Bank Terbesar Australia Diajukan ke Meja Hijau

Kompas - - Internasional - (AFP/BEN)

SYDNEY, SELASA — Bank terbesar di Australia, Commonwealth Bank of Australia (CBA), diajukan ke pengadilan oleh lembaga pengawas Komisi Investasi dan Sekuritas Australia (ASIC), Selasa (30/1). Bank tersebut didakwa melakukan tindakan tidak terpuji dan memanipulasi pasar, khususnya terkait besaran tingkat suku bunga antarbank.

Pihak ASIC telah menggelar penyelidikan menyeluruh terhadap CBA selama dua tahun. Penyelidikan hingga pengajuan CBA ke pengadilan ini menjadi salah satu skandal yang dinilai mencoreng industri keuangan Australia.

Hasil penyelidikan ASIC menunjukkan bahwa otoritas CBA diduga kuat melakukan tindakan tidak pantas dan telah memanipulasi pasar dalam proses penentuan suku bunga antarbank (BBSW). Bunga BBSW adalah patokan untuk menentukan harga sejumlah produk keuangan di Australia, seperti surat utang dan pinjaman.

Otoritas ASIC menyatakan bahwa dalam tiga kali kesempatan secara berbeda pada tahun 2012, CBA telah secara sengaja bertransaksi atau mengambil keputusan perdagangan yang memengaruhi tingkat BBSW dengan tujuan memaksimalkan keuntungan pihak perseroan atau meminimalkan kerugian. Hal itu dinilai memberikan efek negatif bagi pihak di luar CBA yang mengambil posisi keuangan yang berlawanan dari CBA.

Dalam pernyataan resminya, CBA mengaku secara penuh telah mematuhi dan tunduk pada seluruh ketentuan selama proses investasi dua tahun terakhir. Perseroan juga menyatakan menyanggah semua tuduhan oleh ASIC.

Lembaga pengawas Komisi Investasi dan Sekuritas Australia (ASIC) telah menggelar penyelidikan menyeluruh terhadap Commonwealth Bank of Australia selama dua tahun.

Tiga bank lain

Selain memeriksa CBA, pihak ASIC juga memeriksa tiga bank terbesar lain di Australia, yakni ANZ, Westpac, dan National Australia Bank (NAB). Penyelidikan dilakukan secara saksama terkait aktivitas bisnis mereka, asuransi jiwa, hingga kemungkinan melakukan tindakan penyelewengan kredit.

Pihak CBA sendiri pada Agustus tahun lalu telah menghadapi kasus sipil yang diajukan pengawas intelijen keuangan Australia (AUSTRAC). Pihak CBA dituduh melakukan penyelewengan secara serius dan sistemis atas undang-undang anti-pencucian uang. Hal itu diduga dilakukan perseroan dalam ribuan transaksi.

Kasus tersebut mendorong otoritas pengawas jasa keuangan Australia melakukan penyelidikan secara menyeluruh atas lembaga-lembaga keuangan di negeri itu guna memastikan tidak adanya penyelewengan. Bulan lalu, AUSTRAC juga menuduh CBA secara meyakinkan telah gagal mengawasi aktivitas keuangan seorang nasabah yang diduga menjadi penyokong dana teroris.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.