Exploited Kurt

Maxim (Indonesia) - - Entertainment -

Album ini merupakan proyek lanjutan dari film dokumenter mengenai Kurt Cobain, Montage of Heck, yang digarap oleh Brett Morgen. Ada baiknya jika Anda melihat filmnya terlebih dahulu jika ingin menyimak deretan 31 lagu dalam The Home Recordings ini. Karena jika tidak tahu mengenai latar belakang Cobain menulis atau cover beberapa lagu tersebut, maka Anda akan seolah terombang-ambing di tengah laut tanpa arah. Banyak pro-kontra tentang fakta yang melingkupi jati diri Cobain, mitos yang dibangun oleh Courtney Love dirasa sangat bertolak belakang dengan kenyataan yang dialami sendiri oleh Buzz Osborne, pentolan band Melvins, sahabat sekaligus mentor Cobain sejak di bangku sekolah hingga Nirvana terkenal. Kontroversi semacam ini jika terus diolah memang akan semakin meningkatkan daya jual, termasuk kemudian untuk merilis kumpulan materi lagu kasar yang juga tersedia dalam bentuk yang kekinian pula ( vinyl). Terlepas dari hal itu, materi lagu dalam The Home Recordings memang cukup banyak menunjukkan referensi Cobain yang sebenarnya telah banyak juga diketahui fans maupun publik. Misalnya, penghormatan Cobain kepada Pixies atau Beatles, bukan suatu hal yang baru. Apa yang menarik dari album ini adalah proses awal Cobain meramu materinya untuk Nirvana, demo awal yang kemudian memberikan efek yang sangat signifikan bagi dunia musik era 90-an. Sejak track pertama, “The Yodel Song”, dengan suara gitar out-of-tune, disambung demo awal “Been A Son”, kemudian “Reverb Experimental”, hingga ditutup dengan “Do Re Mi (Medley)”, entah disengaja atau tidak, Cobain menunjukkan bagaimana ia menyusun kerangka musik Nirvana. Track terakhir tersebut menunjukkan kegeniusan Cobain. Namun sekali lagi, album ini merupakan sajian yang memiliki potensi untuk dianalisa, bukan sajian easy listening yang dapat Anda nikmati sembari

Seolah tak berujung, bagian lain mengenai Kurt Cobain kembali “ditemukan” melalui Monta ge of Heck : The HomeRecordings

menyetir mobil setelah pulang kantor (kecuali Anda die-hard-fan Nirvana, mungkin bisa). Fakta lain, sebenarnya paling tepat untuk menikmati album ini ialah melalui kaset, bukan vinyl. Karena noise ala Cobain yang banyak berhamburan kurang sesuai dengan rilisan vinyl, yang cenderung untuk mendapatkan detail. Namun tak perlu khawatir, rilisan CD menjawab persoalan tersebut. Upaya untuk menelusuri seluk beluk dibalik karya-karya besar seorang musisi selalu menjadi sajian yang menarik. Namun bagi beberapa pihak, album ini tak lain merupakan bentuk ‘ekploitasi’ lain terhadap Cobain. Inilah yang kemudian membuka sudut pandang lain untuk melihat album ini, bukan sekadar musiknya saja. Terdapat 2 pilihan untuk rilisan Montage of Heck : The Home Recordings, yaitu Standart Edition berisi 13 track dari rekaman kaset Cobain dan Deluxe Edition, 31 track yang ditambahkan dengan beberapa lagu dalam Montage of Heck, dan pidatoCobain. —CA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.