Beverly Babe

Luxury Properties (Indonesia) - - ZOOM - Teks/ Words: Kevin Daniel Dwyer

Hunian kontemporer megah di Beverly Hills ini bersinergi dengan lingkungannya untuk menciptakan sebuah rumah di atas bukit bagi sang penikmat kemewahan.

This contemporary Beverly Hills mansion meshes with its surroundings to create the ultimate hedonist hillside home.

Bagian dari hunian masa depan, J et sons, hunian menakjubkan yang bertengger di atas Beverly Hills ini seperti memiliki daya sihir yang memikat hati. Berlokasi di 1201 Laurel Way, permata arsitektur ini merupakan perwujudan keunggulan dari Richard Paplian sebagai pengembang, desain cutting-edge mutakhir dari Michael Palumbo, dan Marc Whipple sang arsitek. Disampaikan di atas panggung layaknya sebuah sinema bioskop, hamparan Downtown Los Angeles, Catalina, dan garis pantai California terpampang luas menyapu pandangan. Kondisi langka ini menginspirasi para tim kreator untuk membangun hunian yang lain daripada yang lain; sebuah rumah yang terbungkus kaca dengan alur effortless dan ilusi- ilusi yang menyenangkan.

Begitu Richard Papalian menginjakkan kaki di si t us dan pandangannya mendapati seluruh cekungan Los Angeles, ia tahu bahwa ini adalah pekerjaan besar bagi ia dan timnya. Ia segera bergerak untuk menemukan arsitek yang sanggup dan desainer yang sudi membagi dedikasinya untuk sebuah kesempurnaan. Ia kemudian menemukan Michael Palumbo dari Palumbo Design, pengembang terkemuka dan desainer custom homes di California. Ketika Papalian bertemu Palumbo pada properti Laurel Way yang belum dikembangkan, ia tahu ia telah menemukan desainer yang tepat. Keduanya seketika begitu mengagumi dan menghargai situs tersebut beserta potensinya.

“Tidak hanya sebagai salah satu lokasi terbaik di Beverly Hills, tapi pemandangan tanpa batas yang hanya terletak beberapa blok tepat di bagian utara Sunset 90210 ini juga sangat jarang terjadi” ujar Papalian. Visi estetika kami langsung terpapar seakan kami telah bekerjasama bertahun- tahun. Saya tahu ia akan mendesak saya mengejar kesempurnaan dalam segala hal dan saya siap untuk segala tantangan.”

Tantangan tersebut terbantukan oleh arsitek Marc Whipple dari Whipple Architects. Kelihaiannya terletak pada kecanggihannya dalam menaklukkan lereng- lereng bukit, pesisir pantai, dan rumah- rumah bersertifikat LEED yang menyatu dengan alam. Secara bersama, ketiganya mendorong ia untuk menciptakan sebuah oase yang benarbenar unik. Saluran air propertinya, yang dibuat untuk meniadakan kebutuhan akan pagar, adalah langkah Palumbo dalam menjadikan kejeniusan metode Whipple untuk menciptakan persediaan air murni. Parit yang dihasilkan mengelilingi seluruh bangunan seperti tingkatan kue pengantin serta meninggalkan kesan bahwa rumah tersebut berada di sebuah pulau dengan pemandangan perairan yang terlihat dari setiap pintu dan jendela. Elemen desain eye-catching lainnya adalah akses menuju guesthouse dari rumah utama yang sangat fungsional. Hasilnya adalah sebuah irisan selasar yang terbuat dari panel- panel kaca di kedua sisi jalan setapak yang memisahkan sekaligus menyatukan ruang.

Dalam r angka mengawinkan keromantisan suasana dengan kecanggihan dalam metode kontemporer, Palumbo memutuskan untuk membangkitkan kesan dramatis dari lingkungan arsitektural yang sangat kontras. Ia menyempurnakannya dengan menciptakan nuansa kayu ‘dark chocolate' dan ‘white chocolate’, kaca, bebatuan, metal, dan plester. Dengan lantai white glass, Wedge wood siding yang eksotis, Hera stones yang disusun sedemikian rupa, dan lime-based plaster walls, ini adalah sebuah cerita yang indah.

Begitu memasuki rumah, kesan awal seakan di antara rumah, restoran, dan sebuah resor. Sebuah pivot door besar diapit oleh dinding batu galian mendominasi entry level sebelum mengarah ke living area utama. Hal ini mungkin dikarenakan pendekatan sinematik ketiga kreator yang mengambil center stage; sebuah dinding batu besar dengan perapian simetris membingkai pemandangan panorama menghadirkan keseimbangan dan kehangatan. Ketika digeser, high-gloss lacquered doors ke kiri menyibak sebuah perpustakaan yang cukup luas dan area kerja dengan r ak buku matte, sebuah kamar mandi pribadi, steam shower, dan area duduk. Sementara ke kanan, ruang makan utama, dapur, dan akses ke outdoor lounge serta area hiburan. It’s a major ‘wow’ moment.

Hunian ini terus berkembang lantai demi lantai dengan effortless, dilengkapi enam kamar tidur dan sepuluh kamar mandi, dan master suite yang hanya bisa diakses melalui jalur pribadi dari lantai paling atas. Fasilitas tambahan termasuk sebuah floating bar, sebuah gudang anggur LED- lit untuk 1.000 botol, area parkir indoor seperti dealership parking. Seluruh bagian rumah dan pekarangan dikontrol melalui sistem otomatis state-of-the-art yang dapat diakses dengan mudah melalui ipad maupun iphone. Rumah ini dinilai sebesar USD 42 juta seperti yang disampaikan Mauricio Umansky dari The Agencyre.

Part player’s pad, part Jetsons home of the future, this stunning estate perched atop Beverly Hills is one thing for certain: a head- turner. Located at 1201 Laurel Way, the architectural gem embodies the visionary excellence of developer Richard Papalian, designed with cutting- edge technology by Michael Palumbo and architect Marc Whipple. Presented on a cinema- worthy stage, the entirety of Downtown Los Angeles, Catalina, and the coastline of California are of fered i n one unobstructed, sweeping viewpoint. It’s this rare vantage that inspired the team to build a home like no other: a house encased in glass, with effortless flow and illusionary playfulness.

From the moment developer Richard Papalian set foot on the site and his eyes met the entire LA basin, he knew a great deal of work would be demanded of him and his team. He set out to find a capable architect and designer who would share his dedication to perfection. He found Michael Palumbo of Palumbo Design – a premier builder and designer of custom homes in California. When Papalian met Palumbo at the undeveloped Laurel Way property, he knew he had found his designer. Both instantly appreciated the site and its potential.

“Not only was this one of the best locations in Beverly Hills, but the unobstructed views are rarely situated only a few blocks north of the Sunset ‘90210’ proper,” says Papalian. “Our aesthetic visions lined up immediately, as if we had worked together for years. I knew he was going to push me towards perfection in every way, and I was up for the challenge.”

That challenge was met with the help of architect Marc Whipple, of Whipple Russell Architects. Whipple flair’s for drama that underlies his sophisticated roster of hillside, oceanfront and LEED certified homes seemed a natural fit. Together the trio pushed the envelope to create a truly unique oasis. The property’s water channel, created in order to negate the need for a railing, is a move Palumbo notes as a “pure stoke of genius” by Whipple. The resulting ‘moat’ surrounds the entire property like the tiers of a wedding cake, leaving the impression that the house is on an island with views of the water from every door and window. Another eye- catching design element was the impactful and utilitarian entry to the guesthouse from the main house. The result is a slicing breezeway made of alternating panels of glass on either side of the walkway that unites and separates space as one.

The house was also designed to be open- ended, in order not to obstruct the view. Thus, there is one continuous line running through the living room floor plan that required wall adjustments and meticulous arrangement of tiles to create a symmetrical, smooth texture.

In order to marry romance with sophistication in a way that is still contemporary, Palumbo decided to evoke a dramatic, highly contrasting architectural environment. He accomplished this by creating a “dark chocolate, white chocolate” theme out of wood, glass, stone, metal and plaster. With white glass floors, exotic Wenge wood siding, staked Hera stones and lime- based plaster walls, the narrative is resounding.

Upon entering the home, the initial impression is of something between a residence, a restaurant and a resort. A massive pivot door flanked by quarried stone walls dominates the entry level before leading to the main living areas. This is perhaps where the trio’s cinematic approach takes centre stage; grand stone walls with symmetrical fireplaces frame the panoramic view creating balance and warmth. Sliding, high- gloss lacquered doors to the left reveal a spacious library and office with matte bookcases, a private bath, steam shower and sitting area, and to the right is the main dining area, kitchen and access to the outdoor lounge and entertainment areas. It’s a major ‘wow’ moment.

The home continues to unfold effortlessly level upon level, with six bedrooms and ten bathrooms, and a master suite only accessible through a private entrance on the top floor. Additional amenities include a floating bar, a LED- lit 1,000 bottle wine cellar, and a plethora of indoor dealership- like parking. The entire home and grounds are controlled by state- of-the- art home automation systems easily accessed by ipad or iphone. Mauricio Umansky of The Agenyre has the listing for US$42 million.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.