28.069 Calon Berpotensi Terima Beasiswa Bidikmisi

Kompas - - Pendidikan & Kebudayaan -

JAKARTA, KOMPAS — Dari 586.155 peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2018, sebanyak 110.946 peserta lolos sebagai calon mahasiswa baru. Dari jumlah tersebut, sebanyak 28.069 calon mahasiswa baru dinyatakan lolos berpotensi menerima beasiswa Bidikmisi.

”Meskipun begitu, PTN tetap akan melakukan verifikasi lanjutan guna memastikan mereka benar-benar layak mendapatkan Bidikmisi,” kata Ketua Panitia Pusat Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru PTN Ravik Karsidi pada pengumuman hasil SNMPTN di Jakarta, Selasa (17/4/2018). Turut hadir Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir.

Pendaftaran ulang bagi siswa yang lolos seleksi ke PTN tujuan dilakukan pada 8 Mei. Mereka diwajibkan membawa surat keterangan lulus dari sekolah masing-masing. Jika tidak, status mereka sebagai calon mahasiswa baru gugur.

Jalur SNMPTN dinilai berdasarkan nilai rapor siswa sejak kelas X disertai prestasi mereka mengikuti berbagai perlombaan, baik yang bersifat akademis maupun ekstrakurikuler.

Kuota setiap sekolah bisa mengajukan jumlah siswa yang layak mengikuti SNMPTN ditentukan berdasarkan akreditasi. Sekolah dengan akreditasi A boleh memasukkan 50 persen siswa terbaiknya, akreditasi B sebanyak 30 persen, akreditasi C sebanyak 10 persen, dan sekolah tanpa akreditasi sebanyak 5 persen.

Masih relevan

Ravik mengatakan, jalur SNMPTN dinilai masih relevan dalam menjaring calon mahasiswa baru. Selain prestasi akademis, bakat di bidang yang spesifik juga jadi faktor penentu diterimanya lulusan SMA sederajat di perguruan tinggi negeri idaman.

”Kalau hanya berbasis ujian tulis, ada siswa yang kemungkinan tidak lulus karena nilai di beberapa mata pelajaran biasa saja. Namun, melalui SNMPTN, mereka memiliki kemungkinan lolos dengan bersenjatakan prestasi akademis ataupun non-akademis di pelajaran-pelajaran tertentu,” katanya.

Sistem ini, menurut Ravik, membutuhkan kepercayaan antara PTN dan sekolah. Ia mengakui ada sekolah yang melakukan kecurangan memanipulasi siswa dengan cara mendongkrak nilai siswa. ”Kami berkoordinasi dengan dinas pendidikan agar melakukan pembinaan,” ujarnya.

Dari sisi peminatan program studi (prodi), di bidang ilmu eksakta, prodi farmasi dan pendidikan teknologi informasi merupakan dua yang paling digemari. Di bidang ilmu sosial, manajemen, aktuaria, dan akuntansi memiliki banyak peminat.

Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Intan Ahmad menduga hal itu karena prodi-prodi tersebut dinilai masyarakat erat berhubungan dengan revolusi industri keempat.

Jalur SNMPTN, katanya, menjaring minimal 30 persen mahasiswa baru di PTN. Selain itu, ada Seleksi Bersama Masuk PTN dan ujian mandiri di setiap PTN yang berbasis ujian tertulis. Semua menerapkan kuota minimal 30 persen. Total kuota mahasiswa baru PTN tahun 2018 adalah 340.667 orang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.