Luar Negeri Diminati

Libur yang cukup lama dimanfaatkan sebagian warga Indonesia pergi ke luar negeri. Penerbangan, pelayaran, dan jasa perjalanan ke luar negeri meningkat.

Kompas - - Halaman Dapan -

JAKARTA, KOMPAS — Sejak H-8 hingga H-3 Lebaran, Kementerian Perhubungan mencatat, jumlah penerbangan dan penumpang ke luar negeri di tujuh bandara masing-masing sebanyak 1.709 penerbangan dan 302.169 orang. Jumlah tersebut meningkat masing-masing sebesar 9,97 persen dan 7,72 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, penerbangan yang banyak diminati wisatawan adalah dengan tujuan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand. Selama 7-12 Juni, tercatat menuju Singapura sebanyak 42.462 penumpang, Kuala Lumpur (Malaysia) 27.463 penumpang, Don Muang dan Suvarnabhumi (Thailand) 10.103 penumpang, serta Hong Kong sebanyak 8.095 penumpang.

Hendra (50) memanfaatkan cuti dan libur Lebaran untuk berlibur bersama keluarga di Thailand. Biaya yang dia keluarkan untuk perjalanan ini sekitar Rp 11 juta tiap orang, termasuk tiket pergi-pulang, hotel, dan tur selama lima hari. ”Memang mahal. Kebetulan sekarang anakanak libur, saya juga libur. Kalau enggak sekarang, susah mencari tanggal. Yang penting pergi sama-sama,” ujarnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, permintaan masyarakat untuk berlibur meningkat seiring dengan waktu libur 10 hari. ”Sekarang belum masanya haji dan umrah. Menurut saya, ini murni kebutuhan masyarakat untuk berlibur,” ucapnya.

Pelayaran

Selain dengan pesawat, wisatawan asal Tanah Air yang berlibur menggunakan kapal pesiar pada Lebaran tahun ini meningkat 20 persen dibandingkan tahun lalu. Sekitar 500 wisatawan menjelajahi Singapura, Malaysia, dan Thailand selama lebih kurang empat malam menggunakan MS Voyager of The Seas.

Direktur Royal Caribbean International untuk Indonesia Budi Gani, kepada Kompas, mengatakan, para wisatawan itu bertolak dari Singapura pada 15 Juni. Kapal akan singgah ke beberapa kota di Malaysia dan Thailand hingga kembali merapat ke Singapura pada 19 Juni.

”Wisatawan dari Indonesia harus terbang dulu ke Singapura dengan biaya sendiri. Harga per paket berbeda-beda, tergantung pesannya kapan. Harga paling murah 300-400 dollar AS per orang atau dengan kurs sekarang itu setara dengan Rp 5,5 juta,” kata Budi.

Jasa perjalanan juga kebanjiran permintaan berwisata ke luar negeri. Konsultan trip Angkasa Tour & Travel, Novi Mulya Sari, menyebutkan, penjualan paket tur ke luar negeri pada liburan tahun ini meningkat sekitar 25 persen dari tahun lalu.

Konsultan trip Anta Vaya Tour, Cynthia Nathania, mengatakan telah menyiapkan 500 paket wisata. Lantaran peminatnya tinggi, paket wisata itu ditambah.

Negara tujuan yang paling banyak diminati adalah Jerman, Belanda, Perancis, Swiss, dan Belgia. Harga paket ke negara-negara Eropa Barat itu Rp 13 juta-Rp 36,7 juta per orang. ”Untuk Jerman saja, sudah terjual 588 paket,” lanjutnya.

Persiapan Lebaran

Sementara itu, ekonomi di sejumlah daerah mulai menggeliat dua hari menjelang Lebaran. Sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar dikunjungi banyak warga.

Di Surabaya, Jawa Timur, pusat oleh-oleh Pasar Genteng hingga Rabu malam masih ramai. Biasanya banyak pembeli berbelanja oleh-oleh khas Jatim dua hari sebelum Lebaran untuk dibawa mudik ke daerah.

”Semakin banyak permintaan akan oleh-oleh terutama makanan ringan, seperti aneka ragam keripik, sambal, kue kering, olahan hasil laut, sudah diantisipasi sejak awal Ramadhan,” tutur Yetti, pegawai salah satu toko oleh-oleh di Pasar Genteng.

Di Jakarta, pedagang janur ketupat musiman juga menuai rezeki. Andi (30), asal Rangkasbitung, Lebak, Banten, mengatakan dagangannya sangat laku.

”Dua hari menjelang Lebaran, sudah 3.000 janur ketupat terjual. Harganya Rp 6.400-Rp 8.000 per ikat. Per ikat berisi 8-10 janur ketupat,” ujarnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.