Gunung Agung Erupsi Lagi

Aktivitas vulkanik Gunung Agung masih ada dan potensi erupsi juga masih tinggi. Namun, kemungkinan daya dorongnya lemah, tidak sekuat erupsi pada November 2017.

Kompas - - Umum -

KARANGASEM, KOMPAS — Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, erupsi kembali, Rabu (13/6/2018). Letusan membentuk kolom abu berwarna kelabu setinggi 2.000 meter di atas puncak kawah pada pukul 11.05 Wita selama 2 menit 12 detik. Seismograf merekam kekuatan amplitudo 25 milimeter.

Abu terbawa angin ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga tak mengganggu aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, yang berjarak sekitar 70 kilometer (km) dari Gunung Agung. Warga Karangasem pun mulai terbiasa dan tenang menghadapi erupsi. Beberapa wilayah di Kabupaten Buleleng, sekitar 94 km dari puncak gunung, terpapar hujan abu tipis.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana mengatakan, sejumlah parameter pengamatan Gunung Agung masih menunjukkan ke arah aktif meski gerakannya melambat.

”Hal yang wajar jika Gunung Agung masih mengeluarkan asap putih. Bahkan, erupsi seperti hari Minggu dan kemarin. Memang aktivitas vulkaniknya masih ada dan potensi erupsi juga masih tinggi. Namun, kemungkinan daya dorongnya lemah, tidak sekuat erupsi di bulan November tahun lalu,” ujar Devy ketika dihubungi di Jakarta, Rabu malam. Saat ini, status dan radius bahaya belum berubah. Status Siaga dengan radius ancaman bahaya melingkar 4 km dari puncak kawah.

Nengah Sindia, warga Temukus yang berjarak sekitar 6 km dari puncak kawah, mengatakan, warga tetap beraktivitas meski melihat dan mengetahui adanya erupsi Gunung Agung. ”Warga terus belajar memahami ancaman dan sadar risiko bencana tinggal di sekitar gunung,” katanya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyelesaikan dua skenario rencana operasional, bencana erupsi Gunung Agung serta bencana tsunami dan gempa bumi. Skenario ini akan diujikan dalam waktu dekat. Selain untuk kesiapsiagaan Bali menghadapi bencana, skenario ini disusun juga sebagai bagian dari persiapan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF)-Bank Dunia pada Oktober 2018 di Nusa Dua.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.