Gejolak Harga Mulai Diantisipasi

Kompas - - Nusantara -

MEDAN, KOMPAS — Kementerian Perdagangan bersama pemerintah daerah mulai mengantisipasi gejolak harga yang diperkirakan meningkat mendekati Ramadhan pada Mei mendatang. Selain menggelar rapat koordinasi di daerah, pemerintah juga memberi penugasan kepada Bulog untuk menstabilkan harga dengan impor beras dan daging beku.

Bahkan, pemerintah menekankan kembali permendag tentang penetapan harga acuan dan harga eceran bahan pokok tertinggi, pendaftaran distributor bahan pokok, pemantauan dan pengawasan oleh eselon 1 dan satgas pangan serta penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karianto Suprih dalam rapat koordinasi ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang pokok menghadapi Ramadhan dan Lebaran, di Medan, Selasa (17/4/2018), mengatakan, saat ini harga beras dan gula pasir sudah turun, tetapi masih di atas harga eceran tertinggi (HET). Harga daging sapi masih tinggi, harga minyak goreng stabil, tetapi kontinuitas pasokan minyak goreng kemasan sederhana perlu diawasi. Sementara harga bawang merah cenderung naik.

”Dalam beberapa waktu ke depan ada potensi kenaikan permintaan barang kebutuhan pokok pada puasa dan Lebaran 2018 yang dikhawatirkan berpengaruh terhadap harga. Perlu dilakukan antisipasi dini berupa koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemda, dan pelaku usaha,” kata Karianto.

Adapun harga acuan konsumen sesuai dengan Permendag No 27/2017 untuk daging sapi adalah Rp 105.000 per kg (paha belakang), Rp 50.000 (tetelan), Rp 80.000 (sandung lamur, paha depan), daging ayam ras Rp 32.000 per kg, telur ayam ras Rp 22.000 per kg, dan bawang merah Rp 32.000 per kg. Sementara HET sesuai dengan Permendang No 57/2017 untuk gula pasir Rp 12.500 per kg, daging beku Rp 80.000 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp 11.000 per kg, dan minyak goreng curah Rp 10.500 per kg.

HET beras adalah Rp 9.450 per kg untuk beras medium dan Rp 12.800 untuk beras premium. HET itu untuk kawasan Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi. Adapun di Sumatera (selain Lampung dan Sumsel), Kalimantan, dan Nusa Tenggara Timur, HET beras medium Rp 9.950 per kg dan beras premium Rp 13.300 per kg. Untuk Maluku dan Papua, HET beras medium Rp 10.250 per kg dan beras premium Rp 13.600 per kg.

Pelaksana Tugas Sekda Sumatera Utara Ibnu S Hutomo mengatakan, stok bahan pangan di wilayah itu mencukupi. Namun, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sumut melaporkan, pasokan gula kristal putih dari Lampung yang masuk melalui darat dan laut sangat bergantung pada kondisi cuaca. Bawang putih masih bergantung pada impor, dan perlu dilaksanakan sosialisasi pengolahan daging belu impor dari India dengan benar.

Langkah serupa dilakukan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kalsel Birhasani, kebiasaan menaikkan harga bahan pokok di pasar tradisional menjelang puasa dan Lebaran diharapkan tak terjadi dengan adanya pasar murah. ”Kami menggelar pasar murah dari sekarang untuk menunjukkan bahwa harga bahan pokok tetap stabil dan stoknya mencukupi,” kata Birhasani dalam acara peluncuran pasar murah di halaman Kantor Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Banjarmasin, Selasa (17/4/2018).

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengemukakan, kenaikan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tidak hanya dipicu permintaan yang tinggi, tetapi juga terkait masalah tata niaga rantai pasok bahan pokok. ”Jadi, kami akan terus berkoordinasi dengan semua pihak guna memastikan stok bahan pokok cukup. Kami berupaya menekan lonjakan harga bahan pokok,” katanya.

KOMPAS/JUMARTO YULIANUS

Warga berbelanja bahan kebutuhan pokok pada acara Pasar Murah di halaman Kantor Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Selasa (17/4/2018). Pasar murah digelar untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok. Tahun ini Pemprov Kalsel...

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.