Jalan Rusak

Salah satu ruas jalan utama yang menghubungkan Banyuasin dengan Kota Palembang rusak parah.

Kompas - - Ekonomi -

MUARA PADANG, KOMPAS — Jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Banyuasin dengan Kota Palembang, terutama di ruas Sebokor-Muara Padang, rusak parah. Padahal, jalur ini merupakan satu-satunya akses warga setempat menuju Palembang melalui jalur darat. Kerusakan ini membuat aktivitas warga terhambat. Hasil pertanian pun tidak bisa dipasarkan.

Sutopo, warga Desa Daya Utama, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Selasa (17/4/2018), mengatakan, kerusakan jalan di kawasan Muara Padang-Sebokor terjadi sejak November 2017. ”Jalan ini masih berupa tahan. Kalau saat hujan, tanah itu menjadi lembek dan semakin rusak,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Sutopo, sejak dua tahun lalu mulai dilakukan perbaikan. Namun, perbaikan hanya berupa melapisi jalan dengan batu koral sehingga jalan kembali rusak. Apalagi, jalan itu merupakan satu-satunya akses jalan menuju Palembang. Banyak kendaraan bertonase berat pengangkut sejumlah komoditas melewati jalur tersebut.

Pengamatan Kompas di lapangan menunjukkan, kerusakan itu berupa jalan bergelombang dan berlumpur. Kedalaman lumpur bisa mencapai 70 sentimeter dengan panjang kerusakan 300 meter. Beberapa kendaraan bertonase berat yang nekat melewati jalur tersebut harus terjebak di tengah badan jalan yang rusak hingga satu minggu.

Suyanto (30), sopir truk pengangkut batu koral, mengatakan, truknya tertahan di salah satu titik jalan rusak sejak seminggu lalu. Berbagai upaya dilakukan untuk keluar dari kubangan tersebut, tetapi gagal karena muatan yang ada di dalam truk tersebut cukup berat, harus ada alat bantu yang lebih kuat lagi. ”Dari 90 kilometer panjang ruas jalan dari

Muara Padang menuju Palembang, sekitar 10 kilometer dalam kondisi rusak dengan intensitas sedang hingga berat,” ujarnya.

Sulit pasarkan

Selain menghambat mobilitas manusia, kerusakan jalan juga membuat petani kesulitan memasarkan produknya. Mereka terpaksa menggunakan angkutan sungai sehingga membuat biaya transportasi pun menjadi tinggi. Dampak ikutannya, harga produk pertanian di tingkat petani pun tertekan.

Bambang Witno, salah seorang petani di kecamatan Muara Padang, mengaku kesulitan memasarkan produk pertaniannya berupa padi, kelapa, dan kelapa sawit menuju Palembang. ”Sejak jalan raya tak bisa dilewati, kami kesulitan memasarkan semua produk pertanian,” ujarnya.

Saat jalan normal, para tengkulak yang datang dari Kota Palembang membeli hasil pertanian para petani. ”Namun, sejak jalan rusak, dirinya terpaksa memasarkan produk pertanian kepada empat tengkulak besar yang ada

di desanya. Akibatnya, harga jual pun menurun. Bahkan, beberapa hasil pertanian tak terjual karena tidak ada pembeli,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Banyuasin Yos Karimudin menerangkan, pemerintah sudah menyiapkan dana Rp 5 miliar untuk peningkatan jalan Sebokor menuju Muara Padang sepanjang 4,6 km dari total panjang jalan 22,8 km. ”Saat ini dalam tahap lelang di sistem layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). Setelah selesai lelang,

segera diselesaikan,” ujar Yos.

Saat ini, dari total 1.208 km jalan kabupaten yang ada di Banyuasin, sekitar 386 km rusak berat, 65 km rusak ringan, dan 757 km dalam kondisi baik dan sedang. Penyebabnya antara lain kondisi struktur tanah yang lembek dan perlu penanganan khusus. Kondisi ini harus tetap diperbaiki di tengah keterbatasan anggaran Dinas PUTR Kabupaten Banyuasin.

KOMPAS/RHAMA PURNA JATI

Sejumlah orang berupaya menarik truk keluar dari salah satu jalan rusak di Desa Karang Anyar, Kecamatan Muara Padang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (16/4/2018). Sudah lima bulan, satu-satunya akses menuju Palembang itu sulit dilewati. Padahal, daerah ini merupakan salah satu lumbung pangan di Sumatera Selatan. Petani juga kesulitan memasarkan produknya ke Kota Palembang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.