Happiness at Its Best

Maxim (Indonesia) - - Entertainment -

Coldplay mengaja k banyak musisi untuk berkolaborasi dalam A Head Full of Dreams.

Tahun 2014 lalu, Coldplay merilis Ghost Stories tak lama setelah Chris Martin berpisah dengan Gwyneth Paltrow. Hasilnya sangat mudah ditebak, Ghost Stories menjadi album tergelap yang pernah ada dari band rock asal Inggris ini. Satu setengah tahun kemudian, A Head Full of Dreams menjadi jawaban bagaimana kondisi hati Chris Martin saat ini. Dan lirik “You make me feel like I’m alive again” dalam lagu “Adventure of Life Time” menjadi potongan tagline yang bisa merangkum album ini dalam sebuah kalimat. Sama seperti tiga album sebelumnya, A Head Full of Dreams ini juga mendapatkan respon yang beragam. Masih banyak yang berharap mereka kembali ke era Parachutes atau setidaknya X & Y, sementara yang lainnya ikut beradaptasi terhadap eksplorasi Chris Martin dkk. dalam musikalitas mereka. Coldplay menggandeng cukup banyak musisi lain untuk kolaborasi dalam albuim ini, seperti Beyonce, Noel Gallagher, Tove Lo, Stargate, sampai *ehem* Gwyneth Paltrow yang tampil dalam “Everglow.” Lagu ini dan “Fun” pun menjadi akhir saga Paltrow-Martin yang ditutup dengan sebuah janji abadi persahabatan. Bahwa era Parachutes mungkin tidak lagi datang, itulah kenyataan yang harus dihadapi tapi setidaknya kita tahu bahwa Coldplay punya caranya sendiri untuk beradaptasi. Jika A Head Full of Dreams menjadi album terakhir Coldplay, seperti yang pernah diisyaratkan oleh Chris Martin, maka mereka mengakhirinya de-ngan sebuah memori yang menyenangkan. —DA

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.