Operasi Kilang Dijamin

Aparat masih menyelidiki penyebab putusnya pipa minyak mentah Pertamina. Komisi VII DPR akan mengecek lokasi untuk memastikan operasi kilang dan produksi bahan bakar tidak terganggu.

Kompas - - Halaman Dapan -

JAKARTA, KOMPAS — PT Pertamina (Persero) menjamin operasional kilang Balikpapan, Kalimantan Timur, tak terganggu akibat putusnya pipa transfer minyak di Teluk Balikpapan. Selain mengalihkan pasokan minyak lewat pipa lain, operasi kapal tanker juga untuk memasok minyak mentah di kilang Balikpapan berjalan normal.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, kapasitas kilang Balikpapan mengolah minyak mentah 260.000 barrel per hari. Putusnya pipa berdiameter 20 inci itu tak mengganggu operasi kilang dan produksi bahan bakar minyak. ”Aliran minyak telah dialihkan lewat pipa berdiameter 16 inci. Pasokan minyak mentah juga dilakukan lewat kapal tanker,” kata Adiatma, Selasa (17/4/2018), di Jakarta.

Pembersihan ceceran minyak mentah terus ditempuh, antara lain menggunakan material oil absorbent. Material ini mampu menyerap minyak tanpa mengikutsertakan air.

Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Partai Golkar Eni Maulani Saragih mengatakan, tim dari Komisi VII akan berkunjung ke Balikpapan dalam waktu dekat. Kunjungan tersebut untuk memastikan operasi kilang dan produksi bahan bakar minyak tak terkendala.

Eni berharap aparat kepolisian bekerja cepat. Harus ada kejelasan siapa pihak yang paling bertanggung jawab. Pasalnya, peristiwa ini menyebabkan ribuan barrel minyak mentah tumpah di Teluk Balikpapan dan menimbulkan korban jiwa beserta pencemaran lingkungan. ”Kita lihat bagaimana perkembangan kasus ini dalam beberapa hari ke depan. Kalau tak ada kejelasan, kami akan bentuk pansus (panitia khusus),” ujar Eni.

Jangkar kapal

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus pada Kepolisian Daerah Kaltim Komisaris Besar Yustan Alpiani menyatakan, ada tujuh saksi ahli yang akan dimintai keterangan. Namun, permintaan keterangan baru bisa dilakukan setelah ada hasil uji laboratorium yang menyatakan laut di Teluk Balikpapan tercemar akibat tumpahan minyak. Uji laboratorium juga akan mencocokkan material serpihan yang menempel pada jangkar kapal dengan jenis material pipa minyak.

Pipa minyak Pertamina diketahui putus pada Sabtu (31/3/2018). Sebanyak 40.000 barrel minyak mentah diperkirakan tumpah ke laut.

Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) memaparkan beberapa temuannya terkait pencemaran minyak di Teluk Balikpapan akibat patahnya pipa minyak mentah Pertamina. Dugaan kuat, ini karena human error saat lego jangkar kapal batubara MV Ever Judger.

Pushidrosal menemukan satu pipa milik Pertamina yang tidak tercatat dalam peta laut. ”Terlihat benda keras menggaruk di dasar laut, kemudian menyentuh pipa. Dari model garukannya, kemungkinan besar yang mampu mengangkat pipa dan menyeretnya, ya, hanya jangkar kapal besar,” ujar Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro, Kepala Pushidrosal, di Balikpapan, Selasa.

Kemarin, Harjo memimpin tim menuju lokasi untuk memastikan lagi data yang didapat. Sejumlah alat, seperti multi beam eco sounder (MBES), pengukur kedalaman; magnetometer (pendeteksi logam); dan side scan sonar (SSS), digunakan dalam proses itu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.