Semua Jembatan Tua Perlu Dievaluasi dan Diaudit

Kompas - - Halaman Dapan - (ACI/SYA/NIK/IKI/ ZAL/NAD/ARN)

TUBAN, KOMPAS — Jembatan yang berumur lebih dari 30 tahun perlu dievaluasi dan diaudit kekuatannya. Evaluasi perlu dilakukan menyusul ambruknya Jembatan Babat Widang di Tuban, Jawa Timur, Selasa (17/4/2018). Satu orang meninggal dan empat orang luka dalam peristiwa itu.

”Kami mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengaudit semua jembatan yang berusia lebih dari 30 tahun. Hal ini agar bisa meyakinkan masyarakat bahwa semua jembatan aman dilewati,” kata Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi di lokasi kejadian.

Kepolisian masih menyelidiki penyebab runtuhnya jembatan yang dibangun pada 1983 itu. Jembatan yang menghubungkan Lamongan dan Tuban itu ambruk di bentang tiga sepanjang 55 meter pada pukul 10.30. Saat kejadian, ada 3 truk dan 1 sepeda motor yang melintas.

Kepala Subdirektorat Pelayanan Medik Kedokteran Kepolisian RS Bhayangkara Bojonegoro Ajun Komisaris Naf’an mengatakan, korban meninggal adalah Muhlisin (49), sopir truk pengangkut limbah smelter. Adapun empat korban luka adalah Samsul Arif (48), sopir truk muatan pasir; Saiful Arif (35), sopir truk muatan kosong; serta pengendara sepeda motor Ubaidillah (20) yang berboncengan dengan Rizal Hafifudin.

Pantauan di lokasi kejadian, segmen jembatan yang ambruk miring ke arah Tuban. Ada tiga truk berada di satu titik, dua di antaranya saling menumpuk.

Jembatan Babat Widang ada dua bagian. Jembatan yang ambruk adalah jembatan lama di sisi barat dan menjadi jalur kendaraan dari Lamongan ke Tuban. Sementara jembatan di sisi timur untuk kendaraan dari Tuban ke Lamongan masih utuh.

Jembatan yang ambruk itu memiliki panjang 260 meter dan lebar 7 meter. Ada lima segmen jembatan, yakni segmen 1-4 masing-masing 55 meter dan segmen 5 sepanjang 40 meter.

Jembatan ini menggunakan konstruksi rangka baja Callender Hamilton (tipe A). Bangunan bawah menggunakan fondasi tiang pancang beton. Terakhir dilakukan perawatan pada 2017. Jembatan diperkirakan bisa bertahan 100 tahun dan mampu menahan beban 45 ton dengan toleransi hingga 70 ton.

Kepala Bidang Pembangunan Jalan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya Yuliansyah mengatakan, konstruksi jembatan yang ambruk tidak memiliki baja penutup yang berfungsi memperkuat konstruksi. Akibatnya, jembatan tidak sekuat jembatan di sisi timur yang ada penutup.

Menurut Yuliansyah, dugaan awal penyebab ambruknya jembatan karena kelebihan beban. Dari tiga truk, dua di antaranya bermuatan pasir dan limbah smelter, saling menyalip. Akibatnya, ketiga kendaraan berada di satu titik di ujung bentang tiga. Beban tiga truk itu diperkirakan lebih dari 100 ton.

Hingga pukul 20.00, keempat kendaraan yang jatuh di Sungai Bengawan Solo belum bisa dievakuasi. Mobil derek yang didatangkan siang belum berhasil

mengangkat truk.

Saat ini jembatan di sisi timur diberlakukan dua arah untuk kendaraan kecil. Untuk kendaraan besar seperti truk dan bus, dialihkan lewat Jalan Daendels. Menurut Yuliansyah, untuk perbaikan sementara, pihaknya akan membangun jembatan bailey.

Direktur Pembangunan Jalan Kementerian PUPR Gani Ghazaly menyatakan, pihaknya menurunkan tim ke lapangan untuk mengevaluasi jembatan di sepanjang pantura Jatim.

Cor ambrol

Dari Manado, Sulawesi Utara, dilaporkan, tiga pekerja tertimbun material cor di Desa Tumaluntung, Minahasa Utara, yang mendadak ambrol, Selasa siang. Seorang korban, Mochtar, berhasil dievakuasi tim SAR Manado. Kini, ia dirawat di Rumah Sakit Hermina Lembean, Minahasa Utara. ”Dua korban lain, Sugeng dan Dadi, hingga Selasa malam masih diupayakan dievakuasi dari reruntuhan,” kata Ferry Aryanto dari humas Kantor SAR Manado.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XV Manado Riel Mantik mengatakan, 14 pekerja terluka akibat ambrolnya material cor box overpass (lintasan di atas) akses Jalan Tumaluntung di atas lokasi rencana Jalan Tol Manado-Bitung yang dikerjakan kontraktor PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Menurut manajer proyek dari PT Wika, Bayu Hermawan, pihaknya masih mencari penyebab ambrolnya material cor.

Dalam siaran pers, PT Wika menyatakan bertanggung jawab penuh dan menyampaikan permintaan maaf.

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA

Petugas berada di lokasi Jembatan Babat-Widang yang runtuh di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Selasa (17/4/2018). Sisi jembatan yang mengarah ke Kabupaten Tuban yang merupakan jalan nasional itu runtuh sekitar 30 meter. Insiden itu mengakibatkan satu pengemudi truk meninggal dan melukai empat korban lainnya. Tiga truk dan sebuah sepeda motor masuk ke dalam Sungai Bengawan Solo.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.