Pemerintah Remajakan Tanaman

Kompas - - NUSANTARA - (RAM/INA)

SUNGAI LILIN, KOMPAS — Pemerintah memulai program peremajaan sejumlah komoditas perkebunan rakyat strategis yang sudah turun produktivitasnya. Langkah peremajaan ini diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani. Peremajaan pertama dilakukan Presiden Joko Widodo, Jumat (13/10), di Desa Panca Tunggal, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, untuk komoditas kelapa sawit. Kawasan itu menjadi daerah pertama yang mendapat bantuan program peremajaan tanaman kelapa sawit. Bantuan diberikan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit bagi 2.032 petani dengan luas lahan 4.446 hektar. Menurut Presiden, selama ini produktivitas kelapa sawit rakyat belum optimal karena tanaman kelapa sawit milik masyarakat sudah berusia 20-25 tahun. Petani hanya mampu memproduksi 2 ton minyak kelapa sawit mentah (CPO) per hektar per tahun. Padahal, produksi kelapa sawit bisa digenjot lebih dari 8-10 ton CPO per hektar per tahun. Karena itu, pemerintah memberikan bantuan bibit berkualitas termasuk biaya penanaman dan pemeliharaan sawit. Petani mendapat dana Rp 25 juta per hektar dari pemerintah. Lahan sawit yang diremajakan tidak boleh lebih dari 4 hektar. Diharapkan nantinya tanaman sawit mampu menghasilkan 8 ton CPO per hektar per tahun. Selama menunggu sawit bisa dipanen, pemerintah memberi benih jagung. ”Penanaman jagung dilakukan secara tumpang sari,” kata Presiden. Peremajaan lahan sawit tahun ini diprioritaskan di Sumatera Utara, Jambi, dan Riau. Tahun 2018, bantuan akan disalurkan ke wilayah Kalimantan.

Komoditas lain

Pada 2018, peremajaan tanaman juga dilakukan pada komoditas perkebunan lain, seperti kopi, karet, kakao, kelapa, dan pala. Saat ini, pemerintah masih memetakan daerah mana yang akan mendapat bantuan. Presiden menuturkan, Indonesia memiliki potensi komoditas yang besar. Namun, karena pohon sudah tua, produktivitas tidak optimal. Sebagai contoh, produktivitas kopi Indonesia kalah dari Brasil dan Kolombia. Kelapa sawit Indonesia kalah dari Malaysia. Di Indonesia ada 4,7 juta hektar kebun sawit milik rakyat. Seluas 800.000 hektar di antaranya perlu diremajakan. Menurut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, target pemerintah 165.000 hektar lahan sawit diremajakan setiap tahun. Dalam lima tahun, seluruh lahan tanaman sawit diharapkan telah diremajakan. Kementerian terkait diharapkan dapat berperan untuk mempercepat proses ini. Mulai dari membangun koperasi serta membantu masyarakat menyertifikatkan tanah perkebunan. Selain itu, kata Nasution, pihaknya bekerja sama dengan perusahaan untuk menampung hasil perkebunan sawit milik rakyat. Apabila perkebunan sawit rakyat sudah mencapai 6.000 hektar, perusahaan disarankan untuk membuat pabrik. Tujuannya agar semua hasil panen sawit dapat terserap. ”Sampai saat ini, ada 26 perusahaan yang telah bekerja sama untuk membangun pabrik dan membina para petani rakyat,” ujarnya. Lihat Video Terkait ”Presiden Resmikan Peremajaan Kelapa Sawit” di kompas.id

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.