Tata TPA Sarbagita Jelang Temu IMF-WB

Kompas - - Nusantara -

DENPASAR, KOMPAS — Tempat pembuangan akhir regional untuk Kota Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan (Sarbagita) di Suwung, Kelurahan Pedungan, Denpasar, ditata dalam kaitan persiapan Bali sebagai tempat pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (WB), Oktober 2018.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran Rp 250 miliar untuk merevitalisasi dan menyiapkan pengelolaan TPA Regional Sarbagita dengan pola sanitary landfill dilanjutkan dengan proyek pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

”TPA Sarbagita ditargetkan rapi sebelum acara IMF-Bank Dunia, Oktober nanti, sedangkan proyek revitalisasi TPA Sarbagita direncanakan selesai pada Oktober 2019,” kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bali Dewa Ayu Puspa Dewi, Selasa (17/4/2018), di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali, Denpasar.

Proyek lain yang dikerjakan adalah pengerjaan terowongan simpang Tugu Ngurah Rai di Badung.

Puspa Dewi mengatakan, sekitar 1.500 ton sampah masuk ke TPA Regional Sarbagita setiap hari.

Dari 32,46 hektar luas lahan TPA itu, seluas 22,46 hektar akan dihijaukan dengan konsep terasering yang dilengkapi jalur pedestrian. Seluas 5 hektar lahan digunakan untuk penampungan sampah dengan konsep sanitary landfill dan 5 hektar lahan dipakai untuk proyek pemanfaatan sampah menjadi energi. ”Sebelum pertemuan IMF dan Bank Dunia, diusahakan lahan TPA sudah terlihat hijau,” ujarnya.

Dampak positif

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, penyelenggaraan pertemuan IMF dan Bank Dunia di Bali membawa dampak positif bagi Bali. Tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari sisi persiapan.

Bali mendapat perhatian dan alokasi anggaran dari pemerintah pusat dalam rangka persiapan menyambut penyelenggaraan pertemuan IMF dan Bank Dunia itu. ”Penataan TPA Sarbagita diambil alih pemerintah pusat. Tugas kami di pemerintah daerah adalah mengelola agar TPA berfungsi dengan baik,” kata Indra.

Dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bali periode 2017-2018 bersama Panitia Khusus LKPJ di DPRD Bali, Pansus LKPJ menyoroti sejumlah masalah terkait dengan pertanggungjawaban Gubernur Bali.

Pansus LKPJ meminta penjelasan mengenai rencana pengelolaan TPA Regional Sarbagita, penataan TPA Sarbagita, dan pengelolaan sampah di Bali. Adapun persoalan lain di antaranya masalah kemiskinan, pengangguran, dan situasi kesehatan serta pendidikan di Bali.

Tugas kami di pemerintah daerah adalah mengelola agar TPA berfungsi dengan baik.

Dewa Made Indra

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.