Mystical Sound

Maxim (Indonesia) - - Entertainment -

Ada hal ‘janggal’ yang disajikan Bungabel melalui musik mereka, mulai dari nuansa gelap nan mencekam hingga atmosfer yang cukup mengawang. Pada suatu siang yang terik, kami berbincang ringan mengenai rilisan kaset hingga tokoh bernama Maxim yang hadir dalam salah satu lirik lagu mereka. —CA

Ada kesibukan lain disamping bermusik?

Di luar musik, kami sibuk bekerja di bidang yang berhubungan dengan penulisan dari media, periklanan, terjemahan, ada juga yang kearsipan.

Kenapa merilis album kalian dalam bentuk kaset?

Waktu itu pilihannya cuma ada rilis CD atau kaset, kami sebenarnya ingin rilis vinyl juga tapi perlu biaya lebih, haha.. selain itu, menurut kami untuk merilis vinyl, band tersebut paling tidak sudah siap dengan pasar mereka dulu. Akhirnya memutuskan untuk rilis kaset karena kami sempat merasakan menjadi ‘generasi kaset’. Saat ada momen seperti Record Store Day, kami mengambil kesempatan itu.

Menurut kalian, apakah musik kalian memang cocok untuk dirilis dalam bentuk kaset?

Ternyata cocok, haha.. Awalnya nggak ada ekpekstasi bakal cocok apa nggak, tapi setelah kami dengar sendiri memang pas sih, mungkin karena bentuknya fisik bukan digital, jadi lebih detail.

Kenapa memilih lirik bahasa Indonesia?

Lagu kami berawal dari musikalisasi dialog sebuah naskah teater (Teater Pagupon), di situ memang semua dialog berbahasa Indonesia. Berkat lirik bahasa Indonesia, kami juga menjadi dekat dengan lingkungan. Lirik sebenarnya diciptakan oleh penulis naskah teater tersebut, mas Catur Ari Wibowo.

Apakah susah membuat lirik bahasa Indonesia?

Susah atau tidak tergantung sudut pandangnya, kalo kita pesimis ya susah, kalo optimis, itu tantangan, haha..

Apa sumber inspirasi kalian? Khususnya dalam album ini

Kalo inspirasi banyak sekali ya, kami pun masing-masing punya referensi musik yang variatif, mulai dari War Paint, Carpenters, Nirvana, Radiohead, Wolfgang Dauner, sampai album Requiem of Art dari Beuys Christiansen.

Apakah sebelumnya sudah memikirkan soal pasar untuk musik kalian?

Soal pasar sih dari awal kami tidak terlalu memikirkan. Kami berkarya sesuai dengan energi yang sedang kami rasakan saat ini, jika kemudian ada yang menikmati musik kami, berarti kita dalam satu energi.

Apa yang menurut kalian perlu dievaluasi dari album ini?

Mungkin perencanaan yang lebih matang sebelum masuk studio rekaman, haha

Apakah cukup puas dengan hasil album ini?

Soal puas pasti akan selalu kurang ya, tapi menurut kami sudah cukup mendekati ekspektasi kami sebelumnya.

Ada pesan tertentu yang ingin kalian sampaikan melalui album ini?

Pelepasan. Ya seperti band pada umumnya, musik memiliki pesan pelepasan.

Kapan waktu yang tepat untuk mendengarkan musik Bungabel?

Saat sedang sendiri dan tidak ada distraksi. Tapi perlu hati-hati juga kalo kondisi psikis sedang tidak stabil, haha.. Ada satu lagu berjudul ‘Melayang’ yang bicara soal bunuh diri, di situ tokohnya bernama Maxim.

Apakah lirik-lirik lagu tersebut cukup merefleksikan kehidupan kalian?

Ya, mungkin dalam potonganpotongan kecil, haha

Tempat impian untuk konser?

Goa, sound akustiknya pasti asik

Terakhir, pilih Rhoma Irama atau Slank?

Sesuai hasil voting, kami pilih Soneta.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.