Hodeidah Digempur

Koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan terbesar melalui darat, laut, dan udara untuk merebut kota Hodeidah dari milisi Houthi.

Kompas - - Internasional - Musthafa Abd Rahman dari Kairo, Mesir

KAIRO, KOMPAS — Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi, Rabu (13/6/2018), melancarkan serangan darat, udara, dan laut ke kota pelabuhan Hodeidah di pantai barat Yaman yang diduduki milisi Houthi sejak tahun 2015. Mereka mengklaim, pasukan koalisi telah mencapai Distrik Nakhila dan hanya sekitar 4 kilometer dari bandar udara Hodeidah di selatan kota itu.

Koalisi Arab juga mengklaim, sampai saat ini hanya mendapat perlawanan lemah dari Houthi. Mereka mengungkapkan, serangan besar dengan nama sandi ”Kemenangan Emas” itu hanya dilakukan dari selatan kota Hodeidah dan membiarkan utara kota itu kosong untuk memberikan jalan kepada milisi Houthi keluar dari kota Hodeidah ke arah utara menuju kota Sana’a.

Televisi Al Arabiya melaporkan, pimpinan kelompok Houthi di kota Hodeidah mulai lari dari kota itu menuju kota Sana’a.

Pemerintahan Presiden Abdurabbuh Mansour Hadi dalam keterangan persnya menyampaikan, pesawat tempur dan kapal perang koalisi Arab menggempur secara masif basis-basis pertahanan kelompok Houthi di kota Hodeidah untuk mendukung gerak maju pasukan darat Yaman ke kota pelabuhan tersebut.

Serangan tersebut diklaim terbesar sejak serangan koalisi Arab dilancarkan ke Yaman pada Maret 2015. Serangan besar itu dimulai setelah berakhirnya tenggat tiga hari yang diberikan Uni Emirat Arab (UEA) kepada kelompok Houthi untuk mundur dari kota Hodeidah. Tenggat berakhir pukul 24.00, Selasa (12/6/2018), tanpa ada tanda-tanda milisi Houthi keluar dari Hodeidah.

UEA juga telah menyerukan kepada semua pegawai PBB dan organisasi internasional lain segera keluar dari kota Hodeidah.

Menteri Negara Urusan Luar Negeri UEA Anwar Gargash mengatakan, kesabaran koalisi Arab telah berakhir setelah menempuh jalur politik dan diplomasi serta berakhirnya tenggat tiga hari untuk kelompok Houthi agar keluar dari kota Hodeidah.

Ia mengungkapkan, koalisi Arab menghendaki kota Hodeidah berada di bawah kontrol PBB, tetapi kelompok Houthi selalu menolak permintaan koalisi Arab itu.

Kota Hodeidah merupakan kota pelabuhan terbesar kedua di Yaman setelah kota Aden. Kota Hodeidah dikenal menjadi akses laut utama bagi suplai komoditas dari luar negeri ke wilayah Yaman utara dan barat, dan juga sebaliknya. Kini kota pelabuhan itu menjadi jalur utama suplai komoditas dari luar negeri ke wilayah Yaman yang dikontrol kelompok Houthi.

Meski pemerintahan Presiden

Mansour Hadi telah mengumumkan dimulainya serangan besar ke kota Hodeidah, sejauh ini belum diketahui secara persis sampai di mana gerak maju pasukan pemerintah itu.

Saat ini diketahui, pasukan pemerintah bergerak dari arah selatan menuju kota Hodeidah. Hingga Sabtu lalu, gerak maju pasukan pemerintah sudah mencapai Distrik Bayt al-Fakih, sekitar 35 kilometer arah selatan kota Hodeidah.

Salah seorang pemimpin kelompok Houthi, Mohammad Ali Houthi, kepada televisi Al Jazeera, Selasa malam, mengatakan, pasukan loyalis pemerintahan Mansour Hadi masih berada dalam posisi sekitar 40 kilometer di selatan kota Hodeidah.

Houthi siap bendung

Ia menegaskan, milisi Houthi siap membendung gerak maju

pasukan loyalis Mansour Hadi dan akan memukul mundur pasukan tersebut. Ia membantah keras bahwa pasukan loyalis Mansour Hadi dukungan koalisi Arab telah mendekati kota Hodeidah dan bandar udara kota.

Sebaliknya, pemerintahan Presiden Mansour Hadi menyebut, jatuhnya kota Hodeidah ke tangan mereka hanya soal waktu saja. ”Pembebasan kota pelabuhan Hodeidah merupakan langkah awal menuju pembebasan seluruh wilayah Yaman dari pendudukan milisi Houthi yang mengusung agenda asing,” demikian keterangan pers pemerintahan Mansour Hadi.

Keterangan pers tersebut juga menegaskan, pembebasan kota Hodeidah bakal menjadi awal bagi kekalahan kelompok Houthi di Yaman dan kembalinya jaminan keamanan laut di Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah.

REUTERS

Pasukan suku loyalis Pemerintah Yaman berdiri di dekat sebuah tank di area Al-Faza, dekat Hodeidah, Yaman, 1 Juni 2018.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.