Momentum Perbaiki Kualitas Layanan dan Iklim Industri

Kompas - - Ekonomi -

JAKARTA, KOMPAS — Kebijakan pemerintah yang mewajibkan registrasi ulang kartu prabayar jasa telekomunikasi seharusnya diikuti perbaikan kualitas layanan dan iklim industri.

Pemerintah juga perlu meningkatkan pengawasan penggunaan data pribadi. Anggota Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Nurul Yakin Setyabudi, mengemukakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) sebaiknya tetap memperhatikan transparansi dan kebenaran data yang sudah teregistrasi. ”Hingga sekarang, Indonesia belum mempunyai undang-undang mengenai perlindungan data pribadi,” kata Nurul, Selasa (30/1), di Jakarta.

Sesuai data Kominfo per 29 Januari 2018, sejumlah 173.836.292 kartu prabayar jasa telekomunikasi telah teregistrasi dengan validasi data kependudukan dan catatan sipil.

”Angka sebanyak itu menunjukkan kesadaran dan niat baik masyarakat berperan serta mewujudkan transaksi elektronik yang aman. Operator sudah saatnya meningkatkan kualitas layanan,” ujar Nurul.

BPKN mendukung kebijakan registrasi kartu prabayar jasa telekomunikasi dengan validasi data kependudukan dan catatan sipil. BPKN sepakat dengan visi mengetahui kebenaran data pelanggan (know your customer), menyehatkan industri, dan mengurangi kejahatan siber.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara yang dihubungi secara terpisah menegaskan, pemerintah tidak menerapkan target jumlah kartu prabayar yang harus registrasi ulang sampai batas akhir 28 Februari 2018. Dia meminta semua proses pendaftaran dilakukan transparan. ”Semua harus dilakukan sesuai kondisi seadanya. Tujuannya adalah Indonesia mempunyai informasi tentang pelanggan seluler yang lebih riil,” ujar Rudiantara.

Sementara itu, laba bersih perusahaan telekomunikasi terus tumbuh. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih Rp 15,489 triliun pada akhir 2015 dan meningkat menjadi Rp 19,352 triliun (bukan Rp 7 miliar pada 2015 dan Rp 24,9 miliar pada 2016 seperti tersaji dalam grafis Kompas, Selasa 30/1). PT Indosat Tbk juga mengalami pertumbuhan dari rugi Rp 1,3 triliun pada 2015 menjadi laba Rp 1,1 triliun pada 2016. Demikian juga dengan PT XL Axiata Tbk yang rugi Rp 25 miliar pada 2015, lalu mencatatkan laba bersih Rp 376 miliar pada 2016. Laba bersih sepanjang 2017 untuk pembanding belum dipublikasikan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.