GREEN, CLEAN DESIGN CAPITAL

Luxury Properties (Indonesia) - - CONTENTS -

Dikenal sebagai kota yang bersih, hijau dan inovatif, Copenhagen menjadi salah satu ibu kota desain paling terkenal di Eropa. Liana Cafolla menyempatkan menilik lebih jauh kota rakyat Denmark ini, yang penuh dengan arus ide cemerlang dan matang, potensi bagi pasar perumahan yang berkiblat pada desain.

Renowned for its clean, green and innovative ways, Copenhagen is also one of Europe's hottest design capitals. Liana Cafolla takes a look at the gleaming Danish city overflowing with bright ideas and its prime, design-driven housing market.

Dikenal sebagai kota yang bersih, hijau dan inovatif, Copenhagen menjadi salah satu ibu kota desain paling terkenal di Eropa. Liana Cafolla menyempatkan menilik lebih jauh kota rakyat Denmark ini, yang penuh dengan arus ide cemerlang dan matang, potensi bagi pasar perumahan yang berkiblat pada desain.

Renowned for its clean, green and innovative ways, Copenhagen is also one of Europe's hottest design capitals. Liana Cafolla takes a look at the gleaming Danish city overflowing with bright ideas and its prime, design-driven housing market.

Copenhagen, ibu kota rakyat Denmark, selalu konsisten menduduki peringkat sebagai salah satu kota terbaik untuk dihuni, dan penduduknya memiliki indeks kesenangan paling tinggi di dunia. Hasil tersebut berasal dari data World Happiness Report yang dikompilasi tiap tahun oleh New York’s Columbia University. Alasan orang Denmark memiliki indeks kesenangan tinggi tercermin dari sistem politik yang berjalan, gaya hidup yang dekat dengan alam seperti pantai dan hutan yang dapat ditempuh hanya satu jam dari pusat kota, desain urban dengan ruang- ruang luas dan ramah publik sehingga masyarakat dapat dengan mudah berpindah tempat dengan bersepeda – hampir setengah penduduk Copenhagen berkendara ke kantor dengan sepeda – yang menghasilkan gaya hidup santai, sehat, dan ramah lingkungan. Bus umum beroperasi dengan tenaga listrik, aturan mendaur ulang ialah keharusan, dan sekitar 70% hotel di kota merupakan ramah lingkungan.

Hal tersebut merupakan hasil ambil suara oleh European Green Capital di tahun 2014, sebuah pencapaian bagi Copenhagen yang konsisten menjunjung tinggi standar lingkungan.

Penduduk Denmark biasanya berbicara multibahasa, bahasa Inggris dan Jerman, juga menggunakan bahasa ibu, serta senang berjalanjalan – dari liburan akhir pekan hingga ke negara tetangga dan tempat dengan iklim yang hangat kapanpun sempat. Karena letaknya yang di Utara membuat Denmark minim terpaan cahaya matahari.

Denmark memiliki populasi 5,5 juta jiwa, dengan 1,2 jutanya menempati ibukota. Di Copenhagen, iklimnya lembab dan intensitas hujan yang turun sepanjang tahun. Memiliki empat musim yang berbeda, termasuk musim dingin dan musim panas yang lembab. Bulan Juli dan Agustus menjadi bulan yang paling hangat sedangkan bulan Februari merupakan yang paling dingin.

Ibu kota ini ialah rumah bagi penulis di abad ke-19, Hans Christian Andersen, yang telah banyak menulis kisah cinta seperti The Emperor’s New Clothes, The Ugly Duckling, The Snow Queen, dan The Little Mermaid. Juga terdapat patungnya yang terbuat dari perunggu di tepi pelabuhan Copenhagen dan menjadi salah satu landmark kota terbaik. Ruang konser, panggung untuk musik jazz, lapangan golf yang terjangkau, taman-taman luas dan galeri- galeri seni membuat kota ini menjadi pusat kebudayaan. Kuliner, terutama hidangan laut menjadi makanan andalan, dan kota ini memiliki total 15 restoran Michelin Stars.

Kota Desain

Desain menjadi bagian penting dalam kehidupan di Denmark – Lego diciptakan di sini. Desain khas Denmark biasanya memiliki tampilan dengan garis- garis bersih, material berkualitas tinggi, dan teknologi yang mutakhir. Produk- produk desain sangat mudah ditemukan di Copenhagen, dengan banyaknya toko-toko spesialis desain. Desain produk- produk untuk rumah menjadi yang paling populer, seperti furnitur, keramik, tekstil, gelas, alat- alat dapur dan peralatan makan.

Desain- desain rumah di Denmark memiliki ciri yang hampir sama, biasanya ringan, bersih dan berteknologi tinggi, dengan banyak pemakaian warna putih yang merefleksikan cahaya matahari dan efek interior yang luas serta layout terbuka. Rumah-rumah mewah biasanya menggunakan lantai kayu dengan tenaga pemanas di bawahnya, langit- langit yang tinggi, cahaya matahari yang maksimal, berwarna putih, dan aplikasi teknologi seperti penggunaan ponsel pintar untuk membuka pintu rumah.

“Para desainer Denmark melakukan sesuatu secara berbeda. Mereka berpikir luas dan hijau,” jelas Christian Frøslev, CEO dari perusahaan real estate Liebhavermaeglerne, “Mereka mempertimbangkan bagaimana keluarga modern hidup saat ini dan mereka berpikir tentang keseluruhan lingkungan. Pada tiga hingga lima tahun terakhir, proyek- proyek yang terbangun di Copenhagen telah diakui hingga tiga kali sebagai proyek terbaik di dunia.”

Tren desain terbaru termasuk di dalamnya penekanan pada desain ramah lingkungan seperti tenaga matahari dan mendaur ulang air hujan untuk tanaman, jelasnya.

“Masyarakat menginginkan tagihan pemakaian energi yang rendah. Itu sebabnya energi dari matahari, angin serta air dari hujan dipakai dalam proyek terbaru agar CO2 berkurang seiring waktu, dan tagihan untuk energi akan rendah di masa depan.”

Copenhagen, the Danish capital, consistently ranks as one of the best cities in the world to live in, and its inhabitants are the happiest people on earth. That’s according to the World Happiness Report compiled annually f or t he United Nations by New York’s Columbia University. The reasons Danes give for their happiness range from their functioning political system, an outdoor lifestyle with beaches and woodlands around an hour’s drive from the city centre, spacious and socially- oriented urban design that allows people to commute to just about everywhere by bicycle – around half of Copenhagen’s residents travel to work by bicycle – and a l aid- back, healthy and environmentally friendly li festyle. Buses run on electricity, recycling is the norm, and around 70% of the city’s hotel rooms are rated as eco- friendly. It was voted European Green Capital in 2014, a mark of recognition for Copenhagen’s consistently high environmental standards.

Most Danes are multilingual, speaking English and German as well as their native language, and like to travel a lot – from weekend trips to neighbouring countries and to sunnier climates whenever possible. Its northern location means that one thing Denmark lacks is an abundance of sunshine.

The country’s population is about 5.5 million, with more than 1.2 million living in the capital. In Copenhagen, the climate i s mild and temperate with some rain all year round. The country has four distinct seasons, including cool winters and mild summers. July and August are usually the warmest months and February is typically the coldest.

The Danish capital was home to the 19th century author Hans Christian Andersen, who wrote many much- loved stories including The Emperor’s New Clothes, The Ugly Duckling and The Snow Queen, as well as The Little Mermaid, whose bronze statue by the waterside in Copenhagen harbour is one of the city’s best known landmarks. Concert halls, plenty of jazz venues, accessible and fairly affordable golf courses, spacious parks and art galleries make the city a cultural haven. Food, especially seafood, is particularly good here, and the city boasts a total of 15 Michelin stars.

Design Capital

Design is a big part of life in Denmark – Lego was invented here. Danish design often features clean lines, high- quality materials, and hightech features. Danish designed products are particularly accessible in Copenhagen, where plenty of specialist design shops are to be found. Designs for use in the home are especially popular, including furniture, ceramics, fabrics, glass, kitchenware and cutlery.

Home designs in Denmark are also typically light, clean and high-tech, with plenty of white to reflect the precious sunlight and space enhancing, open- plan layouts. High- end homes usually feature wood floors with under floor heating, high ceilings, natural light, plenty of white, and tech features such as being able to open front doors using a smart phone.

Danish designers “dare to do things differently. They think bigger, and greener,” says Christian Frøslev, CEO of real estate company Liebhavermaeglerne, “They consider how a modern family today wants to live and they think about the overall environment for the area. In the last three to five years, Danish project builds in Copenhagen have been named the best project in the world three times.”

Pemulihan Lambat dengan Permintaan Tinggi Bagi Properti Mewah.

Ekonomi Denmark sedang berkembang, walaupun dalam ritme lambat. “Salah satu alasannya ialah rendahnya pertumbuhan ekspor ke luar negeri,” berdasarkan Colliers International Denmark Market Report kuartal ke-4 pada tahun 2014. “Sebagai contoh, Jerman dan beberapa negara lain di Eropa mengurangi ekspektasi pertumbuhan dibanding perkiraan sebelumnya. Angka pertumbuhan ekonomi domestik bergantung pada kenaikan konsumsi pihak swasta atau individu dan menampilkan indikator positif, tetapi sekarang sudah mulai berubah. Intinya, konsumen sekarang lebih optimis daripada sebelumnya selama ini.”

Rendahnya angka bunga dan tingginya harga saham mengakibatkan investasi pada properti saat ini sangat menarik, jelas laporan tersebut. “Akibat proses normalisasi yang lambat baik di Denmark dan luar negeri, angka bunga masih sangat rendah dan tidak ada prospek singkat yang menyatakan bahwa akan segera meningkat.”

Investor asing mendominasi transaksi besar dari real- estate. “Investor asing umumnya berasal dari negara tetangga seperti Norwegia, Swedia, Jerman dan Inggris, tetapi juga ada yang dari jauh. Sebagai contoh, investor asing membeli properti di Stroget, Copenhagen, proyek rumah, ragam pabrik dan properti logistik, sedangkan, investor domestik lebih tertarik kepada proyek yang berorientasi pada pembangunan real- estate .”

“Pasar perumahan untuk investasi properti memiliki performa yang sangat baik,” kata Helee Nielsen Ziersen, Partner, Director, and Head of the International Division at EDC Erhverv Poul Erik Bech, yang sering memberikan berita terbaru tentang pasar properti Denmark. “Permintaan untuk properti pemukiman tak sesuai dengan ketersediaan, yang membuat harga naik dan produksi menjadi turun. Manajer proyek kini sedang mencari kapital untuk merangsang sebanyak mungkin properti residensial. Tahun yang akan datang, permintaan di area Copenhagen diperkirakan sekitar 45.000 rumah, dan perkiraan stok yang ada tersebar 3.000 di Carlsbergbyen, 3.000 di rumah sakit tua Frederiksberg, dan 3.000 di pasar grosir tua Copenhagen. Ini menunjukkan permintaan lebih tinggi dari ketersediaan.” Sebagian dari tingginya permintaan ialah tendensi residen Copenhagen yang lebih menyukai hidup sendiri – sekitar 40 persen dari masyarakat di ibukota memilih tinggal sendiri. Kota ini juga menarik banyak orang untuk pindah dari pinggir kota, tambah Nielsen Ziersen.

“Pasar untuk apartemen mewah dan berkelas di tengah kota Copenhagen sedang naik sekarang,” kata Maria Brunander, managing director of Copenhagen Property Investment (COPI), yang spesialis mentransformasi bangunan komersial klasik dan cagar budaya menjadi hunian mewah yang tetap menampilkan jiwa dan atmosfer bangunan lama. “Copenhagen telah menjadi pusatnya Skandinavia bagi restoran berkelas bintang Michelin, juga dunia fashion dan budaya yang kental. Kota ini juga menarik perhatian internasional – banyak perusahaan yang telah membuka pusatnya di sini, dan orang yang hidup di sini tertarik karena gaya hidupnya.”

COPI kini memiliki dua proyek pemukiman untuk dijual – toko Kongensgade 69 dan Loengangstraede 21. Keduanya berlokasi di pusat kota tua Copenhagen, dan gedung kantor yang sudah tua berubah menjadi apartemen pemukiman modern yang mewah.

Distrik tempat residensial ternama berada di pusat kota Copenhagen, yang disebut “K”. Frederiksstaden dan Havnefronten merupakan yang paling populer, banyak apartemen dengan harga bermula dari 10 Juta Danish Kroner. “K” menawarkan banyak pilihan tempat dengan harga terjangkau seperti restoran, kafe, cocktail bar, dan boutique hotel, juga jalan- jalan kecil tempat jajaran toko-toko desain. Frederiksberg dan Oesterbro merupakan kawasan yang lebih tenang, sangat cocok untuk keluarga dan masih dekat dengan pusat kota. Amager ialah kawasan yang sedang tren dengan banyak blok apartemen baru dan townhouses dengan taman-taman luas dalam lingkungan yang tenang. Tuborg Harbor, terletak di utara pusat kota, merupakan tempat populer bagi anak muda yang menyukai lingkungan rileks dan apartemen mewah multifungsi.

Distrik paling mahal berada hanya 25 menit ditempuh dari “K” di pinggiran bagian Utara pusat kota menuju Hellerup, Charlottenlund, Klampenborg and Skodsborg, sebuah area yang dikenal sebagai

PADA LIMA TAHUN TERAKHIR, PROYEK-PROYEK YANG TERBANGUN DI COPENHAGEN TELAH MENYABET PREDIKAT PROYEK TERBAIK DI DUNIA HINGGA TIGA KALI. IN THE LAST FIVE YEARS, DANISH PROJECT BUILDS IN COPENHAGEN HAVE BEEN NAMED THE BEST PROJECT IN THE WORLD THREE TIMES.

The latest home design trends include an even bigger emphasis on environmentally friendly design such as solar power and reusing rainwater for plants, he says.

“people want lower energy bills. That’s why the energy from the sun and wind and the water from rain are now used in the newest projects so that the CO2 will be reduced over time, and energy bills will be lower in future.”

Slow Recovery with Strong Demand for High-end Property

The Danish economy is growing, though at a slow pace. “One reason is the lower growth in the countries to which we export,” notes the Colliers international Denmark Market Report for Q4 2104. “For example, Germany and a number of other European countries have lowered their growth expectations compared to previous forecasts. in addition, the growth within Demark i s dependent on private consumption picking up and showing positive indicators, but things are changing slowly. Overall, consumers are much more optimistic now than they have been for a long time.” Low i nterest rates and high, volatile share prices mean t hat investment in properties is very attractive at present, says the report.

“Due to slow recovery both in Denmark and abroad, interest rates are still very low and there is no immediate prospect that they will rise right away.”

Foreign investors are dominating large real- estate transactions. “The foreign investors are primarily from nearby countries such as Norway, Sweden, Germany and the UK, but there are also investors from a far. The foreign investors buy, for example, properties in Stroget in Copenhagen, housing projects and portfolios of industrial and logistics properties [while] Danish institutional investors buy, to an increasing extent, more development- oriented real estate projects.”

“The residential market for investment properties is performing very well,” says Helle Nielsen Ziersen, partner, Director, and Head of the international Division at EDC Erhverv poul Erik Bech, which offers quarterly market updates on the Danish property market. “The demand for residential properties cannot meet the supply, [which is] why the prices are increasing and the yield is falling. Danish project managers are looking for capital to erect as many residential properties as possible. [in] the coming years, the demand in Copenhagen area i s expected to be around 45,000 residentials, and the expected supply in the area i s in the region of 3,000 at Carlsbergbyen, 3,000 at the old Frederiksberg hospital and 3,000 at t he old Copenhagen wholesale market. This means the demand is much higher than the supply.”

par t of t he high demand i s t he t endency of Copehagen dwellers to live individually – about 40 percent of people in the capital want to live alone. The city is also attracting people moving from the countryside, Nielsen Ziersen adds.

“The market for high end and luxury apartments in the right central Copenhagen locations is booming

segitiga emas. “Proyek yang paling populer di Copenhagen sekarang ini ialah Strandpromenaden, juga menjadi proyek yang paling mahal, dan dirancang oleh arsitek terkenal di dunia, Morten Schmidt,” jelas Christian Frøslev, CEO dari perusahaan real estate, Liebhavermaeglerne, yang menjual rumah-rumah mewah di pembangunan Strandpromenaden. “Strandpromenaden mempunyai segalanya – pemandangan ke arah laut, hanya 50 meter menuju pantai, dekat dengan kota, arsitektur yang modern, fasilitas fitness dan yoga yang eksklusif hanya untuk pemilik hunian,” ia menambahkan.

Proyek ini termasuk di dalamnya ialah rumah pantai berkonsep apartemen, dan townhouses yang terletak di tiga tingkat dengan memiliki akses langsung ke pantai, harga dipatok mulai dari 10 juta Kroner, ia menambahkan.

Mata Uang Bebas

Bagian dari Uni Eropa, Denmark tidak mengikuti mata uang Euro, namun meiliki mata uang sendiri yaitu, Kroner. “Ekonomi Denmark terhubung dengan Euro, tetapi kami masih memiliki kebebasan sendiri,” kata Nielsen Ziersen. “Tak lama sebelumnya, pasar Swiss melepas diri mereka dari sistem sehingga para investor mencari tempat alternatif untuk menanam modal. Hasilnya ialah angka bunga yang negatif pada bank nasional Denmark. Investor asing lebih memilih membeli pinjaman jaminan dan properti di area Copenhagen.”

Ketika di kota belum banyak menarik jumlah investor asing, permintaan semakin bertambah, Ziersen menambahkan.

“Banyak investor asing meminta harga properti di atas 50 juta

Euro, dan dalam keadaan pasar seperti ini, ukuran tersebut tidaklah bagus,” kata Nielsen Ziersen. “Ini berarti investor asing juga mencari data tentang jumlah yang tinggi. Ini juga mungkin bagi investor untuk membeli proyek di Carlsbergbyen atau daerah pasar grosir Copenhagen – yang akan pindah ke lokasi baru pada awal Januari 2016.”

Kesempatan yang berpotensi bagi para investor dapat ditemukan di luar pusat kota juga. “Jika investor mau melihat ke bagian luar pusat kota, potensi produksi lebih baik, tetapi semakin tinggi produksi semakin tinggi juga resikonya. Ada beberapa kota di luar Copenhagen yang permintaannya lebih tinggi dari ketersediaan dan produksi lebih baik. Pada daerah ini harga per meter perseginya ditentukan ketika pemilik apartemen menjual unitnya.”

PERMINTAAN UNTUK PROPERTI PEMUKIMAN TIDAK SEBANDING DENGAN KETERSEDIAAN, YANG MENYEBABKAN HARGA NAIK SEDANGKAN PRODUKSI TURUN. THE DEMAND FOR RESIDENTIAL PROPERTIES CANNOT MEET THE SUPPLY, [WHICH IS] WHY THE PRICES ARE INCREASING AND THE YIELD IS FALLING.

right now,” says Maria Brunander, managing director of Copenhagen Property Investment (COPI), which specialises in converting classic, often heritage- protected buildings from commercial to high- end residential use while retaining their original feel and atmosphere. “Copenhagen has become Scandinavia’s hub for Michelin star restaurants and gastronomy as a whole, as well as fashion and a rich cultural scene. It has also attracted a lot of attention internationally – companies have opened headquarters here, and people have come here to live, attracted by the lifestyle.”

COPI currently has t wo residential projects for sale – Store Kongensgade 69 and Loengangstraede 21. Both are located in the old city centre of Copenhagen, and are old office buildings converted into high- end modern residential apartments.

The top residential districts are the city centre of Copenhagen, also known as “K”. Frederiksstaden and Havnefronten are the most popular, with apartments here starting from 10 million Danish Kroner. “K” offers a wide selection of affordable restaurants, cafes, cocktail bars and boutique hotels, as well as small side streets with plenty of design shops. Frederiksberg and Oesterbro are calmer, more family-friendly districts that are still close to the city centre. Amager is an up and coming district with new apartment blocks and townhouses that offer gardens and more space in a quieter environment. Tuborg Harbor, north of the city centre, is popular with younger people looking for more relaxed surroundings and highly functional luxury apartments.

The most expensive distric t s l i e within 25 minutes of “K” on the coastline heading north from the city center to Hellerup, Charlottenlund, Klampenborg and Skodsborg, an area known as the golden triangle. “The most popular project in Copenhagen just now is Strandpromenaden, which also is the most expensive, and it’s designed by the world- famous architect Morten Schmidt,” says Christian Frøslev, CEO of real estate company Liebhavermaeglerne, which is selling luxury homes in the Strandpromenaden development. “Strandpromenaden has it all – sea view, 50 metres to the beach, close to the city, modern architecture, private fitness and yoga facilities for the exclusive use of the owners,” he says.

The project includes beach house apartments, and townhouses on three levels with direct access to the beach on three levels, with prices starting from 10 million Kroner, he adds.

Independent Currency

Part of the European Union, Denmark is not part of the Euro area, retaining its own currency, the Kroner. “The Danish economy is linked to the Euro, but we have kept some of our independence,” says Nielsen Ziersen. “A short time ago, the Swiss market let go and released themselves from the connection, [which is] why investors were looking for alternatives to place money. The result was a negative interest rate in the national Danish bank. Foreign investors are instead buying mortgage loans and properties in the Copenhagen area.”

While the cit y has not yet attracted huge numbers of foreign investors, demand is growing, she says.

“Foreign investors are demanding properties in a price range from 50 million Euros up, and the market for these sizes is not great,” says Nielsen Ziersen. “This means that foreign investors are also looking at portfolios where the amounts in total are higher. It is also possible for investors to buy projects at Carlsbergbyen or the site of the Copenhagen Wholesale Market – they are moving to their new location on January 1 2016.”

Potentially attractive investor opportunities can be found outside the city centre and beyond the capital, too. “If investors are willing to look outside the inner city the yield is better, but with higher yield comes a higher risk. There are cities outside Copenhagen where the demand is higher than the supply and the yield is better. The downside here is the price per square metre when owner- occupied apartments are being sold.”

Copenhagen Cityscape, photo © thinkstock

Kiri/Left: Copenhagen, Denmark, photo © thinkstock Kanan/Right: Statue of The Little Mermaid in Copenhagen, photo © thinkstock

Atas kiri/ Top left: Living Room - Apartment at Loengangstraede 21, (LON21), on the books of COpi (Copenhagen property investment)

Atas kanan/ Top right: Bedroom - Apartment at Loengagstraede 21, (LON21), on the books of COpi.

Bawah kanan/ Bottom right: Kitchen - Apartment at Storekongensgade 69, (SKG69), on the books of COpi.

kiri/Left: Rumah untuk dijual di Skodsborg/Vedback, utara Copenhagen. Terdapat pada buku Liebhaver Maeglerne. House for sale at Skodsborg/Vedback, north Copenhagen. On the books of Liebhaver Maeglerne. Harga: 100juta DKR (Danish Kroner) Price: 100 million DKR (Danish Kroner)

Kanan bawah/Bottom right: Eksterior dari rumah kaca, terdapat pada buku Liebhaver Maeglerne. Exterior of glass house, on the books of Liebhaver Maeglerne. Harga: 13 juta DKR Price: 13 million DKR

Kamar mandi - rumah kaca ultramodern yang terdapat pada buku Liebhaver Maeglerne

Bathroom - Ultra modern glass house, on the books of Liebhaver Maeglerne

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.