Peralatan Telat, Atlet Tunda Uji Arena

Kompas - - Olahraga -

JAKARTA, KOMPAS — Tim nasional senam Indonesia terpaksa menunda uji coba arena Asian Games 2018 karena hingga Minggu (12/8/2018), peralatan lomba belum tersedia di JIEXpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Tim senam akhirnya berlatih di SKO Ragunan, Jakarta Selatan.

Manajer tim nasional senam Indonesia Dian Arifin mengatakan, seharusnya timnas senam mencoba arena lomba pada Senin (13/8) ini. ”Kami ingin mencoba arena sebelum lawan dari negara-negara lain berlatih di sana. Namun, karena arena belum siap dan peralatan belum tersedia, kami berlatih di SKO Ragunan dulu,” ujarnya, kemarin.

Dian mengatakan, uji coba arena menjelang kejuaraan sangat penting untuk adaptasi atlet terhadap peralatan dan atmosfer perlombaan. Apalagi, semua anggota timnas senam yang sebelumnya mengikuti pemusatan latihan dan uji coba di luar negeri sudah berkumpul di Jakarta.

Wakil Ketua PB Persani sekaligus manajer kompetisi senam Asian Games Ita Yuliati mengatakan, sejak 27 Juli peralatan senam Asian Games sebenarnya sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, dari lokasi pengiriman di China. ”Menurut rencana, peralatan itu keluar pelabuhan dan sampai di arena perlombaan Minggu (5/8) lalu, tetapi sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Ita menyebutkan, peralatan lomba terdiri dari tiga set untuk senam trampolin, empat set untuk senam ritmik, dan 13 set untuk senam artistik. Total ada 34 kontainer berisi peralatan.

”Vendor bertanggung jawab untuk mengeluarkan peralatan dari pelabuhan dan membawa ke arena lomba. Sementara kami bertugas memasang dan menata peralatan. Karena peralatan belum datang, ya, terpaksa kami tidak bisa bekerja. Padahal, menata peralatan butuh waktu 3-4 hari,” kata Ita.

Selain menata peralatan, banyak pekerjaan lain menanti di arena kejuaraan. Pekerjaan yang harus diselesaikan antara lain memasang panggung, backdrop, podium, tata lampu, sistem suara, penyiaran, dan teknologi informasi. ”Sampai sekarang yang baru bisa dikerjakan adalah memasang karpet dan jaringan internet. Adapun panggung kompetisi belum bisa dibangun karena masih berada di kontainer, menjadi satu dengan peralatan senam,” ujar Ita.

Pekerjaan peralatan senam perlu segera diselesaikan mengingat tim ”Merah Putih” dijadwalkan berlatih pada Senin ini, dilanjutkan timnas China, Taiwan, Korea Selatan, dan Singapura yang berlatih pada Selasa. Selain itu, kejuaraan senam termasuk cabang yang harus disiarkan langsung setiap hari.

Ita memohon maaf kepada tim senam Indonesia yang belum bisa berlatih di arena lomba karena peralatan belum datang. ”Semoga saja Senin ini peralatan sudah bisa dipasang sehingga timnas dapat sesegera mungkin mencoba arena. Kami juga berharap penataan arena senam bisa sesuai harapan karena senam termasuk mother of sports yang menentukan pandangan negara-negara lain tentang penyelenggaraan Asian Games,” ujarnya.

Menanggapi keterlambatan peralatan itu, Direktur Olahraga Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (Inasgoc) Wisnu Wardhana mengatakan, sejumlah peralatan senam memang sempat tertahan di pelabuhan. Akan tetapi, peralatan sudah dapat dikeluarkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.

Selanjutnya, ujar Wisnu, peralatan akan dikirim ke arena lomba senam di JIEXpo Kemayoran pada Minggu malam. Setelah itu, persiapan arena senam bisa dilanjutkan agar bisa segera digunakan berlatih.

Untuk mempercepat penataan arena, koordinasi antarvendor perlu ditingkatkan. Selain di senam, minimnya koordinasi antarvendor juga terjadi di arena angkat besi. Tim angkat besi dijadwalkan memasang peralatan pada Rabu lalu, tetapi mundur ke Jumat karena arena masih berantakan dengan peralatan tata lampu dan belum dipasangi karpet. Namun, kemarin penataan di arena angkat besi sudah selesai 80 persen, di antaranya 80 set peralatan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.