KPK Kelompokkan Peran 10 Nama

Kompas - - Politik & Hukum -

JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi akan menindaklanjuti pengusutan kasus Bank Century dengan mengacu kecukupan alat bukti. Sebanyak 10 nama yang pernah disebut dalam putusan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Budi Mulya, KPK pernah melakukan pemetaan terhadap peran tiap nama tersebut.

”April tahun kemarin, kami sudah mengelompokkan kesepuluh orang ini perannya seperti apa. Bagaimana kelanjutannya? Nanti kami akan bahas di tingkat pimpinan dan tentunya juga penyidik dan penuntut. Jadi, bukan dibiarkan,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (17/4/2018).

Mengacu pada dakwaan jaksa terhadap Budi, ada enam nama yang disebut bersama-sama melakukan perbuatan melawan hukum dalam pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) pada Bank Century. Mereka adalah mantan Gubernur BI Boediono, mantan Deputi Gubernur BI Siti Chalimah Fadjrijah dan Budi Rochadi, mantan Deputi Gubernur BI Senior Miranda S Goeltom, serta dari Bank Century, Robert Tantular dan Hermanus Hasan Muslim. Dari enam nama tersebut, dua di antaranya, yaitu Siti Chalimah dan Budi Rochadi, sudah meninggal.

Sementara terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, Budi disebut melakukannya bersama-sama Muliaman D Hadad, Hartadi Agus Sarwono, Ardhayadi Mitroatmodjo, dan Raden Pardede selaku Sekretaris Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Melampaui obyek

Pengajar hukum pidana Universitas Trisakti, Jakarta, Abdul Fickar Hadjar, menilai, putusan praperadilan PN Jakarta Selatan yang memerintahkan KPK memproses hukum sejumlah nama di kasus Bank Century adalah melampaui obyek praperadilan. Tujuan praperadilan adalah menguji upaya paksa, seperti penangkapan, penahanan, penggeledahan, penyitaan, dan penetapan tersangka.

”Terhadap putusan yang melebihi kewenangan itu tidak mengikat dan tidak wajib untuk diikuti,” kata Fickar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.