Teror Menimpa Kota Pekanbaru

Rumah Ketua Lembaga Adat Melayu Dibom

Kompas - - HALAMAN DAPAN - (SAH)

PEKANBARU, KOMPAS — Teror bom molotov kembali terjadi di Kota Pekanbaru, Riau. Kali ini rumah Ketua Lembaga Adat Melayu Pekanbaru Nurhasyim, di Kompleks Utama Indah Rejosari, Pekanbaru, dilempar botol berisi bensin bersumbu api oleh orang tak dikenal pada Jumat (13/10) dini hari. Akibatnya, satu mobil Toyota Avanza yang diparkir di halaman rumah terbakar. ”Kami masih melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) terlebih dahulu sembari mengumpulkan barang bukti yang dapat mengaitkan penyebab kebakaran mobil. Kami juga sedang menggali keterangan saksi yang mengetahui peristiwa ini. Motif pelaku juga masih didalami dan kami sudah meminta bantuan Laboratorium Forensik Polri di Medan,” ujar Kepala Polres Kota Pekanbaru Komisaris Besar Susanto di lokasi kejadian, Jumat pagi. Susanto belum mengetahui motif pelaku pembakaran mobil Nurhasyim. Banyak kemungkinan menjadi penyebab. Misalnya, terkait masalah pribadi, organisasi, atau lingkungan di sekitar rumah Nurhasyim. Secara terpisah, Nurhasyim mengaku tak habis pikir dengan peristiwa naas yang menimpa dirinya. Dia merasa tak memiliki masalah dengan orang-orang, baik di organisasi maupun tetangga. Ketika disinggung tentang adanya perpecahan di Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru, Nurhasyim tidak mau menjawab. Dia belum dapat mengaitkan pelemparan bom molotov di rumahnya dengan kisruh organisasi yang dipimpinnya. Pada Kamis (12/10), Nurhasyim didepak dari kepengurusan LAM Pekanbaru melalui musyawarah daerah luar biasa (musdalub). Musdalub didukung kepengurusan LAM Provinsi Riau yang kemudian menunjuk Yose Saputra sebagai ketua baru. Namun, Nurhasyim mengatakan, musdalub itu tidak sah dan dirinya masih menjabat Ketua LAM Pekanbaru. Pelemparan bom molotov di rumah Nurhasyim diperkirakan berlangsung pukul 05.00-05.20. Saat kejadian, Nurhasyim berada di masjid yang berjarak sekitar 200 meter dari rumahnya. ”Ketika saya pulang shalat, rumah saya sudah ramai. Para tetangga sedang sibuk memadamkan api. Menurut keterangan tetangga saya, sebelum kejadian dia melihat seseorang dengan sepeda motor berwarna putih mondar-mandir di depan rumah,” kata Nurhasyim. Dari pengamatan di lokasi, rumah Nurhasyim terletak di kompleks perumahan nasional pertama di Pekanbaru. Rumahnya tidak berada di poros jalan utama, tetapi di bagian dalam blok yang saling terhubung dengan jalan utama. Bagian depan mobil Avanza milik Nurhasyim yang dilempar bom molotov hangus terbakar, termasuk bagian mesin sampai dasbor. Diperkirakan mesin itu rusak berat atau tidak dapat dipakai lagi. Bagian belakang mobil masih terlihat utuh. Teror bom molotov di Pekanbaru terjadi bukan kali ini saja. Pada 3 Oktober, rumah Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Riau Supriati dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal.

KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTI

Rumah Ketua Lembaga Adat Melayu Riau, Kota Pekanbaru, Nurhasyim dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal pada Jumat (13/10) dini hari. Mobil Avanza yang diparkir di depan rumah terbakar dalam peristiwa ini.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.