PAULINA VEGA

Maxim (Indonesia) - - Table OF Contents -

Mantan Miss Universe 2014 yang kini justru semakin sibuk setelah melepas mahkota simbol kecantikan universal tersebut.

Kami akhirnya bisa mewujudkannya. Setelah sekitar lima kali percobaan yang gagal, kami akhirnya bisa duduk di depan Miss Universe 2014 yang terus menanjak kariernya sejak mendapatkan mahkota tersebut. “Apakah kamu selalu sesibuk ini?” tanya kami. “Belakangan ini iya dan ke depannya semakin sibuk,” jawabnya dengan ramah. Ia berencana untuk pergi ke Brazil selama dua minggu, “dan semuanya berantakan. Ada pekerjaan yang datang pada saat-saat terakhir.” Bukannya istirahat di pantai Rio de Janeiro, ia harus pergi ke Jerman, lalu ke Uruguay, Bahamas, dan baru ke Brazil (ke Sao Paulo tapi, bukan ke Rio, dan untuk urusan kerjaan). “Aku berencana untuk meluangkan waktu beberapa hari dan pergi ke Meksiko tapi aku tidak tahu kapan itu akan terjadi.” Bagaimana dengan Natal? “Aku masih belum tahu.” Maka tak heran kalau kami sangat sulit untuk menemuinya. Untuk saat ini, kami memiliki waktu sekitar setengah jam dengan salah satu wanita paling cantik di jagat raya ini! Kami memilih meja yang agak sepi di sebuah kafe yang nyaman di utara Bogota. Ia memesan secangkir teh dan kami memesan kopi. Kami pun melontarkan beberapa pertanyaan sampil memikirkan senyumnya yang kami yakin memberinya gelar tersebut. Satu-satunya keberhasilan yang tidak pernah ia mimpikan (tapi diimpikan oleh banyak orang dari negaranya sejak tahun 1958, saat pihak penyelenggara menobatkan wanita bernama Luz Marina Zuluaga sebagai Miss Universe).

Perjalanan Menuju Kesuksesan

Paulina Vega Dieppa masih berusia 19 tahun dan berencana untuk menjadi seorang administrator bisnis saat seseorang berkata bahwa ia harusnya menjadi seorang ratu. “Aku masih semester pertama di kampus, masa yang menyenangkan, memulai sebuah babak baru, dengan teman baru, gaya hidup yang baru, lebih independen, dan tiba-tiba ada yang menawariku jadi Miss Atlantico. Aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan saat itu.” Sampai ia berada dalam tahap tidak bisa lagi mengabaikan hal ini. “Aku merasa sedikit tertekan dengan situasi itu. Aku pikir jika aku ditawari sesuatu yang lebih besar lagi aku akan berkata tidak tapi saat itu aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Jadi aku mencoba menjalani sejauh apa ini akan berjalan.” Akhirnya Paulina pun menjadi Miss Atlantico (“ini adalah perubahan yang radikal di dalam hidupku, hal ini karena aku tidak pernah sekalipun masuk ke dalam gym”) dan lalu ia menjadi Miss Colombia dan akhirnya menjadi seorang Miss Universe. Wawancaranya dengan jurilah, seperti yang ia tegaskan, yang menjadi salah satu faktor ia berhasil mendapatkan mahkota, sebuah pengalaman unik dan juga tak mungkin untuk diulang kembali. “Aneh rasanya pergi keliling dunia dengan sebuah mahkota dan selendang yang menjadi simbol kecantikan universal, rasanya seperti menyamar sepanjang waktu. Ada kalanya Anda adalah seorang yang tidak penting dan tidak seorang pun mempedulikan Anda, lalu berikutnya Anda duduk bersebelahan dengan pimpinan tinggi sebuah perusahaan atau bahkan negara dan mereka ingin mendengar Anda menjawab sebuah pertanyaan seperti seorang filsuf atau akademika.”

Apaka h seka rang suda h kembali normal... atau tidak ?

Sampai suatu hari semua itu selesai. Ia mengenakan selendang dan mahkota untuk terakhir kalinya dan memberikannya kepada penerusnya, dan malam itu, untuk pertama kalinya sejak terpilih menjadi Miss Colombia sejak dua tahun sebelumnya, ia kembali ke kamarnya tanpa harus memikirkan hal lainnya. “Aku turun dari panggung di tengah-tengah kegilaan dan aku tidak harus didampingi chaperones lagi. Aku tiba di hotel dan tidak ada seorang pun yang memberi tahuku apa yang harus dilakukan. Aku tidak harus bangun keesokan paginya pada pukul lima untuk menjawab wawancara atau berkemas. Untuk pertama kalinya aku masuk ke kamar dan tidak ada yang mengganggu, tidak ada yang komplain atau menanyai berbagai macam hal. Aku bisa melakukan apa pun yang aku mau, meninggalkan hotel tanpa seorang pun mengatakan apa pun, pergi kemana pun tanpa terikat waktu. Rasanya sangat bebas sekali.” Ia mengira hidupnya akan terasa mulai santai, tapi hal ini tidak terjadi. Bahkan ia tak memilliki tempat yang ia sebut dengan rumah. “Aku tidak tahu di mana aku tinggal. Aku tinggal di antara Miami, New York, dan Bogota tapi tidak memiliki kamar di apartemen itu. Aku tidak tinggal terlalu lama di mana pun untuk hanya sekadar meletakkan sebuah foto. Kenapa aku harus mendekorasi sebuah tempat jika aku tidak tinggal di sana?” Tak ada seorang keluarga pun yang bisa diajak ngobrol. Seorang penyanyi Kolombia yang tinggal di Los Angeles, Deseret Tavares yang juga menyebut dirinya “peramal bintang,” mengatakan bahwa dalam dua tahun Paulina akan menaklukan Eropa dan ia akan menikah dan memiliki seorang anak. “Aku tidak memiliki keberanian untuk menikah, pergi ke gereja atau menandatangani surat yang tidak aku pedulikan,” kata Paulina. “Dan memiliki seorang anak sebelum 30 tahun, sangat tidak mungkin.” Untuk jadi perhatian, Tavares adalah peramal yang sama dengan yang meramal Santa Fe akan menjadi juara sepak bola Kolombia dan Donald Trump bisa menjadi korban dari sebuah serangan. Ada yang berani bertaruh di sini? Menjadi bagian dari dunia hiburan tidak pernah ada dalam rencananya (“Aku selalu berpikir aku akan melakukan hal yang lainnya.”) tapi ia telah belajar untuk menikmatinya. Tentu saja ia tak terkejut lagi dengan konsekuensi dari beberapa tindakan sehari-harinya, seperti saat beberapa situs berita menuliskan judul berita bertuliskan, “Paulina Vega menari sensual dalam balutan pakaian renang.” Setelah sesi foto untuk majalah ini di Curacao, Paulina yang sangat mencintai musik itu, merekam sebuah video saat bernyanyi dan berdansa di kamar hotelnya. “Saat itu sedang sesi bebas pada sore hari. Aku sedang dalam kondisi senang, mendapatkan kulit tanned dan di Karibia, sebuah atmosfer yang baik untukku. Aku mulai berdansa dan mengunggah video hanya untuk iseng. Aku hendak menghapusnya tapi lupa.” Unggahan ini pun menjadi viral, belasan media di seluruh dunia menampilkan video tersebut dan di Kolombia sebuah pusat berita membicarakan topik ini. “Mereka mewawancarai orang-orang di jalanan dan bertanya opini mereka tentang video tersebut!” kenangnya. “Apakah kamu sudah melihat seorang wanita berusia 23 tahun ini berdansa sambil mengenakan pakaian renang?” Ia memang seperti itu. Terkadang ia lupa kalau ia tak hanya seorang “wanita cantik berusia 23 tahun” tapi juga seorang Miss Universe (menjadi orang Kolombia kedua yang meraih gelar tersebut sepanjang sejarah). Salah satu hal yang tak mungkin dilupakan adalah bahwa kami duduk selama setengah jam di hadapan salah satu wanita yang paling cantik di dunia dan dengan senyumnya yang mengagumkan.

“Aku mulai berdansa dan merekam video tersebut hanya untuk iseng.”

Teks Sergio Ramírez Penyadur Dimas Aryana WigrahA Fotografi @camilovillabona Asisten Fotografi Felipe Díaz Produksi Camila Castellanos & Nicolás Martínez Styling Natalia Uribe Penata Rias & Rambut Os car Sánchez.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.