EMERALD ESCAPE

Luxury Properties (Indonesia) - - CONTENTS - Teks/words: Sophie Kalkreuth

Sejak periode 1970-an, Porto Cervo telah menjadi destinasi bagi kaum jetset di Eropa.

Since the 1970s, Porto Cervo has been a destination for Europe’s jet set.

Sejak periode 1970-an, Porto Cervo telah menjadi destinasi bagi kaum jetset di Eropa. Kini, sudut kemewahan di Sardinia 'Emerald Coast' menjadi daya tarik investasi yang juga sangat menjanjikan.

Since the 1970s, Porto Cervo has been a destination for Europe’s jet set. Today, the luxury enclave on Sardinia’s Emerald Coast is drawing investors from further afield.

Ada alasan tersendiri bila pantai Timur Utara kepulauan Sardinia dikenal sebagai Costa Smeralda – Emerald Coast. Bias biru dari pantai, berbaur dalam paras hijau dan pirus. Dari pesawat terlihat bagai sebuah lukisan penuh gradasi. Kemudian, saat menempuh perjalanan dari Olbia, hamparan lautan menjadi suguhan pemandangan indah ditemani sinar mentari yang memantulkan hijaunya perairan.

Bagian dari wilayah otonomi Italia, Sardinia merupakan pulau kedua terbesar di Mediterania. Laut Tyrrhenia di sebelah Timur memisahkannya dari daratan Italia; Selat Bonifacio di sebelah utara berbatasan dengan Pulau Corsica yang merupakan teritori Prancis. Dengan jumlah penduduk 1,64 juta jiwa, pulau ini memiliki populasi terendah di Italia. Terbebas dari kawasan industri dan pertanian, pulau ini dipenuhi hamparan perkebunan anggur, pohon zaitun, dan kawanan domba.

Layaknya wilayah bersejarah, seperti Nuoro dan Galtelli, pulau ini didominasi bangunan dari bebatuan dan gereja-gereja tua. Paparan langit biru senantiasa menyusupi deretan bangunan yang dikelilingi perbukitan. Kota Cagliari yang terletak di sebelah Selatan adalah pusat aktivitas sekaligus wilayah komersil. Di Sardinia, nama Cagliari – Casteddu – berarti istana, dan kini kota tersebut dikenal akan arsitektur Art Nouveau, memaparkan banyak monumen dan tembok kota yang curam hingga pelabuhan. Di balik modernisasi, bukti arkeologis seakan menjadi napak tilas 5000 tahun silam sampai periode Neolitik.

Lembaran sejarah di Sardinia sangat beragam akibat letak geografis yang terlihat hingga di bagian terdalam pulau, runtuhan bangunan pra sejarah atau gua- gua pesisir yang terbuka bagai sebuah katedral di bawah tanah. Dengan banyak akulturasi budaya dan faktor alam, Sardinia telah menyibak misteri masa lalu yang menjadi daya tarik dan tidak dimiliki oleh destinasi lain seperti Sicilia atau French Riviera. Itulah yang menjadi pengecualian bagi Porto Cervo.

Berlokasi di kepulauan 'Emerald Coast', pedesaan Porto Cervo telah menjadi destinasi premium sejak tahun 1970-an. Pedesaan ini mencuri perhatian kaum elite Inggris untuk berbisnis dan imam Aga Khan telah membuat cetak biru Costa Smeralda di tahun 1962 dengan tujuan membuat hunian mewah dengan marina sebagai jantungnya. Khan, bersama investor lain mengajak sejumlah arsitek dan desainer lansekap kenamaan seperti Jacques Coelle, Luigi Vietti, dan Michele Busirivici untuk merancang arsitektur bergaya Moorish dengan mempertahankan garis pantai sepanjang 14 mil yang menawarkan kenyamanan sekaligus privasi tak ternilai bagi pemilik properti.

Area pantai, klab yacht eksklusif, dan vila-vila mewah di tepi pantai sontak menjadi buah bibir masyarakat kelas atas, peningkatan wisatawan elite, di antaranya adalah Raja Juan Carlos dari Spanyol, Catherine Deneuve, hingga Brigitte Bardot. Setelah beberapa dekade, Emerald Coast tetap menjadi kilauan destinasi musim panas di

Italia. Kini, bertandang ke Polo Gold Cup atau Porsche Parade, bukan tidak mungkin Anda akan berpapasan dengan jutawan Rusia Roman Abramovich, politikus dan penguasa media Italia Silvio Berlusconi, yang keduanya pemilik resor mewah di sana.

Peraturan yang ketat mengenai pembangunan di Porto Cervo dan area Emerald Coast menjamin privasi yang maksimal. Di The Consortium, setiap pemilik hunian di Porto Cervo akan menjadi anggota yang mengawasi keamanan dan pemeliharaan, dibatasi untuk melakukan pengembangan pembangunan vila atau resor yang tersembunyi di balik barisan pohon pinus.

Keberadaan Porto Cervo sebagai magnet investasi premium yang berlokasi di sebelah Selatan dan Timur pelabuhan telah memiliki aneka butik, bar, dan restoran eksklusif. Di sisi lain pulau di bagian marina terdapat Yacht Club Costa Smeralda. Tidak jauh dari marina, terpapar pantai yang amat tersohor seperti Romazzino, La Celvia, Pevero

Bay, dan Cala di Volpe, semuanya merupakan tipe pantai berpasir putih dengan airnya yang jernih bagai permata. Pevero Golf Course menambah permadani hijau yang dikelilingi resor mewah di tepi pantai.

Menyandang reputasi penuh kemewahan dan sarat privasi, pasar properti di Emerald Coast seolah tidak terimbas badai perekonomian yang menghempas negara-negara lain di Eropa dengan segmen pasar yang sama. Kebutuhan akan resor ekslusif ini justru diminati oleh investor internasional seperti Rusia, Amerika Latin, dan Timur Tengah, Manager Pemasaran Costa Smeralda Immobilsarda Julia Bracco yang berafiliasi dengan Christie's International Real Estate mengungkap hal tersebut.

“Costa Smeralda telah menjadi bintang destinasi di kalangan High Net Worth Individuals. Mereka mengidamkan lautan berkilau pirus, Yacht Club Marina berubah menjadi perkumpulan yacht raksasa, klab golf, berselaras dengan restoran dan jajaran butik premium,” ujar

There’s a reason the north east coast of Sardinia is referred to as Costa Smeralda – the Emerald Coast. The colour of the water shimmers blue, green and turquoise. From the airplane it looks like spilled paint, almost opaque. Then, driving in from Olbia the sea shimmers into view along the rugged coastline, the sun dazzling off its bright green surface. An autonomous region of I taly, Sardinia i s the Mediterranean’s second largest island. To the east, it is separated from the Italian mainland by the Tyrrhenian Sea; to the north from the French island Corsica by the Strait of Bonifacio. Home to roughly 1.64 million inhabitants, the island is one of Italy’s least populated regions. Largely free of big industry and corporate farming, i t s bucolic landscape is dotted with vineyards, olive groves and sheep.

Inland, the narrow lanes of historic villages like Nuoro and Galtelli are lined with stone houses and rustic churches. Slabs of blue sky float between the buildings and the surrounding hills are never far from view. On the southern coast, Cagliari, the island’s capital city is the commercial centre. In Sardinian, the name for Cagliari – Casteddu – literally means castle, and today’s city is known for its Art Nouveau architecture, elaborate monuments and steep city walls overlooking the harbour. Underneath the modern city, archeological evidence suggests human settlements stretching back five thousand years, as far as the Neolithic period.

The layers of history in Sardinia are as diverse and multifaceted as the geographical wonders that abound and continue underground, with pre- historic ruins and vast coastal caves that open up like underground cathedrals. And yet, despite i t s many cultural and natural wonders, Sardinia has remained mysterious in ways that other Mediterranean jewels, like Sicily and the French Riviera, have not. That is, with the exception of Porto Cervo.

Located on the island’s ‘Emerald Coast,’ the village of Porto Cervo has drawn Europe’s glitterati since the 1970s. The village was the brainchild of the British business magnate and imam Aga Khan who first drew up the blueprint for the Costa Smeralda in 1962 with the goal of conserving a corner of the idyllic island and creating a marina at its heart.

Khan, along with various other investors, commissioned architects and landscape designers such as Jacques Coelle, Luigi Vietti and Michele Busirivici to create Moorish- style architecture that maintained continuity with the carefully preserved 14- mile stretch of crystal waters, which offered residents an unparalleled level of privacy.

The area and its pristine beaches, exclusive yacht club and luxurious seaside villas quickly became a popular upper- crust hideaway, drawing celebrated visitors, among them King Juan Carlos of Spain, Catherine Deneuve and Brigitte Bardot. Decades later the Emerald Coast remains Italy’s flashiest summer getaway. Today, driving to the Polo Gold Cup or Porsche Parade, you might cross paths with Russian oligarch Roman Abramovich or the Italian political and media titan Silvio Berlusconi, both of whom own estates nearby.

Strict building regulations have ensured that villas in Porto Cervo and along the Emerald Coast continue to offer maximum privacy. The Consortium, of which every homeowner in Porto Cervo becomes a member and which oversees security and maintenance, has restricted development to low- rise, low- density villas and apartments, most of which are secluded from view by pine trees.

Today the village of Porto Cervo, which is located on the southern and eastern shore of the natural port, features a plethora of luxury boutiques,

Bracco. Sardinia merupakan kawasan yang cukup mudah diakses di Eropa, Bracco menambahkan. Kepulauan Sardinia dapat ditempuh dalam waktu dua jam dari kota besar di Eropa dan kini, bandara Olbia telah disediakan bagi pesawat jet privat yang kian memudahkan perjalanan menuju Costa Smeralda.

Antara tahun 2004 hingga 2006, peningkatan minat atas investasi dan dibatasinya penggunaan lahan membuat nilai properti menanjak hingga 50 persen. Sampai akhirnya mencapai puncak di tahun 2007 – 2008 di mana rata-rata harga vila di tepi pantai bernilai 23,6 juta dolar AS. Meski krisis global sempat membuat pemasaran properti di Costa Smeralda stagnan, nilai investasi cenderung stabil di tahun 2008 sampai 2010. Setelah kondisi membaik, jumlah peminat terhadap properti kembali bertambah walaupun situasi pasca resesi masih membayangi.

“Beberapa penjualan properti memang mengalami penurunan,” ungkap Luca D'angelo dari Sotheby's International Realty di Milan. Walaupun begitu, peminat potensial tetap berinvestasi untuk vila di tepi pantai. “Keunikan dan properti yang tidak ada tandingannya adalah impian para investor yang bersedia membayar dengan nilai tidak sedikit – lebih dari 40 juta dolar AS. Anda tidak akan menemukan hal itu di manapun.”

D'angelo membandingkan dengan daya tarik di St. Tropez, Prancis. “Anda harus berada di sana, bertemu orang yang tepat, penuh tempat glamor. Itu adalah destinasi impian dan sangat eksklusif,” ia mengatakan. Namun Porto Cervo, adalah gabungan keduanya di mana kemewahan dan kesahajaan berpadu bagai pasta, porceddu, ditutup dengan gelati, keunikan yang sangat Italia.

Yang paling langka dan diburu investor tentu saja vila yang berada di tepi pantai. Bagaimanapun luas dan lokasinya, properti ini biasanya memiliki lima sampai tujuh kamar tidur dilengkapi serangkaian fitur mewah, nilainya bisa mencapai lebih dari 60 juta dolar AS. Lokasi vila yang tidak terlalu dekat dengan pantai biasanya berkisar 10 sampai 20 juta dolar AS, sementara apartemen di sekitar pantai dihargai sekitar 2,5 juta dolar AS sampai 6,2 juta dolar AS.

Menurut Julia Bracco, orang Eropa, seperti pembeli dari Jerman, Skandinavia, atau Inggris, lebih banyak terfokus pada pasaran properti di harga 2,5 juta dolar AS sampai 6,2 juta dolar AS,

KEBUTUHAN AKAN RESOR EKSLUSIF INI JUSTRU DIMINATI OLEH INVESTOR INTERNASIONAL SEPERTI RUSIA, AMERIKA LATIN, DAN TIMUR TENGAH

DEMAND IS DRIVEN BY AN INCREASINGLY DIVERSE SET OF INTERNATIONAL BUYERS, INCLUDING INVESTORS FROM RUSSIA, LATIN AMERICA AND THE MIDDLE EAST.

bars and restaurants. The other shores of the bay boast the old and the new marina – the exclusive Yacht Club Costa Smeralda. Nearby are a handful of famous beaches including Romazzino, La Celvia, Pevero Bay and Cala di Volpe, all characterised by white sand and crystal clear emerald water. There is also the famous Pevero Golf Course, and along the coast, a handful of luxury villas with incredible village and ocean views.

With a reputation for privacy and exclusivity and limited supply, the real estate market on the Emerald Coast has ridden the economic storm better than many of Europe’s other luxury second- home locations. Demand is driven by an increasingly diverse set of international buyers, including investors from Russia, Latin America and the Middle East, says Julia Bracco, Sales Manager at Costa Smeralda Immobilsarda, an affiliate of Christie’s International Real Estate.

“Costa Smeralda has become a f avourite destination amongst international High Net Worth Individuals. They are drawn to the clear turquoise seas, the Yacht Club Marina catering to mega- yachts, golf clubs, and array of sensational restaurants and shops,” she says. Sardinia is also easily accessed from around Europe, Bracco adds. The island is located about a two- hours from major European cities and in addition, the Olbia Airport features a dedicated private jet area to guarantee year-round connections to major hubs.

Between 2004 and 2006, rising demand and restricted supply led property prices to climb 50 per cent before peaking in 2007-2008 when the average price of a four-bedroom waterfront villa reached US$23.6 million. Although sales activity cooled in response to the global financial crisis, prices held relatively firm between 2008 and 2010. Since then, applicant numbers and enquiries have increased, although they have yet to recover to pre-recession levels.

“The sales deals have slowed down,” says Luca D’angelo of Sotheby’s International Realty in Milan. Nevertheless, he says, discerning buyers are still investing in premium waterfront villas. “Unique and unmatched properties are the dreams of many buyers who are willing to pay a lot of money – over US$40 million. You cannot find them anywhere else.”

D’angelo compares the appeal to that of St. Tropez in France. “You have to be there to see the right people, the glamorous places. It’s the place

sementara itu peminat asal Timur Tengah, Rusia, dan Amerika Latin lebih menunjukkan minat pada investasi yang lebih tinggi di atas 12,5 juta dolar AS.

Sotheby's International Realty saat ini tengah memasarkan salah satu properti paling eksklusif yaitu Majestic Waterfront Estate di Porto Cervo, dengan nilai yang tidak dipublikasikan. Properti tersebut dibangun tahun 1965 di awal pengembangan Costa Smeralda.

Dalam gaya yang khas, resor tersebut menyajikan pemandangan alam yang menakjubkan dan sulit ditemukan dari garis pantai, meskipun lokasinya berada di tepian dan bersisian langsung dengan pemandangan desa setempat.

Menempati lahan seluas 820 meter persegi, bangunan utama memiliki kamar utama dan tujuh kamar luas yang bisa digunakan sebagai kamar tamu, dapur dilengkapi perangkat Boffi, kolam renang dengan pemanas, dan lapangan tenis. Tersedia juga rumah penjaga, garasi, lima kamar servis, pantai privat, dan dek privat yang dapat memuat kapal sepanjang 18 meter.

Sesuai peraturan bangunan, resor baru sangat sulit ditemui di Porto Cervo. Tetapi, sebuah proyek properti baru saja diluncurkan di Piazza del Principe, dengan koleksi tipe griya lawang serta apartemen yang menghadap ke Marina. Proyek ini dibangun dalam gaya 'Costa Smeralda' – arsitek Claude Lesuisses sebagai penggagas konstruksi – menghadirkan tahap akhir pembangunan yang melibatkan seniman lokal, termasuk terakota dan pahatan besi tempa buatan tangan.

Setiap unit memiliki kisaran luas 100 hingga 250 meter persegi.

Luasan beranda dan teras juga dibuat seluas mungkin untuk menikmati keindahan pantai. Harga tiap unit diinformasikan sesuai permintaan.

Berkarakter hunian mewah sebagai 'rumah kedua', mayoritas investor lebih mencari nilai dari sebuah gaya hidup. D'angelo menambahkan bila pasar penyewaan properti tetap memiliki potensi yang menguntungkan apalagi untuk jangka waktu yang lama. “Rata-rata permintaan sewa properti cukup tinggi terutama untuk hunian yang sangat mahal,” tambahnya. “Vila-vila itu dapat habis disewa pada masa liburan dengan nilai fantastis – mencapai 1,2 juta dolar AS tiap musimnya.”

Di samping Porto Cervo, area populer lain yang diminati adalah Porto Rotondo dan Romazzino. Namun pemasaran luks dilarang dilakukan pada beberapa teluk kecil di sebelah utara pulau, sebuah area yang memang terpisah dari Sardinia. Dengan kebijakan tersebut, kekayaan alam di wilayah tersebut otomatis terlindungi, dan meskipun peminat investasi dari golongan ekonomi kuat seperti Eropa, CIS, dan Rusia kian bertambah, pengamat pasar memperkirakan harga properti tetap stabil.

“Ada potensi menarik dari tren pasar di Asia, India, dan negara berkembang untuk melirik lingkungan yang unik, seperti ciri khas Italia berbalut kultur yang kental dan sajian kekayaan alam,” ungkap Julia Bracco. “Keanggunan Sardinia telah melebur bersama gaya hidup Italia yang otentik serta orisinalitas kuliner bahkan anggur terbaik.”

D'angelo dari Sotheby's International Realty memahami hasrat positif pada properti luks. Ia menyadari bila pasaran tersebut terbatas pada peminat internasional untuk kawasan tertentu saja. Dengan peningkatan jumlah pendatang – termasuk soal anggaran, wilayah pemasaran dapat dikembangkan pada area yang lebih luas dan tidak bisa hanya bernaung di bawah satu nama merek ternama saja.

“Ada nilai margin cukup besar yang diperhitungkan saat investor datang dengan membawa rencana proyek mereka namun tetap mempertahankan kenyamanan dan memenuhi segala keinginannya apalagi bila menyangkut investor internasional,” tambahnya. Sejauh ini Emerald Coast tetap memiliki reputasi glamor di mata investor, namun kilauan emerald di lautan hanya menjadi angan belaka. Mulai saat ini investor internasional menginginkan yang terbaik dari apa yang mereka investasikan.

to be and it’s very exclusive,” he says. And yet, Porto Cervo manages to combine glamour with laid-back cool that is, like the homemade pasta and porceddu and refreshing gelati, uniquely Italian.

The most rare and coveted are waterfront villas with direct access to the beach. Depending on the size and location and finishes, these properties, often boasting five to seven bedrooms and a host of luxurious features, can range in price to upwards of US$60 million. Those located close to but not on the water will sell for over US$10 to US$20 million, while apartments along the coast will range from around US$2.5 to US$6.2 million.

According to Julia Bracco, Europeans, in particular buyers from Germany, Scandinavia and the UK, focus primarily on vacation homes in the US$2.5 to US$6.2 million range, while buyers from the Middle East, Russia and South America are showing interest in the high- end, villas and estate in the US$12.5 million plus range.

Sotheby’s International Realty is currently marketing one of its most exclusive listings, the Majestic Waterfront Estate in Porto Cervo, for an undisclosed amount. The property was built in 1965 at the beginning of Costa Smeralda’s development. In a style typical to the area, the villa is embedded in its natural setting and difficult to spot from the coastline, even though it is located on the sea with sweeping ocean and village views.

The 820 sq metre main house features a master suite and seven en- suite guest bedrooms, a fully equipped Boffi kitchen, a heated swimming pool and tennis court. There is also a guardian’s house, garages, five service bedrooms, a small private beach and a private dock long enough for an 18- metre boat.

Due to building restrictions, new build projects are rare in Porto Cervo. However, one project that recently launched sales is the Piazza del Principe, a collection of penthouses and apartments with views of the Marina. The project is built in ‘Costa Smeralda’ style – architect Claude Lesuisse oversaw the construction – and features finishes made by local artisans, including handmade terracotta and wrought iron detailing. The units range from 100 to 250 sq metres. There are also spacious outdoor living areas - verandas and terraces that overlook the sea. Pricing is given upon request.

As with most high- end second- home destinations, the majority of investors are buying into a lifestyle. But D’angelo says the rental market is strong and profitable especially for long time homeowners. “On average demand for rentals is strong and especially when it comes to the very high end,” he says. “Villas can be rented out in high season for crazy numbers – US$1.2 million for the season.”

In addition to Porto Cervo, areas popular among wealthy homeowners include nearby Porto Rotondo and Romazzino. But the luxury market remains restricted to a few coves on the island’s northeast coast, an area decidedly separate from the rest of Sardinia. And with new supply heavily restricted, the natural environment fiercely protected, and demand strengthening from a growing pool of wealthy European, CIS and Russian purchasers, market analysts expect prices to remain stable.

“There is interesting potential in the international markets of Asia, India, and emerging countries looking for a unique environment, a tranquil Italian lifestyle and vivid culture amid stunning natural surroundings,” says Julia Bracco. “The peculiarity of Sardinia is it is mixed with the authenticity of a laid- back Italian lifestyle and incomparable food and wine offerings.”

D’angelo of Sotheby’s International Realty shares a positive outlook for the luxury market, but he also thinks more can be done to lure international buyers to the area. With increasing arrivals – including budget carriers, the area has opened up to a wider clientele, and cannot rest on its luxury brand name alone.

“There is a big margin for improvement in the way investors should carry their projects and better their services and amenities to cater to the demands of the international clientele,” he says. So far the Emerald Coast has sustained its glamorous reputation, but glittering emerald waters will only t ake you so far. Today’s international investors expect the best.

Pelabuhan Porto Cervo, Sardinia, foto © Thinkstock The marina of Porto Cervo, Sardinia, photo © Thinkstock

Halaman kiri: Pieds Da L'eau' Villa, Porto Cervo, terdaftar pada Milan Sotheby's International Realty. Left page: 'Pieds Da L'eau' Villa, Porto Cervo, listed with Milan Sotheby's International Realty.

Harga sesuai permintaan / price on request. Halaman kanan: Villa di Pevero Park, Pevero Golf, Sardinia.

Terdaftar pada Christie's International Real Estate untuk 3,12 juta dolar AS. Right page: Villa in Pevero Park, Pevero Golf, Sardinia.

Listed with Christie's International Real Estate for US$3.12 million.

Top & bottom: Residences at Piazza de Principe, Porto Cervo, listed with Christie's International Real estate. Price on request.

Atas & bawah: Hunian di Piazza de Principe, Porto Cervo, terdaftar pada Christie's International Real estate. Harga sesuai permintaan.

Atas kanan & bawah kiri: Majestic Waterfront Estate, Porto Cervo, terdaftar pada Milan Sotheby's International Realty. Harga sesuai permintaan.

Top right & bottom left: Majestic Waterfront Estate, Porto Cervo, listed with Milan Sotheby's International Realty. Price on request.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.