Ario Astungkoro

Maxim (Indonesia) - - 24 Hours To Live -

Menghabiskan secangkir kopi bersama di tengah mendungnya kota Jakarta, kami berbagi cerita dengan salah satu broadcaster Hard Rock FM ini tentang pengalaman sebagai penyiar, dan semua hal yang ingin dicurahkan jika dia meninggal keesokan harinya. —AL

Apa yang paling ingin anda punyai sebelum mati?

Pasangan. Who wants to die without someone’s tears at the funeral?

Hal gila yang akan dilakukan sebelum dijemput?

Pakai parfum! I want people that see my dead body before the funeral can remember the smell of a good buddy.

Barang yang ingin diwariskan saat hari terakhir?

Password of all my social media.

Bagaimana seharusnya Anda dimakamkan?

I don’t care about ‘How’. I’m already dead anyway. Tapi akan sangat menyenangkan kalau semua orang terdekat berkumpul sebelum saya benar-benar dimakamkan.

Apa yang ingin Anda tuliskan di batu nisan nanti?

“Forget the names because names lie but remember me for the kind of person that I am”

Pernah punya pengalaman nyaris mati?

Pernah. Tenggelam di salah satu pantai di Padang. I don’t even remember the name of the beach because that was the worst experience that ever happened in my life.

Happiness is?

When you can surround your self with the people you love the most. :)

Siapa yang ingin Anda hantui nanti?

My brother, Ario Anindito. He’s my partner in crime, friend, competitor, motivator and the genius one. I’m still gonna put him in trouble thou. Haha.

Mimpi yang belum jadi kenyataan?

Naik haji bareng keluarga.

Malaikat penjemput versi Anda?

Ngga kebayang. Haha. Tapi kalau bentukannya kaya Darth Vader seru juga. Maybe i’ll ask to take a selfie before he pick me up.

Bagaimana dunia akan berakhir nanti?

Saat dimana semua orang terlalu sibuk dengan dirinya masing-masing dan ngga peduli dengan lingkungan.

Siapa orang di dunia yang nggak bakalan masuk surga?

We are all have a sin, why should bother to think about others?

Hidup untuk mati, atau mati untuk hidup?

Hidup untuk mati. Saya bukan aktivis yang terlalu kritis atau pujangga yang filosifis, tapi saya tahu kalau mati itu bukan pilihan.

Pilih mati di gunung atau di laut. Why?

I love and hate both at the same time. Tapi kalau harus milih, mungkin saya akan milih mati di gunung. Ketakutan terbesar saya adalah tenggelam di tengah laut.

Kata-kata terakhir?

You only live once, so just try to live your life as good as you can!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.