Kredit Sindikasi untuk Dua Proyek Tol

Kompas - - SOSOK - (ARN/NAD)

JAKARTA, KOMPAS — PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendapat kredit sindikasi untuk dua proyek pembangunan tol. Kedua proyek itu adalah Jalan Tol Pandaan-Malang dengan pinjaman Rp 4,179 triliun dan Tol Manado-Bitung Rp 3,586 triliun. Penandatanganan kredit tersebut dilakukan di Kantor Pusat Jasa Marga, Jakarta, Jumat (13/10). Kredit sindikasi untuk proyek Jalan Tol Pandaan-Malang diberikan oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk sebagai joint mandated lead arranger and book runner (JMLAB) dengan kreditor dari Bank ICBC Indonesia, Bank Indonesia Eximbank, dan Bank Jateng. Adapun sindikasi untuk Tol Manado-Bitung diberikan oleh BNI, BCA, Bank Mandiri, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) sebagai JMLAB dengan kreditor dari Bank ICBC Indonesia, Bank Sulselbar, Bank RiauKepri dan Bank Jateng. Anggota Badan Pengatur Jalan Tol, Eka Pria Anas, mengatakan, kredit dari perbankan membantu badan usaha untuk melaksanakan program pemerintah. ”Pembiayaan mempercepat pembangunan. Jalan Tol Pandaan-Malang sudah hampir terkena batas waktu untuk pembebasan lahan,” kata Eka. Direktur Keuangan Jasa Marga Donny Arsal mengatakan, pembiayaan sindikasi memberikan kepastian bahwa pembangunan akan terlaksana. ”Persoalan pembangunan infrastruktur hanya dua, yakni pembebasan lahan dan pembiayaan. Kalau lahan, setelah diterapkannya Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012, sudah lebih baik dan cepat. Sedangkan untuk pembiayaan, sudah mulai ada kesepakatan yang baik dengan perbankan,” kata Donny. Senior Executive Vice President Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan, Bank Mandiri mempunyai target kredit sindikasi sebesar Rp 15 triliun-Rp 20 triliun. ”Dari kredit sindikasi itu, 40 persen ditujukan untuk infrastruktur,” kata Alexandra. Alexandra mengatakan, Bank Mandiri siap mendukung semua rencana proyek Jasa Marga. Secara terpisah, Direktur Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN) Rahayu Puspasari mengatakan, pihaknya bisa melakukan pembayaran langsung atas pembebasan lahan untuk jalan tol atau secara tidak langsung dengan melakukan penggantian atas talangan lahan tol oleh badan usaha. Hingga kemarin, dari total tagihan talangan sebesar Rp 12,2 triliun, BLU LMAN telah membayar sebesar Rp 9,979 triliun atau sekitar 80 persen. Sementara itu, terdapat Rp 300 miliar yang belum ditagihkan dan Rp 520 miliar tagihan yang sedang diproses. Adapun terdapat tagihan sebesar Rp 2,03 triliun yang dikembalikan kepada pejabat pembuat komitmen agar dilengkapi dokumennya. ”Tahun depan kemungkinan akan ada dua skema (yang diterapkan) karena kami harus antisipasi jika dana 2018 tidak langsung tersedia pada awal tahun,” kata Puspasari.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.