Penthouse In The Sky

Tren terkini para pesohor dan orang kaya: menyewa jet pribadi dengan fasilitas mewah di dalamnya saat bepergian ke mana saja.

Maxim (Indonesia) - - Table OF Contents - Teks jared paul stern saduran dimas aryana

Dalam beberapa tahun terakhir ini, pesatnya layanan penerbangan bergaya Uber telah menyebabkan hilangnya konsep makna dari “pesawat jet pribadi.” Pada waktu yang bersamaan, teknologi pun berkembang sehingga membuat bisnis pesawat jet ini bergerak lebih cepat dan lebih efisien dari pendahulunya. Sementara itu para perancang interior kini menciptakan rancanganrancangan yang menyita perhatian untuk klien-klien mereka yang berdompet tebal. Hal yang paling mengesankan adalah kini pesawat jet eksekutif ini telah menjadi saingan daripada griya tawang dan megayacht bernilai miliaran dolar jika berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan kemewahan. Namun, dewasa ini Anda tidak perlu harus memiliki jet untuk merasakan terbang dalam kemewahan seperti ini. Bahkan faktanya, dengan beberapa pengecualian, memiliki jet pribadi bahkan dianggap sebagai pemikiran yang kurang masuk akal. Beberapa orang kaya yang sukses cukup mengandalkan layanan penyewaan jet pribadi berkualitas mewah yang bisa mereka dapatkan kapan saja. Kemewahan yang sebenarnya adalah dapat terbang ke mana saja, kapan saja di dalam pesawat jet yang sempurna untuk pekerjaan mereka – hal ini setara dengan memiliki angkatan udara pribadi. “Istilah jet pribadi sering digunakan untuk membawa para jutawan baik itu secara individu atau pun perusahaan,” ungkap Michael Farley, seorang Chief Revenue Officer dari Private Jet Services (PJS), sebuah perusahaan dengan omzet 100 juta USD per tahun yang memiliki klien papan atas seperti Beyonce dan Jay Z, Rihanna, the Rolling Stones, the Boston Bruins, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, dan sederet nama besar di Wall Street. PJS juga memiliki setengah lusin klien dari kalangan selebriti dan musisi yang bisa saja berangkat tur keliling dunia kapan pun dengan permintaan pesawat yang spesifik. Ini bukan tentang apa yang bisa Anda penuhi – meskipun jet VIP dengan konfigurasi ULR ( ultra-long-range) yang dapat membawa Anda ke mana pun di dunia memiliki tarif 65 juta USD, biaya ini tetap menjadi faktor pertimbangan. Sebuah penerbangan sekali terbang dari Seoul Ke New York untuk ULR bertarif satu juta USD. Namun, pesawat tersebut agak kurang ideal untuk penerbangan jarak pendek. “Kepemilikan ( jet-red) seringnya menjadi solusi yang tidak sempurna,” kata Farley. “Sebuah pesawat jet tidak akan bisa memenuhi kebutuhan mereka akan penerbangan.” Selain memiliki armada sekitar

1.000 jet dengan kemampuan terbang jarak pendek atau pun jarak jauh, inti dari kekuatan PJS yang ditawarkan kepada klien mereka adalah keandalan dan kemampuan untuk memenuhi segala macam permintaan klien. Tidak ada seorang pun yang tahu lebih dalam tentang industri penerbangan mewah ini dari dalam seperti Eddie Sotto, seorang perancang dari Skyranch One dan Skyacht One buatan perusahaan pesawat terbang asal Brazil, Embraer Executive Jets. “Rancangan kami bukanlah sebuah proyek, melainkan sebuah pengalaman karena klien kami libatkan untuk mewujudkan mimpi menjadi kenyataan,” katanya. “Ini bukan hanya membuat sebuah desain interior. Kami ingin melihat seberapa jauh kami bisa membuat custom dengan menggabungkan antara emosi dan cerita. Di proyek saya, kami melibatkan klien dan membuat proses menjadi hal yang paling mereka cintai. Kami memulainya dengan “Wow” dan melihat ke belakang saat merancangnya.” Dalam Skyranch dan Skyacht, kedua desain ini memiliki elemen yang terdiri dari panel dan inlay kayu yang eksotis, jok kulit terbaik di dunia, dan juga sentuhan ornamen tanduk bison yang terdapat pada bar. Desain ini menampilkan karakteristik yang menjadi ciri dari klien dalam menghadirkan jet mewah yang terbaik. “Kami menolak untuk biasa-biasa saja,” kata Farley, “begitu pun juga dengan klien kami. Mereka meminta desain yang luar biasa dan juga terkadang aneh tapi kami tetap mampu membuatnya.” Jika klien-klien besar ini ingin bisa merekam lagu di atas udara, peralatan yang dibutuhkan akan dipasang di dalamnya, bahkan jika hanya digunakan dalam sekali penerbangan saja. “Kami juga bahkan pernah hanya menerbangkan hewan peliharaan klien saja karena mereka tidak ingin pesawat jet mereka kotor,” tambah Farley. “Saya pernah punya klien yang menginginkan salad buah yang hanya terdiri dari 70% blueberries dan 30% melon. Dan kami juga pernah melayani hampir semua permintaan, mulai dari pesta bujang (klien meminta layanan kelas atas untuk hiburan dewasa) sampai acara ulang tahun untuk seekor anjing. Namun, tidak semua orang membutuhkan salad buah yang mewah untuk bisa merasa seperti seorang dewa. “Kemewahan bukan hanya sekadar fisik semata,” kata Jay Beever, Vice President Embraer yang bergerak di interior desain. “Kemewahan sesungguhnya adalah tentang waktu. Dalam jet pribadi, Anda dapat mempercepat waktu perjalanan dan tiba di tempat tujuan lebih cepat. Para pengguna jet pribadi ini diberikan keleluasaan untuk dapat bergerak di ruang yang tak pernah dikunjungi sebelumnya. Di atas ketinggian 45 ribu kaki mereka bisa mendapatkan pemandangan yang eksotis dan pergi ke destinasi yang tidak bisa dikunjungi selain dengan menggunakan jet pribadi. Waktu sangatlah berharga, nilai inilah yang kemudian ditingkatkan dengan keandalan dan efisiensi dari sebuah jet pribadi. Sederhananya, jet pribadi adalah sebuah mesin waktu.” Telah menerbangkan para pemenang World Series dan Grammy Award (termasuk

lima selebriti yang masuk ke dalam Rock & Roll Hall of Fame) dan menjadi langganan untuk mereka, membuat PJS telah terbukti menjadi pemain terdepan di industri ini. Hal ini juga termasuk kru khusus yang tidak akan “menjual” cerita tentang klien yang “ngamuk” di atas udara atau bercerita tentang seberapa banyak groupies yang ikut naik ke pesawat untuk “melayani” bintang rock dalam penerbangannya ke Mustique. “Bagi kami, ini semua tentang menjadi yang terbaik dan yang paling bisa dipercaya,” kata Farley. Bisnis ini juga tentang bagaimana membuat klien tetap terlihat mentereng. “Anda tentu tidak ingin keluar dari sebuah pesawat biasa – atau yang lebih buruk – saat semua orang keluar dari sebuah Falcon,” kata Farley. Penerbangan yang tertunda juga akan menambah buruk semuanya saat waktu secara harfiah berarti uang bagi orang-orang seperti ini. Dan karena fleksibilitas menjadi hal yang lebih penting dari apa pun, PJS telah bekerja semaksimal mungkin untuk menjadi pemimpin di bisnis jet pribadi yang kompetitif ini. Saat banyak layanan yang menamakan diri mereka layanan jet pribadi yang menerapkan aturan “yang mengikat” yang harus diterima oleh klien,” katanya. “Selebriti dari kalangan mana pun menghubungi kami karena kami benar-benar memahami kenapa layanan ini begitu penting. Saat 70 ribu penggemar siap untuk menonton Anda di atas panggung, tentunya penampilan Anda tidak boleh mengecewakan.”

“Model pesawat yang menjadi kesukaan saya adalah Gulfstream G650 (seharga 65 juta USD). Pesawat ini menjadi jet pribadi terbesar yang dibuat untuk pasar ini dan ia memiliki kabin tertinggi, terpanjang, dan terluas di kelasnya. Ada banyak cahaya alami yang masuk ke dalam kabin dan desainnya sangat mewah dan hampir mendekati sempurna. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan hampir mendekati kecepatan suara, artinya ia lebih cepat dari pada jet komersial. Ia juga memiliki tekanan altitude kabin terendah dari pesawat bisnis lainnya. Gulfstream merupakan pesawat tercepat dan paling inovatif di kelasnya. Mulai dari kecepatan sampai teknologi kabin. Mereka menetapkan standar yang baru dari perjalanan dengan jet pribadi. Saya menerbangkan pesawat ini sesering mungkin di penerbangan JetShuttle kami.” “Prediksi saya tentang industri jet pribadi ini adalah bahwa perjalanan massal antara 100 sampai 1000 mil akan menjadi lahan jet pribadi pada masa mendatang. Penerbangan komersial akan menjadi sesuatu yang masa lalu dalam 20 tahun mendatang. Saya juga percaya biaya operasional akan berkurang secara drastis karena teknologi pesawat hybrid dan teknologi sharing seperti aplikasi JetSmarter. Pesawat pribadi akan mudah dijangkau. Kami telah memulai dan menciptakan industri pesawat terbang ondemand ini. Konsumen nantinya akan lebih mudah untuk memesan pesawat pribadi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan hanya dengan menggerakkan jari mereka saja.”

Kiss The Sky Sergey Petrossov – CEO JetSmarter berbagi pandangannya tentang jet terkeren dan masa depan dari bisnis jet pribadi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.