Infrastruktur Timur Masih Timpang

Kompas - - Ekonomi -

JAYAPURA, KOMPAS — Infrastruktur telekomunikasi di Indonesia bagian timur dinilai masih timpang dibandingkan dengan wilayah lain. Pembangunan jaringan tulang punggung pita lebar Palapa Ring paket timur diharapkan menjadi salah satu solusi.

Legislatif dan Pemerintah Provinsi Papua berharap pemerintah pusat tidak hanya membangun jalan dan jembatan saja, tetapi juga sarana telekomunikasi. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua, Thomas Sondegau, saat dihubungi dari Jayapura, Selasa (17/4/2018), berpendapat, kondisi jaringan telekomunikasi di sejumlah kabupaten/kota di Papua tak berfungsi optimal sebulan terakhir, baik untuk layanan telepon maupun data.

Jaringan di Kota Jayapura hingga Kabupaten Jayapura masih terganggu pasca-putusnya kabel fiber optik di perairan SarmiBiak, 6 April 2018. Sebelumnya, jaringan di Kabupaten Mimika dan Merauke juga terganggu karena kabel fiber optik terputus di perairan Mimika-Kaimana, awal Maret 2018, dan baru pulih.

General Manager PT Telkom Wilayah Papua Lonely Baringin mengatakan, perbaikan kabel fiber optik di perairan Mimika-Kaimana telah selesai dan kini fokus di perairan Sarmi-Biak. Menurut rencana, jaringan telekomunikasi di Jayapura dan sekitarnya baru membaik pada bulan depan.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Anang Latif mengatakan, khusus bagian timur, proyek Palapa Ring dilengkapi dengan jalur melingkar (konsep cincin) untuk mengantisipasi putusnya sambungan.

Pemerintah membangun infrastruktur untuk atasi ketimpangan. Dana berasal dari kewajiban pelayanan universal, hasil iuran 1,25 persen dari pendapatan kotor para operator. Menurut Anang, sekitar 700 lokasi yang dianggap punya nilai ekonomi tinggi sudah memiliki infrastruktur telekomunikasi seluler meski baru teknologi 2G.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.