BABY LED WEANING

Ketika bayi mulai mendapatkan makanan pendamping ASI, Moms bisa mencoba baby-led weaning (BLW). Cara ini akan melatih Si Kecil untuk bereksplorasi dengan makanannya.

Mother & Baby (Indonesia) - - Halaman Dapan -

Biasanya, saat mulai mendapatkan MPASI, Moms memberikan bubur lunak dan menyuapi Si Kecil. Namun di tahun 2008, Gill Rapley, bidan asal Inggris, mempopulerkan ide baby­led weaning (BLW) atau bayi makan sendiri. Anjurannya sederhana saja, cukup meletakkan makanan yang sesuai dan aman bagi bayi di baki makannya, lalu biarkan ia menyantap sendiri. Cara ini, menurut Rapley, memungkinkan Si Kecil untuk memutuskan berapa banyak dan seberapa cepat ia makan. Namun sebagai catatan, untuk sejumlah bayi, terutama dengan kebutuhan khusus dan belum bisa mengambil maupun mengunyah makanan dengan baik, sebaiknya tidak mencoba BLW.

Kapan?

Para ahli termasuk American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan waktu terbaik untuk memulai BLW adalah saat Si Kecil berusia 6 bulan. Di usia tersebut, kebanyakan bayi sudah mampu untuk duduk sendiri dan mengambil serta memegang benda. Dengan menyajikan finger food di hadapannya, ia berkesempatan untuk mengeksplorasi makanan tersebut sambil mengaktifkan kelima panca­indranya. Si Kecil bisa merasakan halus, kasar, keras, bentuk, dan ukuran dari bahan makanan yang disantap. Selain itu, anak bisa mengenal warna­warni dalam makanan serta mengenal rasa alami makanan, sehingga akan menyukainya hingga ia dewasa.

Apa?

Makanan pertama yang ideal diberikan adalah daging lunak, buah, sayur, maupun roti lembut. Potong sayur memanjang dan berbentuk stik, yang mempermudah Si Kecil untuk mengambil dan menyantapnya. Sayuran, hendaknya dimasak terlebih dahulu sehingga cukup lunak untuk digigit namun masih cukup kuat untuk diambil dan dipegang. Untuk buah yang berbentuk bulat kecil seperti anggur maupun tomat ceri, sebaiknya dipotong setengah atau bahkan seperempat, guna mengurangi risiko tersedak. Disarankan untuk menyajikan makanan dengan bentuk dan tekstur yang berbeda agar Si Kecil bisa mengeksplorasi makanannya.

Bagaimana?

Sebenarnya, untuk makan, mereka juga tidak terlalu memerlukan sendok karena kebanyakan bayi lebih suka menggunakan jarinya saat makan. Namun, tidak berarti sendok dilarang untuk digunakan. Menggunakan garpu mungkin lebih memudahkan karena makanan gampang untuk diambil dan dimasukkan ke dalam mulutnya.

Mengapa?

Studi dari tim di Universitas Nottingham menunjukkan, bayi yang disuapi makanan halus cenderung lebih gemuk daripada yang belajar makan pertama kali dengan finger food. Bayi dengan BLW juga memiliki indeks massa tubuh lebih sehat di kemudian hari. Selama yang disajikan adalah makanan sehat, nantinya mereka dapat membuat pilihan yang tepat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.