februari 2017, di Indonesia diperkirakan 700.000 anak hidup dengan penyakit berat. Dari jumlah itu, kurang dari 1 persen di antaranya punya akses penanganan nyeri atau asuhan paliatif. CEO Rumah Rachel, Kartika Kurniasari, berharap layanan paliatif masuk Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat agar lebih banyak pasien kurang mampu mengakses layanan paliatif. Yayasan Rumah Rachel adalah penyedia asuhan paliatif berbasis rumah bagi pasien kanker dan anak dengan HIV yang tak mampu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.